Vortice Di Vendetta

Vortice Di Vendetta
BAB 30 : Rencana Yudha


__ADS_3

Di luar dugaannya, Yudha benar-benar tidur dengannya malam itu. Atau lebih tepatnya tidur di kasur yang sama dengannya. Ia menepati janjinya. Pernikahan ini benar-benar sungguhan.


Yudha bahkan memangkunya seperti seorang pasangan. Yudha benar-benar romantis dan ia sama sekali tak menyangka itu. Semua terasa seperti mimpi.


Kilas balik Malam Pernikahan


(Sudut Pandang Yudha)


Ia mendengar semuanya. Ia mendengar sebetapa kejamnya tudingan Alicya kepada Jea dan dia tidak bisa menerimanya.


Karena itulah Yudha memutuskan untuk pergi. Ia akan kembali pada sosok Yudha sebelum mengenal Jea. Sosok anak kecil yang menakutkan.


Pada dasarnya Yudha tidak berniat menjualnya seperti gadis-gadis lain. Karena pada kenyataannya gadis itu juga tak memiliki keluarga yang akan terluka.


Ayahnya hanya mementingkan kekuasaan dan juga uang. Bahkan jika dengan menjual putrinya, dia akan mendapat keuntungan. Mungkin dia akan memilih pilihan itu sebagai opsi utama dalam hidupnya.


Sangat tidak menyenangkan bukan? Dan Yudha benci jika dia harus bekerja tanpa bersenang-senang.


Jika dia harus bersenang-senang maka harus dengan cara yang benar. Karena itu malam itu juga ia memutuskan untuk mengeksekusinya.


Berhubung gadis itu begitu kejam karena memancingnya untuk menyakiti Jea di malam pernikahannya. Maka ia juga harus menebusnya dengan air mata miliknya.


Yudha pun menghubungi salah satu orang kepercayaannya yang terkenal sebagai seorang psikopat **** gila. Dia memberinya pancingan berupa foto Alicya dengan pose tubuh yang hampir terekspose sempurna. Foto yang ia tunjukkan kepada Jea untuk memancing amarah gadis itu.


"Kau tahu, aku sudah memeriksanya. Dia bersih, dia belum pernah tersentuh sama sekali." pancing Yudha dengan tatapan penuh arti.


Pada dasarnya ia memang sudah mengawasi Alicya sejak lama. Ia memang seorang gadis terhormat. Ia hanya terlalu menggila-gilai Aksa hingga berani menjadi model seksi demi menggoda pemuda itu.


Alicya adalah sosok wanita terhormat yang menjatuhkan harga dirinya demi seorang pemuda. Jadi apa salahnya jika Yudha membuat bualannya menjadi nyata.

__ADS_1


Putri Mahkota dari Angel Magazine yang mendaki kariernya lewat ranjang seseorang.


Jika pada awalnya mereka menyangka bahwa gadis itu berada di puncak karier karena ayahnya, maka kali ini dia akan dikenal sebagai wanita murahan. Setidaknya begitulah Yudha akan menghancurkannya.


James, ia adalah seorang pemuda berusia tiga puluh tahun yang Yudha percaya menjadi Raja boneka di kerajaannya. Kerajaan gelap yang membawa namanya melambung sebagai pimpinan di dunia hitam.


Kedoknya adalah label majalah dewasa, 'HotStar Magazine', dan perusahaan itu sepenuhnya legal dan berizin. Majalahnya hanya dijual di kasino dan orang yang sudah masuk kategori dewasa.


Ia begitu lihai memainkan korbannya dan menjadikan mereka sebagai model terlebih dahulu sebelum akhirnya di pasarkan. Majalah itu berfungsi ibarat aplikasi belanja online di mana konsumen akan diberi pilihan untuk memilih barang belanjaan mereka beserta kualitas yang mereka inginkan.


James memegang posisi legal sebagai CEO disana. tetapi Yudha yang memegang kendali penuh. Bagi mereka yang sudah dekat dunia hitam, pasti akan mengerti bagaimana cara mereka bermain.


Yang berbahaya disana sebenarnya adalah Yudha bukannya James. Karena James hanyalah seorang Maniak **** yang ia ubah menjadi psikopat gila yang tak kenal ampun.


