
Satu bulan kemudian.
Diandra ditemukan tewas dengan luka sayatan di hampir seluruh wajahnya. Penyebab kematiannya adalah pendarahan yang tak kunjung henti. Dan di banding semua itu, yang sepatutnya menjadi pertanyaan adalah siapa yang berani melakukannya.
Ada begitu banyak rumor yang beredar. Pisau yang menjadi barang bukti senjata pembunuhan di temukan di tempat dengan sidik jari milik Alicya sendiri.
Ada yang mengatakan bahwa ia mengalami depresi karena pamornya yang turun tergantikan dengan posisi Aylana.
Nama Aylana begitu melambung. Apalagi setelah proyek terbarunya bersama Aksa. Selama hidupnya ia dikenal dengan seorang yang begitu menggilai Aksa. Dan di saat seorang gadis kehilangan cinta sejatinya, maka di saat itulah kegilaan mulai menghampirinya.
Setidaknya begitulah spekulasi yang tercipta dari kasus bunuh diri seorang Alicya. Kasus itu akhirnya di tutup sebagai kasus bunuh diri. Pihak keluarganya juga menolak adanya penyelidikan lebih lanjut maupun autopsi. Semua orang bertindak seakan ingin kasus ini ditutupi.
Namun yang lebih menggegerkan lagi bagi kediaman Wirabraja dan juga Harrison adalah, karena nama Jeana yang terlibat di dalamnya.
“Yudha, Mama mohon kamu segera temukan Jeana. Kami tidak bisa menghubunginya sejak kemarin.” Pinta Ny Angela gusar.
Mereka begitu memikirkan kondisi psikis Jeana semenjak ingatannya kembali. Gadis itu begitu tidak terkontrol dan mulai bertindak di luar kendali.
Gangguan ingatannya benar-benar membuatnya frustrasi dan hampir kehilangan akal sehat. Ia sudah sangat jarang berada di rumah dan ia bahkan juga sudah melupakan status dan kewajibannya sebagai seorang istri.
Ia selalu berangkat di pagi hari sebelum subuh dan pulang setelah tengah malam. Yudha pun sudah kehilangan akal dan tidak lagi bisa mengendalikannya.
****
Sementara di sisi dunia semua orang tengah digemparkan dengan kasus bunuh diri seorang model kelas atas Alicya, di tempat lain Jeana yang menjadi saingannya mulai tampak gusar.
“Kau sudah gila? Apa kau pikir aku memberi tahu kebenarannya agar kau bisa bertindak?”
Ia gusar bukan karena ia yang bertindak sebagai pelakunya. Melainkan karena seorang yang selama ini ia lindungi yang melakukan hal itu untuknya.
Ia dan Rana sempat menelusuri tempat kejadian itu sebelum pihak kepolisian berhasil masuk kesana. Ia menemukan bukti keterlibatan Jason dalam kasus bunuh diri Alicya. Gadis itu tidak mengakhiri hidupnya sendiri, melainkan ia telah dilenyapkan oleh seseorang, dan itu adalah saudaranya sendiri.
__ADS_1
Kedua gadis itu kini tengah menyandera Jason di lantai basement bar milik Rana. Tidak ada yang menyadari bahwa pemuda itu menghilang. Semua orang terlalu fokus dengan keberadaan Jeana saat ini. Namun kondisi pemuda itu begitu buruk. Ia mendapatkan depresinya kembali dan kali ini dalam kondisi yang lebih sulit untuk ditangani.
“Kau tahu, bahkan aku adalah anak dari psikopat itu. Apa yang akan dipertanyakan dengan semua sikapku ini!” balas Jason dengan rauh wajah yang tak kalah gusar.
“Kak, aku memberi tahumu untuk melindungi diri. Atau setidaknya kau bisa membantuku menyusun rencana untuk memperbaiki semuanya.” Jeana melunak. Ia tahu, ia tidak bisa begitu keras terhadap Jason.
Pemuda itu tak pernah sepenuhnya pulih. Kondisi mentalnya bahkan lebih berbahaya dibanding gen seorang Psikopat yang menurun dalam darahnya. Ia tidak pernah bisa bertindak waras jika itu berhubungan dengan tanggung jawabnya terhadap Jeana.
“Aku benci menerima kenyataan bahwa aku adalah anak dari pria berengsek itu. Dan aku juga benci dengan kenyataan bahwa aku tidak bisa melindungimu dari gadis ular itu.” Teriaknya histeris dengan berlinang air mata.
Ia benar-benar kehilangan akal sehatnya kali ini. Jeana memang memberitahukannya semua kebenaran yang ada. tetapi itu semua dia maksudkan agar Jason bisa menjauhi Diandra karena mereka bersaudara. Atau setidaknya agar ia bisa berhati-hati dengan kehadiran gadis itu.
Ia tak melakukannya untul ikut membalaskan dendam semua orang. Ia telah melakukan kesalahan kecil yang berujung fatal. Jeana merutuki kebodohannya sendiri.
“Jason! Kau tahu, sikapmu ini bisa lebih membahayakan Jeana!” bentak Rana yang sedari tadi sudah kewalahan menahan emosi.
