
Satu Tahun Kemudian..
*Universitas Nasional**Medical and Bussiness*
"Aylana tunggu!" teriak Aini yang berusaha keras mengejar gadis di depannya.
"Kenapa lari-lari? Ntar jatoh lho!" tegur gadis itu sambil melepas salah satu earphone di telinga kirinya.
"Pakai earphone. Pantes " ujar Aini jengkel dengan napas yang sedikit terengah.
Aini dan Aylana. Mereka berdua adalah sepasang sahabat karib yang baru saja bertemu kurang dari setahun yang lalu. Lebih tepatnya, tidak sengaja bertemu.
Aini adalah salah satu fans berat Arsen yang sengaja mendekati Aylana demi merebut perhatian Arsen. Hubungan mereka pun berlanjut menjadi artist dan asistent karena Aini yang memaksa bergabung di Goksel manajemen untuk mengikuti Arsen.
Untung saja mereka satu kampus, dan cukup dekat. Hingga akhirnya Arsen memberikan izin penuh kepada Aini terkait Aylana.
"Oh ya hari ini lo ada janji pemotretan buat kover Monochrome Magazine edisi bulan ini. Mau gue jemput gak?" ujar Aini focus pada notes di tangannya.
"Ada yang lo lupa Ai." Aini tampak terkejut.
"Masa?" dia membolak-balik notesnya. Selama ini ia adalah tipical orang yang sangat teliti. Tidak mungkin dia melupakan sesuatu.
"Gue belum makan siang." cengir gadis itu, membuat tangan Aini tergerak untuk menjitaknya.
"Awh." ujar Aylana menyeringai.
"Mau makan apa?" tanyanya.
"Tadi gue ada kuis, susah banget. Mumpung lagi stres kayaknya pingin makan berat deh. Gimana kalau hamburger ukuran jumbo terus es krim choco, sama strawberry." tawarnya langsung di gelengi oleh Aini sahabatnya.
"Lo itu model, kalau badan lo bengkak gimana?" tegurnya.
"Please." Aylana mengandalkan ekspresi memelas khasnya yang pasti tidak bisa ditolak oleh Aini.
"Oh ya, besok ada meeting sama sutradara buat film yang kemarin ditawarin sama kamu. Tema filmnya action romance, nanti kamu bakalan dipasangin sama Aksa Akeno."
__ADS_1
Ngiiiingggg...
"Awh!!" Jeana tiba-tiba mengalami tinnitus. Telinganya berdenging ketika nama Aksa di sebut. Ia memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Tubuhnya sedikit terhuyung.
"Kenapa Ayla?" tanya Aini cemas sambil memegangi sahabatnya itu.
"Aini, lepas! Biar gue gendong dia." sesosok pemuda tiba-tiba saja muncul dan langsung mengangkat tubuh Aylana ke dalam mobilnya yang berada tidak jauh dari posisi mereka berada.
"Lho, Kak Yudha." tegur Aini sambil berlari mengikuti langkah Yudha menuju mobil.
"Berapa kali sih harus dibilang buat jangan mancing ingatannya." gertak Yudha sebal setelah ia meletakkan tubuh Aylana yang tidak sadarkan diri di dalam mobilnya.
"Lho kok pingsan?" tanya Aini dengan raut wajah sedikit kesal.
"Makanya jangan bikin dia drop." Yudha membanting pintu mobil hingga membuat gadis itu terperanjat.
"Aini gak bahas soal Kak Yudha kok sama Jea." rengeknya membela diri.
"Itu apa? Masih manggil dia pakai nama Jea? Udah di bilang juga jangan!"
"Trus kenapa dia kayak gitu?"
"Cuma ngasih tau schedulenya aja kok." gadis itu menunjukkan notes di tangannya.
"Aksa?" Yudha merebut notes itu dengan kasar. Ia melihat jadwal pekerjaan terbaru Jea yang ternyata berhubungan dengan Aksa.
"Pasti karena ini" gumamnya.
****
Kilas Balik Satu Tahun Yang Lalu...
"Je, kasih aku kesempatan." Aksa mencegat Jea yang baru saja keluar dari pekarangan kampus.
