Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Kejutan Meriah


__ADS_3

Leonardo langsung menghampiri Claire yang diam seribu bahasa ketika melihatnya. Dia tidak menyangka wanita yang selama ini dia cari akhirnya ditemukan.


"Berhenti di sana!" tahan sekretaris Derulo.


"Kenapa? Bukankah saya harus menolongnya?" tanya Leonardo.


"Ya kau benar tapi yang boleh menyentuhnya adalah dokter pribadi Tuan Jason," balas sekretaris Derulo.


"Apa maksudnya Tuan, saya tidak mengerti?" tanya Leonardo takut.


"Cukup kau berdiri di sana dan bantu dokter Tuan muda." Leonardo tidak percaya yang dia dengar barusan.


"Ini lelucon Tuan. Saya seorang dokter untuk menolong pasien bukan hanya melihat," ucap Leonardo tidak terima.


"Kau membantah, Solah keluar dari sini. Orang sepertimu tidak berguna bagi Tuan Jason!" usir sekretaris Derulo.


"Baiklah saya akan terima." Leonardo menatap miris Claire yang bukan wanita dulu dia kenal.


"Bagus. Ingat di atas ada kamera pengawas memantau semua pergerakan mu ketika memeriksa Nona," peringat sekretaris Derulo.


"Pantas Claire tertekan ia tidak bisa bergerak sedikitpun. Aku harus bisa mengeluarkan ia dari sini," ucapnya dalam hati.


"Kau tidak mendengar ku?" sentak sekretaris Derulo lagi.


"Ya Tuan, saya mendengar," jawab Leonardo.


Leonardo menatap Claire pilu tidak menyangka wanita secantik yang dia kenal itu akan berakhir rusaknya psikologis ya.


"Claire, ini aku Rio," bisik ya.


"Jangan mendekat, kau pria jahat," usir Claire.


"Aku sahabatmu, Rio." Rio terus menyakinkan namun tidak berhasil.


Dokter pribadi Jason masuk sambil membawa obat lalu diberikan kepada Claire tanpa mengatakan apapun kepada Rio.


"Bukankah itu obat tidur dokter?" tanya Rio.


"Ya kau benar. Nona Claire mengalami insomnia baru-baru ini makanya psikologis ya terganggu," jawabnya.


"Apa tidak bisa Nona Claire di bawa jalan-jalan daripada ia ruangan ini terus?" Dokter pribadi Tuan Jason terdiam dia tidak bisa menjawab itu.


Hanya memeriksa Claire saja dia sudah bertaruh nyawa serta jabatannya sebagai direktur rumah sakit.

__ADS_1


"Kalau kau masih ingin kerja, jangan banyak bertanya dan bicara. Cukup kau lihat itu katakan." Setelah mengatakan itu dokter tersebut out dari sana.


"Ini semua karena Larisa dan ibu ya. Andai dulu aku tidak telat Claire tidak akan pernah mengalami ini." Pelayan yang selalu setia melayani Claire masuk membawa pakaian ganti.


"Tuan, anda silahkan keluar dari sini karena jam kerja sudah selesai." Rio terperangah mendengar ucapan pelayan tersebut.


"Baik. Saya titip Nona Claire kepada kalian," ucapnya lalu keluar.


"Titip? Memangnya dia siapa berani mengatakan itu?" decak pelayan tersebut.


Jason memperhatikan Rio balik layar monitornya, kedua bola matanya menyipit gesture tubuhnya sedang berinteraksi dengan Claire.


"Aku yakin pria ini memiliki hubungan dengan Claire," gumam Jason.


"Tuan, saya sudah menempatkan dokter Leonardo ke kamar tamu," ucap sekretaris Derulo.


"Kau tidak mengenal pria ini, Derulo?" tanya Jason.


"Dia hanya seorang pegawai di rumah sakit anda Tuan muda," jawab sekretaris Derulo.


"Bukan itu, lihat ini!" tunjuknya.


"Saya tidak melihat hal yang mencurigakan Tuan?" Jason memberikan sentuhan ke kepala sekretaris Derulo.


"Bagaimana bisa? Saya sudah cek detail mengenai pria ini Tuan?" pekik ya.


"Kali ini aku ampuni Derulo," decak Jason.


"Apa rencana anda Tuan hal ini?" Jason tersenyum lebar soal rencana dia akan mengatur sedemikian rupa.


"Tetap ikuti permainanku Derulo dan kau akan merasakan apa yang kurasakan," ucap Jason dingin.


