Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Tamu Spesial


__ADS_3

Beberapa Minggu sudah berlalu kehidupan yang di jalani Claire tetap dan tidak ada berubah. Suara deru mobil tidak asing terdengar di parkiran khusus milik keluarga Jason Monta.


"Di mana, Jason?" tanya wanita paruh baya itu.


"Tuan sedang istirahat di atas Nyonya Meneer," jawab kepala asisten rumah tangga.


Nyonya Meneer naik begitu elegan namun kesombongan terlihat begitu jelas hingga dia cap sebagai ibu bawang merah.


"Jason di mana kau?" panggil Nyonya Meneer.


"Mami?!" pekiknya lalu beranjak dari tempat tidur.


"Jason, apa yang kau lakukan dengan wanita itu?" teriaknya.


"Mami jangan berisik, tunggu Jason di luar," usir Jason.


"Kau harus menjelaskan sekarang Jason tentang wanita yang kau tiduri itu?!" teriaknya lagi.


Pintu kena tutup dengan rapat Jason mengusap wajahnya berulang kali. Claire hanya bisa diam sambil memeluk tubuhnya yang bergetar.


"Jangan keluar sebelum kuperintahkan!" ucapnya.


"Ya," jawab Claire singkat.


Jason mengenakan piyama menemui Nyonya Meneer pandangan mereka berdua bertemu begitu sengit.


"Jason, di mana wanita itu?!" tanya Nyonya Meneer dingin.


"Jangan ganggu wanitaku mami," ucapnya lalu duduk.


"Kau sudah menyakiti Jesy. Tega sekali kau Jason!" tambah Nyonya Meneer sambil memukul-mukul punggung Jason.


"Mami hentikan! Jesy bahagia melihatku seperti ini, penderitaan yang dialami dulu sudah terbalaskan." Nyonya Meneer terpengarah mendengar ucapan Jason.


"Bodoh! Bagaimana bisa aku melahirkan anak seperti ini?!" tangisnya.


"Jangan khawatir mami, wanita itu dalam naunganku ia tidak bisa lari dari genggamanku," tambahnya.


"Bukan itu yang mami maksudnya Jason tapi kau sudah merusak tubuhmu hanya karena wanita. Mami akan menyeretnya keluar biar ia tidak dekat-dekat dengan anak mami." Nyonya Meneer langsung berdiri namun dicegah Jason.


"Jason akan menikahinya mami jadi jangan mengusirnya." Kedua bola mata Nyonya Meneer terbuka lebar seketika lehernya tegang.


"Mami lebih baik hilang dari muka bumi ini daripada melihat kalian dua menikah." Jason menarik rambutnya kuat melihat kepergian Nyonya Meneer.


Claire tidak sengaja mendengar semua obrolan Jason dan ibunya. Ia tidak menyangka kalau pria yang selama ini membuatnya terluka ingin menikahinya.

__ADS_1


"Dia pria yang tidak waras," tawanya.


"Siapa yang tidak waras?" suara bariton mengagetkannya langsung mundur karena tidak mau dapatkan perlakuan tidak adil.


''Saya tidak mengatakan apapun,'' elaknya.


''Ingat kau itu hanya wanita yang sudah ku beli dari ibu dan saudaramu yang rakus uang. Aku tidak tahu kau juga nanti seperti mereka setelah kita dua menikah," ucap Jason.


"Apa menikah?!" Claire menutup mulutnya.


"Jangan senang dulu. Hanya pernikahan penebus hutang," tambahnya.


"Ya Tuhan, pria macam apa yang di hadapanku ini?" batinnya.


"Tamu spesial nanti akan hadir jadi kau tidak akan merasa sendiri ketika kita dua menikah." Jason langsung meninggalkan Claire setelah mengatakan itu.


"Menikah, hanya pernikahan penebus hutang. Siapa tamu spesial itu?" ucapnya pelan.


Masalah dalam kehidupan Claire semakin nambah dibuat Jason. Berputarnya waktu terus berputar ia semakin kejepit dalam lingkaran ini. Tangisan menemaninya dalam kesendirian dalam ruangan itu setiap hari adalah neraka untuknya.


"Derulo, di mana mami menginap?" tanya Jason sambil menyesap kopi.


"Hotel Permana Monta grup, Tuan," jawab sekretaris Derulo.


"Tidak ingin kembali ke Eropa?" tanyanya lagi.


