
Claire mengalah tinggal untuk sementara ini di vila jauh dari keramaian. Ia juga bisa tenang tanpa ada yang menganggu penampilan ya sudah berbadan dua.
Ibu Ria pamit kembali ke kota karena pekerjaannya tidak bisa tinggal terlalu lama.
"Aduh?!" teriak Ibu Ria.
"Kenapa kak?" tanya Jesy sambil mengusap jidatnya yang terbentur.
"Kakak juga tidak tahu, ayo kita turun!" Jesy mengangguk mengerti.
"Maaf saya tidak sengaja," ucap ibu Ria.
"Ibu tidak apa-apa kan?" tanya Jason
"Oh My God?! Bukankah pria ini Jason Monta suami Claire Danes?" pekik ibu Ria.
"Ibu tidak apa-apa?" tanya Jason lagi.
"Dia lembut bukan seperti yang dikatakan Rio dan Claire?" tambahnya.
"Ibu bisa dengar kita tidak?!" teriak Jesy sampai telinga ibu Ria sakit.
"Maaf saya tidak sengaja melakukannya, tadi ada anak kecil lewat begitu saja makanya mobil kena banting ke arah kalian," ucap ibu Ria panik.
"Tidak apa-apa Bu. Saya juga melihatnya tadi dan semua ini tidak sepenuhnya salah ibu. Oh ya, apa ada yang terluka, bagaimana kalau ke rumah sakit memeriksa agar hal yang tidak diinginkan terjadi nanti." Jesy tercengang mendengar ucapan Jason.
"Yang luka siapa dan di bawa ke rumah sakit siapa?" tanya Jesy sambil garuk-garuk kepala.
"Bu, anda mendengar saya?" tanya Jason lagi kesabarannya benar-benar teruji hari ini.
"Oh ya saya baik lalu kalian bagaimana?" tanya ibu Ria gugup.
__ADS_1
"Baik Bu," jawab Jason.
"Saya terluka Bu," jawab Jesy.
"Apa? Di mana kau terluka? Kenapa tidak bilang dari tadi?" pekik Jason sambil menyapu Jesy dari atas sampai ke bawah.
"Hanya sakit hati kak," cengir ya.
"Rasakan ini!" Jason mencapit telinga Jesy karena sudah mempermainkan dia.
"Ampun kak, Jesy tidak akan ulangi lagi," pintanya.
"Minta maaf kepada ibu ini cepat!" ucap Jason lagi.
"Baik tapi lepaskan dulu telingaku," protesnya.
"Adik saya ada kelainannya jadi maklumi saja ya, Bu," ucap Jason halus.
"Saya mengerti. Oh ya, soal kecelakaan ini saya akan tanggung jawab!" seru ibu Ria.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi maaf sudah membuat kekacauan. Ini kartu nama saya kalau ada sesuatu yang terjadi." Jason menerimanya.
"Dokter Ria Dameria," ucapnya.
"Ya, saya bekerja di rumah sakit Rida," tambahnya.
"Oh baiklah saya akan berkunjung kalau ada waktu." Ibu Ria mengangguk mengerti lalu mereka berpisah.
"Kenapa kakak tidak minta tanggung jawab?" protes Jesy.
"Bodoh! Jangan pernah terlihat penghisap Jesy walaupun kau memiliki segalanya. Tunjukkan kalau kau itu adalah orang yang baik bukan kebalikannya." Jesy tersedak mendengar ucapan Jason barusan.
__ADS_1
"Apa termaksud dengan Claire?" tanya Jesy.
Jason langsung masuk ke dalam mobil karena dia lupa dengan Claire seketika apa yang dia katakan itu tidak berguna.
"Semua karena kau Claire sekarang Jesy mengejekku," umpatnya.
Jesy tertawa mendengar perkataan Jason akhirnya mereka meninggalkan pusat perbelanjaan. Beda dengan ibu Ria memilih berhenti di taman kota karena masih syok melihat wajah Jason.
"Dunia ini sempit sekali," ucapnya tidak percaya.
Kagetnya lagi ponselnya berdering ternyata Rio tidak sabar menunggu kabar ibu Ria.
"Halo ibu," ucap Rio.
"Ya nak, ada apa?" tanya ibu Ria berusaha tetap tenang.
"Ibu sudah sampai atau belum?" tanya Rio lagi.
"Sudah nak, nanti ibu telpon lagi ya ibu dipanggil," tambah ibu Ria.
"Baik Bu." Rio menghela napas akhirnya kembali masuk kembali ke dalam.
"Kak, bisa besok beli buah jeruk," pinta Claire.
"Ya, sudah larut tidur ya udara dingin nanti kau masuk angin," bisik Rio.
"Ya kak," balas Jason.
Rasa canggung terjadi hingga Rio merasa kikuk dengan suasana yang terjadi.
"Kak, bisa temani aku malam ini?" ucap Claire pelan.
__ADS_1
"Kenapa memangnya?" tanya Rio berpura-pura tidak mengerti.
"Aku belum bisa beradaptasi kak," ucapnya.