Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Kena Gombal


__ADS_3

Claire senang mengelilingi rumah sakit milik ibu Ria, para pekerja rumah sakit pun ramah kepdanya.


"Kalau lelah istirahat ya," ucap Rio mengingatkan.


"Ya kak," balasnya.


Claire memperhatikan pengunjung banyak belum diperiksa. Perasaannya sakit karena tidak bisa menolong padahal jiwa dokternya membara ingin membantu.


"Claire, jangan berpikiran yang tidak-tidak ya," ingatkan Rio karena dia melihat tatapan mata Claire yang sendu.


"Tapi aku ingin kembali seperti dulu kak," liriknya.


"Tidak sekarang. Kamu fokus dulu ya dengan baby, kalau sudah lahiran kakak akan memikirkannya lagi," ucap Rio tenang.


"Kak, aku masih kuat bekerja hanya saja kalau di rumah tidak tahu apa yang mau kerjakan," balasnya.


"Kakak tahu tapi ingat di sini keponakanku sedang tumbuh." Rio tidak sengaja mengusap perut rata Claire.


Claire merasakan getaran usapan tangan Rio yang begitu lembut namun semakin lama kenyamanan itu timbul.

__ADS_1


"Nak, baik-baik di sana ya karena sebentar lagi kita akan bertemu," bisik Rio.


"Ya Tuhan, apa aku salah selama ini tidak menginginkan anak dalam kandunganku?" batin Claire sambil mengusap wajahnya karena air mata tanpa diundang telah lolos beberapa butir.


Rio mendongakkan kepalanya dia merasa bersalah karena melakukan itu tanpa persetujuan Claire.


"Claire, maaf ya kakak tidak sengaja melakukannya," ucap Rio gagap.


"Santai saja kak, aku tidak apa-apa kog," balas Claire.


"Rio, Claire sudah puas berkeliling ya?" Ibu Ria tiba-tiba sudah berada di belakang mereka berdua.


"Ya Bu sudah, tadi kami melihat-lihat pengunjung di sana," tunjuk Rio.


"Ada kendala kah, Bu?" tanya Claire.


"Ya, perusahaan yang bekerja sama dengan ibu saat ini belum mendapatkan respon. Tapi kalian jangan khawatir kalau tidak ada jawabannya ibu akan melakukan cara apapun supaya mereka bisa segera dapatkan pengobatan gratis," tambahnya


"Maaf ya Bu, andaikan Claire tidak seperti ini tenagaku pasti bisa meringankan beban ibu," ucap Claire pelan.

__ADS_1


"Hei, jangan bicara seperti itu nak. Ibu curhat bukan berarti kalian harus bekerja keras di rumah sakit ini. Rencana ini masih progam jadi jangan terlalu khawatir ya." Ibu Ria tertawa kecil lalu menarik mereka ke parkiran karena tugasnya sudah selesai begitu juga dengan Rio.


Sepanjang perjalanan Claire kepikiran rencana ibu Ria yang begitu mulia.


"Aku harus berguna dan bisa membalas kebaikan ibu Ria tapi dengan cara apa? Claire kau hanya beban tidak ibu, Larisa, kak Rio dan pria gelap," batinnya.


Sampai di rumah ibu Ria langsung meninggalkan Claire dan Rio rumah baru mereka. Tinggal di desa tidak membuat kenyamanan untuknya apalagi Jason sudah menyebarkan wajahnya ke seluruh penjuru.


"Istirahatlah besok kita jalan-jalan ke taman, kau mau kan?" ucap Rio halus.


"Kakak tidak kerja?" tanya Claire.


"Setengah hari. Kakak tidak mau habiskan waktu tidak berguna kecuali dirimu," goda Rio sambil tertawa kecil.


Wajah Claire memerah karena mendapatkan godaan Rio, ntah kenapa ia begitu merona tiap kali kena gombal.


"Kak, aku mau istirahat," alihnya.


"Baiklah! Baby baik-baik di sana ya," bisik Rio lalu pergi.

__ADS_1


"Kak Rio sepertinya menyukai baby ini," batin Claire lalu ia mengusap perutnya pelan-pelan. Namun tiba-tiba ia teringat dengan Jason serta kelakuannya yang tidak bisa dilupakan.


"Jason?!" ucapnya sambil menatap lurus ke depan.


__ADS_2