
Jason tampak berpikir panjang pada akhirnya langsung mengiyakan dan mereka berdua menuju ke ruangan anak-anak.
"Aku harap Claire bangun setelah mendengar suara anak-anak," gumam Jason.
"Claire cepatlah bangun kamu tidak mau mendengar kisah ku?" kesalnya.
Untuk memastikan anak-anak bisa satu ruangan dengan Claire, Jason meminta persetujuan kepada dokter.
"Bisa Tuan, mungkin dengan ini mudah-mudahan keajaiban terjadi," ucap dokter tersebut.
"Ya, semoga saja," balas Jason.
Mereka berdua langsung membawa kedua baby dan diletakkan tempat di samping Claire. Jason memandangi ketiganya mereka adalah cinta yang harus diperjuangkan.
"Bantu Daddy ya sayang," bisik Jason kepada kedua baby ya.
Setelah mengatakan itu anak-anak merespon menggeliat tubuh kecilnya. Jason tersenyum kecil terbit melihat anak-anaknya mendengar ucapan dia.
"Kak semakin lama mereka berdua mirip Claire ya," ucap Jesy.
"Ya, untung mereka mirip kepadanya karena selama ini hanya Claire yang merawat mereka selama sembilan bulan ini," lirihnya.
__ADS_1
"Jesy tahu kakak juga menjaga mereka dalam doa." Jason geleng-geleng kepala lalu menyentuh tangan kecil baby girl.
"Lembut sama seperti mami kalian," ucapnya penuh haru.
Dibalik itu semua ibu Ria memperhatikan mereka dari pintu perasaannya semakin teduh. Apa yang dipikirkan tentang Jason berbalik pada kenyataannya pria itu berhati lembut.
"Baiklah Claire, ibu sudah bisa meninggalkanmu di sini bersama keluarga barumu. Lain waktu ibu akan mengunjungimu lagi karena sampai sekarang Rio tidak pernah menunjukkan dirinya lagi semenjak kau koma," batin ibu Ria.
Jason merasa lebih baik daripada sebelumnya semuanya berkumpul dalam satu ruangan. Memperhatikan kedua baby yang sudah bangun namun mereka berdua bermain-main.
"Ini susu ya kak!" Jason menerima lalu memberikan kepada putri kecilnya itu.
"Habiskan ya sayang nanti mami marah lho," bisik Jason.
"Bagaimana keadaan dokter Rio ya? Kenapa aku tiba-tiba memikirkan pria itu? Dia kan arogan?" dengus ya.
"Kau kenapa, Jesy?" tanya Jason tidak sengaja memperhatikan wajah kesal Jesy.
"Kakak tahu dokter Rio?" Wajah Jason langsung berubah tidak suka mendengar nama Rio.
Karena pria itu hubungannya dengan Claire harus memiliki batasan selama ini.
__ADS_1
"Kenapa dengannya?" tanya Jason dingin.
"Dia kemarin aku lihat terluka namun setelah itu tidak pernah lagi terlihat apalagi bekerja di sini kak?" ucapnya. Kebetulan rumah sakit tempat Claire di rawat milik ibu Ria.
"Oh dia terluka," balas Jason biasa saja.
"Seperti ya kakak tidak menyukai dokter Rio?" tanya Jesy penasaran.
"Ya, dia memisahkan aku dan Claire," balasnya kesal.
"Ayolah kak mengalah sedikit kenapa? Dokter Rio memiliki alasan melakukan itu karena Claire dulu mendapatkan perlakuan yang tidak adil darimu." Rahang Jason mengeras adik ya telah membela pria yang dia benci itu.
"Kalau kau kasihan kepada pria itu ketimbang kakak lebih baik keluar dari ruangan ini!" sentak Jason.
"Kakak menyebalkan," ujar Jesy lalu langsung meninggalkan ruangan tersebut kecewa.
"Dia benar-benar marah? Jesy kau memang tidak mengerti apa yang kata kakak barusan," dengus ya.
Jesy jalan sampai ke pintu keluar menggerutu tidak jelas karena masih kesal kepada Jason.
"Awas saja ya kak kalau Claire siuman hal pertama yang harus dilakukan adalah diam," kesal ya.
__ADS_1
"Bukannya wanita itu Nona Jesy?" tanya salah satu pengunjung.