Derulo merinding mendengar perkataan Jason, kali ini dia tidak banyak ikut campur masalah Claire.


"Semoga Tuan tidak terjebak dalam permainan ini," batin sekretaris Derulo.


Satu Minggu berlalu Rio belum bisa melakukan sesuatu kepada Claire. Hubungan mereka berdua bahkan tidak bisa dekat karena jarak selalu dibuat oleh kedua pelayan.


"Kau melihatnya Derulo. Dia ingin sekali mendekati Claire," ucap Jason setelah kembali dari perusahaan.


"Leonardo alias Rio mereka berdua adalah sahabat semenjak mereka berdua sama-sama menimba ilmu kedokteran Tuan," balas sekretaris Derulo.


"Aku tidak peduli soal pendidikan mereka berdua. Tapi aku puas melihat mereka berdua menderita Derulo. Jesy pasti bahagia melihat yang kulakukan ini." Jason tertawa terbahak-bahak bagaikan orang yang tidak waras.

__ADS_1


"Anda yang perlu diperiksa dokter Tuan bukan Nona Claire." Sekretaris Derulo melihat Rio dan Claire sejenak lalu masuk ke dalam mengikuti Jason.


Claire kembang ke kamar namun ia melihat Jason sedang menunggu dirinya. Rio bingung dengan situasi yang di hadapannya saat ini.


"Apa yang ingin dilakukan pria ini lagi?" batin Rio.


"Layani aku dan kau pergi dari sini!'' usir Jason.


"Tapi saya harus memeriksa Nona Claire, Tuan," tolak Rio.


"Kau lupa dengan aturan pertama?" Rio seketika menciut melihat tatapan Jason yang memerah.


"Baik Tuan." Rio terbelalak melihat Claire sudah polos di hadapan Jason.


Pikirannya berkenala kemana-mana seketika dunianya runtuh. Napasnya naik turun hingga dia begitu sulit bernapas kalau menoleh ke belakang.


"Kau, kontrak sudah tidak berlaku lagi silahkan pergi dari sini! Soal kerugian jangan khawatir di dalam ada cek cukup buat selama hidupmu*" ucap sekretaris Derulo sambil melemparkan kertas tipis itu.


"Apa? Kontrak sudah habis? Tuan ini tidak adil mohon dikaji ulang agar saya bisa kembali berkerja dengan Tuan Jason," pinta Rio.


"Pengawal bawa pria ini keluar!" perintahnya.


"Jangan! Saya mohon Tuan jangan lakukan ini karena Nona Claire masih membutuhkan pertolongannya medis," mohon ya.


Rio berakhir balik gerbang besi yang menjulang tinggi dia hanya bisa menatap dari kejauhan. Air matanya tumpah mengingat Claire di dalam sana sedang melayani Jason.


"Aku gagak menolongmu Claire. Waktu yang begitu singkat mempertemukan kita namun takdir masih belum berpihak," tangisnya.


Suara jeritan memenuhi ruangan itu Claire berada di puncak bersama dengan Jason. Mental yang belum pulih tidak mengindahkan prihatin kepada Claire.


"Oh Claire kau benar-benar wanita berkelas. Walaupun kulitmu tidak sempurna tapi pelayanan mu begitu memuaskan. Minum ini!" seperti biasa Jason langsung meninggalkan Claire.


"Obat? Tiap hari aku meminumnya?" Claire menertawakan dirinya sendiri.


Mental yang hampir rusak namun dengan cepat dokter pribadi Jason mengembalikan itu semua. Harga yang fantastis tidak membuatnya bangkrut hanya seorang wanita.


Claire sama sekali tidak mengingat Rio pernah ada di sampingnya kemarin. Kehidupannya kembali ia jalani seperti biasa melayani Jason lalu minum obat.


"Kau sudah mengembalikan dia ke asalnya?" tanya Jason kepada sekretaris Derulo.


"Ya Tuan. Saya sudah menempatkan pengawal pribadi mengintai pergerakannya," jawab sekretaris Derulo.


"Babak yang sebenarnya akan terjadi. Larisa, ibunya, Claire dan Rio mereka berempat akan mendapatkan kejutan meriah dariku." Jason tertawa terbahak-bahak membayangkan itu semua terjadi secepatnya.

__ADS_1


"Tuan banyak sekali berubah semenjak mengenal Nona Claire," batin sekretaris Derulo.


__ADS_2