“Kami sudah menyingkirkan semuanya. Semua bukti bahwa kau pelakunya. Tidak akan ada yang tahu, jadi kau juga harus tutup mulut, mengerti!” bujuk Jea mencoba menenangkan saudaranya.
“Kau sangat berarti bagi kami. Bahkan Tuan Sanjaya sudah menganggapmu sebagai putranya sendiri. Kita kan menyelesaikan ini dengan cepat, dan kita akan kembali menjadi saudara yang utuh. Kau mau itu kan?”
Untung saja Jason menelfon Jea untuk mengadukan semua perbuatannya. Karena jika tidak, maka pemuda itu pasti akan makin berada dalam bahaya.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Rana seolah dia sudah kehilangan semua jawaban.
“Aku akan memberi tahu ayahku agar dia bisa meresepkan obat-obatan untuk Jason. Dia berada di pihak kita. Hanya dia yang bisa membantu saat ini.”
“Ayahmu, maksudmu Sanjaya palsu?” Jeana mengangguk. “Kau yakin?”
“Kita bisa menekannya. Aku adalah kelemahannya. dia tidak mungkin menyakitiku. Aku tidak memiliki begitu banyak pilihan jika menyangkut Jason. Hanya dia keluarga dekat yang aku punya saat ini.” Tegas Jea.
“Dia iblis, bagaimana bisa kau mempercayainya. Bagaimana jika dia menjebakmu?”
__ADS_1
“Bahkan sekalipun dia seoran iblis, aku yakin dia tak akan menyakiti penerusnya.”
“Je” Rana mencoba menyanggahnya, tetapi tekad Jeana begitu bulat. Ia idak bisa lagi dicegah.
“Kau berjanji akan menjadikanku sebagai dalang setelah semua ini berakhir. Kita akan segera menyudahinya dan memperbaiki segalanya Kak. Aku sudah merencanakan ini selama bertahun-tahun. Aku tidak ingin merusaknya sekarang."
Sejak awal Jeana memang merasa bahwa hidupnya tak memiliki arti dan ia hanya sebatang kara. Tetapi begitu melihat sorot mata ayahnya di hari dia pulang ke kediaman goksel, ia menyadari sesuatu.
‘Kekosongan’. Orang itu sama dengannya. Mereka sama-sama enggan terusik.
Karena itu, disaat ia tahu bahwa ia berada di pusaran masalah karena pria itu. Ia bertekad untuk menghancurkannya. Itu adalah rencana awalnya, dan Ryan hanya pencetus.
Tapi seiring berjalannya waktu dan ia mendapatkan begitu banyak cinta. Tekadnya berubah, ia akan membalaskan dendam semua orang yang menderita karena ayahnya. Ia bertekad untuk itu, dan salah satu dendam yang harus ia balaskan adalah kematian ayah kandung Aksa, kematian ibu Rana, dan juga kematian kakak Yudha. Dan itu semua mengarah kepada ayahnya dan juga Clara.
Selama ini semua orang mendugaan bahwa keturunan ibli hanya akan menjadi iblils.Tapi ia berbeda, karena ia terlahir dari ibu yang seorang malaikat, maka ia punya alasan untuk menekan jiwa iblis yang meronta di dalam benaknya.
Sudah cukup selama ini ia diam dan menjadi penonton. Ini adalah saat dimana ia harus berperan sebagai pemain utama.
“Apa rencanamu?” tanya Rana setengah khawatir.
“Kau cukup tenangkan Jason sebelum pulang. Aku akan bergerak lebih dahulu dan menyusun rencana. Akan aku pastikan bahwa iblis itu akan memberi obat terbaik bagi putranya Jason. Untuk urusan lainnya, aku akan menghubungimu di saat yang tepat.” Gadis itu menghilang dalam sekejap mata.
Sedangkan Jason masih mematung dalam posisinya sebelumnya dengan badan yang masih gemetar.
Sangat sulit untuk membuatnya tenang dalam keadaan seperti itu. Jeana memang benar, hanya Surya yang bisa menolong mereka saat ini.
Jea meninggalkan markas persembunyiannya dengan Rana dan menuju ke arah perusahaan untuk mengelabui semua orang tentang keberadaannya. Ia memiliki jalur rahasia untuk sampai ke ruangan ganti pribadinya. Seperti biasa Diandra akan menunggunya disana dan menangani semua masalah terkait ketidak hadirannya.
“Cepat dorong aku!” ia meminta Diandra untuk menyanggah kakinya agar ia terjatuh dan membentur tembok di dalam kamar mandi. Ia membuat alibi bahwa berita menghilangnya itu terjadi karena ia terjatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.
Diandra pun bergegas pergi dan membuang ponsel Jea ke sekitaran toilet. Ia kemudian memancing Yudha dengan menggunakan Aini. Gadis itu akan disalahkan karena tak sengaja mengunci Jeana di dalam ruang pribadinya sejak kemarin.
__ADS_1
Umpan yang manis. ujarnya.
Jeana sengaja memanfaatkan keberadaan Diandra di sekitarnya karena gadis itu selalu bertindak rapi dan tanpa celah. Di samping itu, ia juga melakukannya demi menjauhkan gadis itu dari Jason. Ia tak ingin jika adiknya itu akan semakin terluka karena permainan perasaannya yang sudah berlarut.