"Kesempatan apa? Aku sekarang istri orang Sa." dia bahkan tidak lagi memanggilnya dengan sebutan kakak.
__ADS_1
"Udah sejauh itu ya, Je? Bahkan panggilan kamu pun berubah." jawabnya lesu.
"Aku rasa aku bebas mau manggil orang dengan panggilan apa aja. Toh, panggilan aku buat kamu sebelumnya juga gak spesial kan?" jawab gadis itu masih tak acuh.
"Sekali aja, sama seperti dia yang masuk di kehidupan kamu waktu kamu masih jadi istri aku. Kasih aku juga kesempatan yang sama."
Plakk!!!
Jeana mendaratkan tamparan yang cukup keras di pipi Aksa. Pemuda itu terkejut. Ia bahkan tak pernah meninggikan suaranya kepada Aksa sebelumnya. Ia hanya akan menangis dan meracau sebelumnya jika merasa kesal.
"Kamu pikir aku apa? Kamu camkan ini baik-baik!" dia menunjuk wajah Aksa dengan lantangnya.
"Kamu yang duluan buang kesempatan itu. Aku gak pernah khianatin kamu selama pernikahan kita. Aku justru dekat sama Yudha setelah perpisahan kita. Jauh setelah perceraian dan setelah masa idahku habis. Aku gak pernah khianatin kamu." tegasnya.
"Aku gak pernah cerain kamu Je." bela Aksa.
"Tapi kamu juga gak pernah cari aku. Dua tahun udah cukup sah bagi agama untuk menyatakan kita bercerai. Bahkan itu sudah melebihi batasnya. Dan asal kamu tahu Sa, aku baru menjalin hubungan dengan Kak Yudha itu setelah pertunangan kami. Dan itu adalah beberapa saat sebelum pernikahan. Aku gak pernah khianatin kamu."
Mereka berdua kini tengah berdebat di depan halte bus di depan kampus. Tempat yang cukup ramai. Tidak heran jika mereka berhasil menarik perhatian semua orang disana.
Tetapi belum sepenuhnya orang-orang menerka, bus yang ditunggu Jea pun datang. Mereka berkerumun masuk ke dalam bus itu sebelum penuh termasuk Jea.
Tapi lantaran begitu banyak nya kerumunan disana dan Jea terjepit diantaranya, Aksa menariknya mundur. Namun hal yang lebih buruk malah terjadi.
Ada sebuah sepeda motor yang berjalan begitu kencang dan menaiki trotoar. Ia memang tidak menyambar gadis itu. Tetapi, ia menyambar tas punggungnya hingga gadis itu ikut terseret lumayan jauh.
Badannya terserat di antara aspal dan trotoar. Dan naasnya tak ada yang berani menolong, karena laju motor itu yang begitu kencang. Motor itu baru berhenti setelah sekitar seratus meter.
Motornya tiba-tiba tumbang dan roboh ke arah gadis itu. Ada luka yang cukup lebar di bagian kakinya, karena ia yang mengenakan rok di atas lutut. Luka baret pun penuh di sekujur tangannya, terutama di telapak tangan karena dia berusaha menahan berat tubuhnya dengan sekuat tenaga mencoba berpegangan ke motor itu.
Kepalanya juga terbentur ketika motor itu jatuh ke arahnya dan pengemudi itu menindihnya. Kepalanya terbentur ke pinggiran trotoar. Lukanya cukup parah. Dan ia tidak sadarkan diri cukup lama.
Hasil penyelidikan membuktikan bahwa pengemudi itu berada di bawah pengaruh obat-obatan. Ban motornya di buat slip dan kecepatan motonya juga begitu tinggi hingga tidak bisa dikendalikan. Rem motor itu juga blong.
Ini adalah murni rekayasa. Setidaknya begitulah pihak kepolisian menyimpulkannya. Meskipun belum ada orang yang masuk ke dalam daftar tersangka. Tetapi bisa dipastikan bahwa sasarannya adalah salah satu dari orang itu.
__ADS_1
Jika bukan Jea, maka itu adalah orang lain yang ada disana. Bisa jadi Aksa atau salah satu dari penumpang itu dan semuanya masih menjadi misteri.