
Jeana memberi tahu Yudha bahwa ia akan menerima proyek dengan Aksa dan bersikap professional. Gadis itu menghabiskan semua waktunya di lokasi syuting hingga larut malam. Ia bahkan tidak mempedulikan keberadaan Yudha yang sudah mengikutinya kembali ke kediaman mereka.
Semua keperluan Yudha bahkan diurus oleh Ny Angela dan juga Rana yang diajak mereka untuk tinggal bersama. Ia juga menyibukkan Arsen dan Rayden untuk mengurus perihal pernikahan Ryan yang akan diadakan secepatnya dengan identitas aslinya.
Gadis itu menulis skenario hebat. Ia berencana untuk membongkar identitas asli Arumi sebagai Angela dan juga Adelio sebagai Ryan dalam waktu dekat. Ia ingin Jason dan Lucio untuk mendapatkan identitas asli mereka secepatnya.
Sikapnya benar-benar berubah total dari sejak ia kehilangan ingatannya. Ia bahkan juga menerima peran sebagai kekasih Aksa di film terbaru mereka. Ia menunjukkan chemistry yang sangat mendukung di hadapan publik.
Ia bahkan tidak segan untuk melakoni adegan gandeng tangan maupun ciuman dengan Aksa. Gadis itu benar-benar membuat Yudha murka.
“Apa-apaan ini Je? Please, jangan pakai alasan professionalitas lagi. Kamu gak baca naskahnya dahulu sebelum tanda tangan kontrak?” bentak Yudha di suatu malam.
Ia sudah merasa sangat lelah karena harus menunggu istrinya pulang hingga larut malam. Belum lagi dengan urusan perusahaan yang begitu menyibukkannya belakangan ini.
“Aku baca, dan aku terima. Memangnya kenapa? Kamu masih mau berpikir untuk bayar penaltinya dan batalin ini semua? Kamu pikir dengan uang semua masalah bisa selesai?” ujar gadis itu dengan nada meninggi.
“Aku muak. Please hentiin semua sifat kekanak-kanakan kamu Yud!” Jea berlalu ke lemari pakaiannya dan mengambil beberapa lembar pakaiannya sebelum akhirnya pergi kembali.
“Kamu pergi lagi?” tanya Yudha gusar.
“Bosan di rumah. Mending kerja.” Jawabnya ketus sambil menarik sebuah koper kecil tempat ia menaruh semua pakaian yang baru saja diambilnya.
Gadis itu memutuskan untuk menyetir sendiri sejak memulai proyek film barunya. Jea tidak lagi diawasi oleh pengawal. Yudha pun sudah mulai bosan dan berhenti mengikutinya.
__ADS_1
Gadis itu selalu berawal dan berakhir di lokasi syuting setiap harinya. Setelah itu Yudha akan mempercayakannya kepada Aini dan juga Diandra untuk menjaganya. Ia tidak menaruh kecurigaan apapun.
Menurut Aini, ia bahkan tidak menegur Yudha sama sekali dalam waktu break. Hubungan mereka hanya terjalin dalam setiap adegan yang ada.
****
“Apa kabar om?” Jeana menghentikan mobilnya di depan sebuah gubuk yang selama ini selalu menjadi tempat perhentiannya sebelum dan setelah syuting.
“Sampai kapan kamu akan panggil saya Papa?” pria tua itu tersenyum dan menyambut kedatangannya dengan sangat ramah.
Penampilannya tampak sangat lusuh dengan wajah yang pucat. Tubuhnya begitu ringkih dengan rambut yang sudah memutih hingga membuatnya tampak jauh lebih tua dibanding usia aslinya.
“Saya hanya anak dari istri Anda. Saya bahkan bukan putri kandung Anda. Bagaimana bisa saya begitu lancang dan memanggil Anda begitu.” Tolak Jea sopan.
“Kakakku baik. Kak Lucio tumbuh dengan sangat baik. Aku harap dia akan segera menikah dan Anda bisa menyaksikan pernikahannya secara langsung. Ibuku juga sangat baik. Ada Kak Yudha yang menjaganya.” Jelas gadis itu sambil mengeluarkan beberapa barang dari dalam koper kecil yang sebelumnya ia bawa.
Ia menyelipkan beberapa bahan makanan dan juga obat-obatan di balik tumpukan bajunya.
“Apa kau masih belum memberitahunya?” gadis itu menggeleng.
