
Jason merasa begitu bosan sekali berada dalam mobil sambil memperhatikan keluar.
''Derulo, mampir di depan sana!" tunjuk Jason.
''Tuan yakin makan di sana?" tanya sekretaris Derulo tidak yakin.
''Lakukan yang kukatakan, Derulo!" tekan Jason.
''Baik Tuan,'' jawab sekretaris Derulo cepat.
Jason turun dari mobil mewahnya semua pandangan pengunjung mengarah ke arahnya tanpa mengedibkan mata.
Ketampanan Jason mampu menghipnotis para kaum hawa bahkan mereka sampai melupakan para suami yang kesal melihat wanitanya menatap kagum Jason.
''Nasi campur pedas satu porsi,'' ucap Jason datar.
''Baik Tuan,'' jawab ibu tersebut.
''Tuan memang benar-benar ampuh membuat para wanita klepek-klepek,'' tawa sekretaris Derulo.
Padahal Jason adalah pelanggan yang terakhir namun bisa mendapatkan yang utama. Pengunjung banyak bergeser membiarkannya duluan dilayani.
''Dua puluh ribu Tuan,'' ucap ibu itu.
''Ambil saja kembaliannya.'' Jason meninggalkan tempat itu lalu kembali masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
''Pria paket komplit.'' Ibu itu mengucap syukur karena uang yang diberikan Jason nilainya begitu tinggi.
''Bu, mana pesanan kami?!" teriak para pelanggan setelah Jason sudah meninggalkan tempat tersebut.
''Ah ia maaf, terlalu terlena melihat ketampanan calon suamiku.'' Semua pengunjung bersorak tidak terima Jason dikatakan calon suami.
Sementara itu sekretaris Derulo tidak habis pikir melihat Jason begitu lahap habiskan nasi campur tersebut.
''Tuan, beberapa hari ini anda makan nasi,'' ucap sekretaris Derulo.
''Kenapa memangnya kalau aku mau makan nasi, Derulo?" tanya Jason sama sekali tidak memperdulikan ucapan sekretaris Derulo.
''Anda tidak merasa aneh Tuan semacam naik berat badan?" tanya ya lagi. Jason menghentikan sendok sambil melihat perutnya yang mulai mengembang.
''Sejak kapan perutku jadi seperti ini?" pekiknya tidak terima.
''Bagaimana?" tanya Jason panik.
''Hanya naik sekilo Tuan,'' jawab dokter tersebut.
''Oh, sekilo,'' ucapnya tenang.
''Kalau Tuan tiap hari makan seperti tadi dalam satu minggu bisa naik dua kali lipat,'' lanjut dokter tersebut.
''Apa?! Tapi saya menyukai makanan itu bagaimana?" tanya Jason lagi.
__ADS_1
''Tuan bisa mengkonsumsi obat ini untuk mengurangi berat badan.'' Jason menerima.
''Tidak mengandung efek samping?" Jason tidak mau asal mengkonsumsi obat karena jera.
''Tidak Tuan, asal anda rutin meminumnya.'' Jason mengangguk mengerti lalu keluar dari rumah sakit.
''Tuan yakin tetap makan makanan seperti tadi?" tanya sekretaris Derulo.
''Ya, sekarang aku mengerti kenapa perubahan ku seperti ini. Claire, ia pasti mengandung anakku Derulo dan yang kualami adalah buktinya,'' lirih Jason.
''Maaf, seandainya Tuan bertemu dengan Nona hal apa yang anda lakukan nantinya?" tanya sekretaris Derulo dengan hati-hati.
''Aku juga tidak tahu Derulo. Dulu aku sama sekali tidak menginginkan ada anak dalam hidupku. Sepertinya aku sedang kena hukum karena menolak rejeki yang sudah aku tanam.'' Jason menatap keluar memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.
''Tuan belum sepenuhnya mengaku salah,'' batin sekretaris Derulo.
Sebuah mobil pribadi berhenti tepat di pintu masuk ke rumah sakit milik Jason. Sekretaris Derulo tidak sengaja melihat orang yang turun dari mobil tersebut.
''Tuan, Nyonya Ria ada di sini,'' tunjuk sekretaris Derulo.
''Sedang apa dia di sini?" tanya Jason heran.
''Saya baru ingat Tuan kalau rumah sakit anda dan miliknya ternyata bekerjasama sudah satu tahun ini,'' lapor ya.
''Kenapa kau tidak mengatakan itu tadi bodoh?!" pekik Jason lalu pergi menghampiri ibu Ria.
__ADS_1
''Aku lagi yang salah,'' gerutu sekretaris Derulo.