
Claire masih betah diam seribu bahasa tidak mau mengeluarkan suaranya hingga Jason langsung membawa tubuh lemah itu masuk ke dalam pelukannya.
"Kalau kau tidak memaafkan aku secepatnya surat perceraian akan sampai ke tangannya." Kedua bola mata Claire berkaca-kaca bulir bening langsung lolos begitu saja.
"Apa anda begitu niat ingin berpisah denganku, Tuan?" Jason langsung melepaskan pelukannya dia begitu terkejut mendengar suara Claire.
"Maksudku kalau memang itu yang kamu inginkan aku akan penuhi secepatnya." Claire memukuli Jason perasaannya begitu hancur melihat pria di hadapannya ini begitu lemah.
"Kau jahat, pria lemah." Jason menerima itu semuanya dia tidak sama sekali tidak merasakan sakit.
"Aku mencintaimu Claire." Claire langsung menghentikan tangannya dari punggung Jason ia semakin menangis mendengar pengakuan itu.
"Jahat! Kalau aku menolak bagaimana?!" tanyanya lirih.
"Anak-anak akan jatuh ke dalam pelukanku." Jason benar-benar pasrah kalau Claire akan meninggalkannya.
"Aku ingin bertemu dengan anak-anak!" ucapnya pelan.
"Kita saat ini berada di luar daerah Claire, anak-anak saat ini berada di rumah aku buat karena tidak baik mereka selalu di rumah sakit," terang Jason.
"Bawa aku ke sana, sudah lama mereka tidak merasakan kasih sayang seorang ibu." Jason sakit mendengar ucapan istrinya itu karena ulah nya keluarga kecil yang hampir dia bina retak.
__ADS_1
"Aku bicara dulu kepada dokter karena kesehatanmu baru saja kembali pulih." Jason langsung meninggalkan tempat itu tanpa menunggu jawaban.
"Menyebalkan," dengus Claire.
Tidak lama kemudian dia kembali bersama dengan dokter beserta dengan perawat. Jantungnya semakin berdebar karena tatapannya saling beradu.
"Kalian periksa istriku karena ia ingin meninggalkan rumah sakit ini!" perintah Jason.
"Baik Tuan," jawab mereka serentak.
Claire semakin grogi dokter kembali memasukkan obat ke alat inpus ya.
"Hanya itu? Tidak ada yang lain?" tanya Jason lagi.
"Ya Tuan, semua baik-baik saja," jawab ya cepat.
"Kalian semuanya keluar dari ruangan ini," usir Jason.
Claire terperangah mendengar wajahnya seketika memerah karena malu para dokter menatap wajah ya. Desakan Jason mengharuskan mereka meninggalkan ruangan tersebut.
"Kenapa kau mengusir mereka seperti itu?" tanya Claire tidak suka.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda sayang." Claire tersipu Jason baru saja memanggil dirinya sayang.
"Baik tuan, izin nona," pinta dokter dokter sama sekali tidak menemukan sakit apapun dalam tubuh ya.
Sementara itu Claire semakin lama mulai memejamkan kedua bola matanya karena pengaruh obat. Jason tersenyum tipis melihat wajah damai Claire yang begitu cantik.
''Aku benar-benar tulus minta maaf kepadamu Claire, kalau bukan karena dirimu hidupku pasti akan berantakan,'' batin Jason.
Waktu yang ditentukan dokter berlalu begitu cepat hingga Claire sudah siap untuk kembali ke rumah dimana ia dulu tersiksa karena perbuatan Jason.
Pandangannya menyapu seluruh ke rumah tidak ada yang berubah sedikit pun selama ia meninggalkan tempat ini.
Suara tangisan bayi membuyarkan lamunannya hingga Claire langsung masuk ke dalam tergesa-gesa.
"Jangan lari seperti itu Claire, nanti kau terluka?!" pekik Jason.
Namun Claire sama sekali tidak peduli karena baby-nya saat ini membutuhkan dirinya.
"Nona muda?!" para pelayan kaget melihat wajah Claire dan paling kagetnya mereka terbelalak Jason tiba-tiba saja menggendong sampai ke kamar.
"Turunkan aku bodoh! Anak-anakku menangis?!" teriak Claire sambil memukuli punggung Jason.
__ADS_1