Bagi James **** adalah segalanya. Dan ia adalah tipe pemuda yang mudah bosan dan tak suka bermain dengan orang yang sama. Ia menyukai variasi dan terlebih sensasi.


Ia lebih suka menyakiti gadis polos tak berdosa dan bermain-main dengannya dibanding dengan bermain bersama j*l**g yang ia pikir membosankan.


"Kau tidak berniat menjualnya? ia terkenal, harganya akan sangat mahal." goda James.


"Kau tahu sendiri Bang, aku tak tertarik dengan uang. Aku hanya suka bersenang-senang." jawabnya sambil menyesap sebatang rokok yang diberikan James kepadanya.


"Lalu mengapa tidak kau saja yang bermain dengannya?" pemuda itu menggeleng.


"Jika aku akan menyentuh seorang wanita, maka itu hanyalah wanitaku." jawabnya percaya diri.


"Apakah karena kau sudah menikah? Apa kau begitu menyukainya? Kudengar dia sudah pernah menikah sebelumnya."


"Itu hanya pernikahan settingan. Dan dari yang aku dengar, ia bahkan meminta restu untuk menikahiku. Aku hanya benci jika wanitaku disentuh orang lain. Hanya aku yang boleh menyentuhnya." Yudha mematikan rokoknya setelah beberapa kali sesapan.

__ADS_1


Pada dasarnya ia memang tak pernah merokok. Ia hanya mencobanya karena James yang memberikan rokok itu kepadanya. Ia sangat menghargai James karena banyak hal yang telah pemuda itu lakukan untuknya.


"Kau tahu, ia begitu polos dan manis. Ia juga belum pernah tersentuh. Mantan suaminya sebelumnya hanya memperlakukan gadis itu sebagai sahabat."


"Kau yakin? Bukankah wajar bagi pria dan wanita yang tinggal satu atap untuk melakukan hal lebih?" pancing James.


"Aku mengikutinya dan memasang penyadap di kamar mereka. Aku yakin, tidak pernah terjadi apapun."


Pemuda itu menggeleng. Tetapi tubuhnya bereaksi berbeda. Ia tampak kesal dan meninggalkan James sendiri di balkon markas mereka untuk menikmati udara malam penuh bintang di pulau pribadi mereka.


James tahu bahwa pemuda itu terpancing. Tetapi ia justru merasa lebih tersentuh lagi karena lelaki itu masih mempercayai gadisnya. Yang itu artinya, ia sudah banyak berubah. Ia bukan lagi orang tak berperasaan seperti dahulu. Dan James mensyukuri hal itu.


Keesokan paginya..


"Kau sudah menyusun rencana?" James yang sedang bermain game di ponselnya pun dikejutkan dengan kehadiran Yudha yang tiba-tiba dan langsung menghambur melompat ke atas kasurnya.


"Aku sudah meminta orang membawanya ke hotel dan mendandaninya. Aku memancingnya dengan nama Aksa. Kau tahu apa yang terjadi Bang?" Yudha menghembuskan nafasnya kasar.


"Ia memilih lingerie berwarna merah atas keinginannya sendiri. Aku benar-benar merasa menyesal ketika mengatakannya adalah wanita baik-baik." ujar pemuda itu gusar.


"Tenang saja. Kau tahu itu adalah kesukaanku bukan? Lingerie berwarna merah menyala. Aku pasti akan bersenang-senang. Dan soal memainkan gadis murahan ketimbang gadis baik-baik, aku rasa ini adalah jalan untukku berubah dan berhenti menyakiti orang baik. Sama sepertimu, anggap saja ini jalan untukku bertobat." kekehnya geli.


"Taubat apa namanya jika pada dasarnya kau tetap memainkan seorang wanita." Yudha melemparnya dengan bantal.


"Atau haruskah aku bermain dengan pria?" James menatap Yudha penuh makna hingga membuat pemuda itu bergidik ngeri dan langsung berlari keluar kamar James dengan membanting pintu.


"Sial!" umpatnya sambil menyilangkan lengan di pundaknya pertanda merinding.


"Bagaimana bisa dia menggodaku seperti itu?" ujarnya menggidikkan bahu.

__ADS_1


Drtttt...drttt...


Ponsel Yudha bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk yang langsung dia jawab. "Cepat laksanakan!" titahnya dan langsung menutup kembali telepon itu dan berlalu ke kamar pribadinya.


__ADS_2