"Bagus, ayo ke hotel Derulo." Sekretaris Derulo mengangguk mengerti.


"Ya Tuan," jawabnya.


Hotel Permana Monta Nyonya Meneer melakukan perawatan wajah efek ngamuk kemarin.


"Perawatan bagaimanapun tetap saja wajah mami cantik," puji Jason.


"Untuk apa kau datang ke sini!" Jason menyuruh pelayan keluar.


"Mami restui pernikahan kami, ia bukan wanita yang mami pikirkan," pinta Jason.


"Tidak ada yang namanya pernikahan. Mau taruh di mana wajah mami kau buat Jason? Asal usul wanita itu tidak jelas dan kalian sudah tidur," sentak Nyonya Meneer.


"Mami tidak bisa melarang kami menikah karena Claire sudah mengandung anakku," jawabnya santai.


"Hamil? Kelakuanmu sama seperti papi seenaknya menanam benih. Kirim saja mami ke alam lain Jason?!" teriaknya sambil melemparkan segala yang ada di sekelilingnya.


"Mami seharusnya senang pada akhirnya bisa memiliki cucu. Oh ya mami, pernikahan kami tiga hari lagi akan di selenggarakan di hotel ini," tambahnya.

__ADS_1


"Jason, bisa kau berpikir dua kali melangsungkan pernikahan ini? Kau jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Soal cucu kita bisa mengadopsinya dan wanita itu buat ia pergi selamanya." Jason menarik alisnya dia kurang setuju yang dikatakan mami.


"Keputusan ada di tanganku mami!" Jason meninggalkan kamar itu.


Nyonya Meneer berteriak histeris dalam ruangan tersebut dia tidak bisa terima kehadiran Claire dalam kehidupan putra satu-satunya. Anak? Dia beranggapan Claire yang menggoda Jason.


"Aku akan membuatnya menyesal menikah dengan Jason," ucapnya geram.


"Derulo, pastikan mami tidak melakukan sesuatu!" pesan Jason.


"Tuan, apa rencana anda sampai berpikiran sejauh ini?" tanya sekretaris Derulo hati-hati.


"Lihat saja Derulo, kau akan tahu penting jangan sampai mami mengacaukan rencana ku!" ucap Jason.


"Baik Tuan," balas sekretaris Derulo.


Claire mondar-mandir di kamar memikirkan perkataan Jason kalau ia saat ini sedang mengandung.


"Sejak kapan aku mengandung?" ucapnya sambil mengusap perutnya yang rata.


"Sejak kita melakukan hubungan," balas Jason.


Claire langsung mundur ia takut sekali melihat wajah dingin Jason.


"Mau apa lagi dia?" batinnya.


"Ayo layani aku, satu harian ini memang benar-benar melelahkan," ucapnya.


"Pria ini tidak ada belas kasihnya kepadaku tapi seperti yang dia katakan aku adalah wanita?" air matanya menetes, tenggorokannya tercekat ketika mulai melaksanakan keinginan Jason.


"Apa yang dipikirkan wanita ini?" ucapnya dalam hati.


"Lakukanlah!" Jason senang hati melakukannya sampai selesai tidak ada suara keluar dari mulut Claire.


"Kau tidak lupa kan yang kukatakan, tiga hari lagi bersiaplah kalau pernikahan kita dua akan diselenggarakan," ucap Jason setelah habis menanam benih bibit unggul ya.


"Apa alasanmu menikahi ku?" tanya Claire memberanikan diri.


"Bermain," ucap Jason singkat.


"Ya itu cocok untukku, aku hanya wanita biasa yang mudah di beli dengan harga yang fantastis." Jason seketika kesal mendengar balasan Claire.


"Jaga sikapmu nanti di hadapan mami dan jangan buat malu. Satu kesalahan kau buat sama saja membuka jati dirimu yang sebenarnya," ucap Jason dingin.


"Pria ini pintar sekali merangkai kata-kata. Aku kalah telak dengannya lalu bagaimana nanti berhadapan dengan mami ya?" batin Claire dalam hati.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyentuhmu sampai hari pernikahan tiba tapi jangan salah, dua hari ini kau akan belajar menjadi wanita Jason yang sesungguhnya," bisik Jason lalu meninggalkan Claire yang masih mematung.


"Apa aku bisa memenuhi semua perkataan pria ini?" jeritnya dalam hati.


__ADS_2