
Untuk sesaat Jason menimbang apa yang telah dikatakannya kepada Jesy. Dia membuang napas kuat masalahnya semakin rumit.
Dia menatap wajah Claire yang begitu adem perasaannya semakin tidak karuan begitu banyak kesalahan tidak bisa diampuni.
"Kalau kau tidak bangun, aku akan membawa anak-anak rumah," ancam Jason.
Kedua baby justru menangis mendengar ucapan Jason merasa tidak rela meninggalkan Claire seorang diri di rumah sakit.
"Kalian menangis hanya kukatakan seperti itu?" tawa Jason merasa terhibur melihat anak-anak langsung diam.
Berbeda dengan Jesy memilih kembali ke rumah karena terlalu sesak terus berada di rumah sakit. Di perjalanan dia melihat Rio duduk-duduk sendirian di taman.
"Pria menyebalkan kenapa di sana sendirian?" tawanya.
Jesy menghentikan mobilnya tidak jauh dari Rio karena ingin bicara soal kemarin. Namun langkahnya berhenti karena seseorang telah menghampiri Rio.
"Rio?! Mau apa kau menemaniku di sini?" tanya Larisa.
Ya, yang menemui Rio adalah Larisa setelah berhasil melakukan transaksi terhadap Claire kehidupannya jauh berbeda daripada sebelumnya. Larisa tiba-tiba menjadi wanita glamor banyak orang tidak menyangka terhadapnya bisa berubah drastis.
"Claire, saat ini Claire koma di rumah sakit," ucap Rio sambil menatap wajah Larisa yang penuh dengan make up.
__ADS_1
"Lalu, apa hubungannya dengan ku?" tanya Larisa tidak suka.
"Semua ini terjadi karena kau, Larisa." Rio menarik kerah pakaian Larisa.
"Lepaskan Rio?! Aku tidak peduli apa yang terjadi dengan Claire karena ia wanita yang menyusahkan." Larisa mengempeskan tangan Rio indah membuat pria itu hampir terjatuh.
"Aku tidak peduli mengenai tentang ya." Larisa sekali tidak memperdulikan Claire langsung meninggalkan Rio di taman.
Tanpa mereka berdua sadari Jesy menyimak obrolan mereka berdua.
"Semua karena Claire?" gumamnya pelan.
"Hubungan apa Claire dengan wanita tadi?" ucap sambil fokus menyetir.
Setibanya Jesy langsung bergegas menuju ke kamar tubuhnya terasa lelah selama menjaga anak-anak.
"Ah nyaman sekali," ucapnya sambil memejamkan mata.
Sudah lama tidak menempati kamar Jesy Akhirnya terlelap dalam tidurnya padahal waktu masih siang.
Di rumah sakit Jason cukup kewalahan mengurus kedua baby yang begitu rewel. Tidak ada Jesy, semua pekerjaan diambil alihnya walau menemaninya.
__ADS_1
"Tuan baby boy sepertinya menginginkan anda," balas Jason lalu dia meraih anak masuk ke dalam pelukannya. Setelah mengurus anak-anak cukup melelahkan karena waktu, tenaga dan pikiran terkuras.
Jason memperhatikan wajah damai Claire masih betah tidur namun tiba-tiba kedua bola matanya terbelalak melihat Claire tenyata sudah menunjukkan kesadarannya.
"Claire?! Hei kamu mendengarku?" panggil Jason sambil tekan tombol darurat agar dokter segera masuk ke dalam.
"Ada apa, Tuan?!" tanya sang dokter begitu panik mendengar suara darurat.
"Istriku tadi bergerak, kalian harus memeriksanya!" ucap Jason.
"Baiklah Tuan, kami akan memeriksa ya." Jason kali ini berharap Claire bangun dari tidur panjangnya.
"Claire bangunlah, lihat anak-anak juga antusias menunggu mu," batin Jason dalam hati.
"Tuan, tidak ada yang terjadi kepada Nona," ucap sang dokter.
"Tapi tadi Claire menunjukan kalau ia sudah sadar," balas Jason tidak terima.
"Itu hal biasa Tuan, berdoa saja agar Nona benar-benar bangun dari tidur panjangnya," tutur dokter tersebut.
Jiwa raga Jason melemah tadinya dia berharap Claire bangun namun hanya mimpi.
__ADS_1