“Kalau Kak Yudha tahu, dia pasti gak akan kasih izin Om. Aku Cuma butuh dia untuk melindungi semua orang. Dan aku yang akan mengambil semua resikonya.” Jea mengeluarkan beberapa obat dan memberikannya kepada pria ringkih itu bersama air hangat yang selalu tersedia di atas meja.
“Aku lega karena kau memakai kecerdasanmu untuk hal baik. Andai kau benar adalah putriku.” pria itu menerima obatnya dengan senang hati dan memberikan senyum hangatnya kepada sang putri tiri.
__ADS_1
“Aku bisa membayangkan setampan apa wajah Anda. Bahkan senyum itu selalu mengingatkanku kepada Kak Arsen. Ah, maksudku Lucio.” Jea menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Suasana canggung tercipta di antara keduanya untuk beberapa waktu. Dan itu adalah hal yang sudah biasa terjadi di antara keduanya.
Dia adalah Tuan Sanjaya Goksel yang sebenarnya. Sedangkan seorang yang sedang menduduki takhta kali ini adalah Surya Haryadi. Ia adalah ayah kandung dari Diandra dan juga Theo Urdha yang asli. Ia juga adalah ayah kandungnya. Karena Tuan Surya telah menipu Angela dan memperoleh sepasang anak kembar darinya, yaitu Jason dan Jeana.
Wajah mereka begitu mirip. Karena Ny Chintyalah yang sudah merubahnya. Ny Chintya adalah tangan kanannya. Ia terlibat, karena itulah awalnya mengapa Jeana ikut masuk dalam permainan Yudha dan ternyata malah ikut terjebak di dalamnya.
“Dia adalah seorang Professor hebat di bidang kedokteran. Ia adalah guru dari ibu dan juga ibu mertuamu. Ia begitu menyukai bedah, entah itu kepala, wajah, atau pun organ tubuh mana pun. Ia sangat berambisi, hingga memakai semua ilmunya untuk mencapai posisinya sekarang.” Jelas Tuan Sanjaya.
“Sangat bisa dibayangkan kenapa kau dan Jason bisa menjadi begitu cerdas. Kalian terlahir dari ayah dan ibu yang hebat. Tetapi sayang karena Urdha memakai kecerdasannya untuk sesuatu yang salah. Bahkan Diandra pun juga sama.”
Jea tahu persis apa yang sudah dilalui oleh pria ringkih ini selama ini. Seberat apa beban yang dia tanggung selama ini. Terpisah dari istri dan juga anaknya. Bahkan anak kandungnya juga harus hidup jauh dari kata nyaman. Ia diusir dari rumah ayah kandungnya sendiri.
Sekarang semua hal benar-benar bisa dimengerti. Ia paham betul mengapa Clara begitu membencinya dan juga Jason. Dan alasan kenapa ia bisa menjadi pewaris tunggal bagi perusahaan sebesar Goksel. Karena ayah kandungnyalah yang mendaki semua itu untuknya.
“dia membuang Diandra karena telah menciptakan aib. dia mengandung anak saudaranya sendiri. Mereka saling menerkam satu sama lain. Karena itu dia sama sekali tak menolong Urdha ketika Yudha melenyapkannya. dia juga membenci kebodohan Diandra yang selama ini terlalu bergantung padanya, bahkan hingga ia menjadi korban kegilaan saudaranya sendiri.”
“Tetapi kau dan Jason berbeda. Kalian adalah bibit unggul yang ia hasilkan. Ia menatap matamu yang setajam matanya. Tak ada rasa kasihan, kau begitu kejam dan tak memiliki rasa cinta. Tak ada kelemahan. Karena itu ia begitu menyayangimu.”
“Lalu kenapa dengan Jason?” tanya gadis itu penasaran. Kenapa hanya dia, sedangkan pria monster itu memiliki begitu banyak anak di sisinya akibat semua perbuatan diluar nalarnya.
“Jason sudah terkontaminasi. Obat-obatan yang diberikan Clara telah menurunkan daya pikirnya. Ia takkan pernah setangguh dirimu. Dan lainnya, ia memiliki rasa welas asih yang begitu tinggi. Berbeda denganmu. Ia butuh penerus. Ia ingin mengembangkan dunia menjadi miliknya. Dan itu hanya bisa diwujudkan oleh orang yang sama dengannya. Dan kau adalah satu-satunya orang yang bisa mewujudkan itu semua."
__ADS_1