Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Claire Mencintaimu Tuan


__ADS_3

Jason terus bicara kepada Claire agar cepat membuka kedua bola matanya namun usahanya sia-sia ia tidak menunjukkan perubahan.


"Kak, baby twins menangis,'' ucap Jesy pelan.


''Ya,'' balas Jason sambil mengusap air matanya yang keluar.


''Apa dulu kak Jason seperti ini ketika aku hilang?" batin Jesy.


Jason memperhatikan wajah Claire sebelum meninggalkan ruangan tersebut. Dia menitipkan Claire kepada Jesy selama berada dalam ruang para baby.


Ibu Ria benar-benar kewalahan melihat baby twin terus menangis.


''Nak, jangan menangis lagi aduh ternyata seperti ini menjadi seorang ibu,'' ucapnya lirih.


''Berikan girl kepadaku!" Ibu Ria terkejut melihat kedatangan Jason dengan wajah yang benar-benar dingin.


''Ya, sepertinya dia kehausan,'' ucap ibu Ria.


Jason mengambil botol susu yang sudah disediakan oleh para perawat khusus untuk merawat para baby. Namun usaha Jason tidak membuahkan hasil karena baby girl terus menangis.


''Sayang, Daddy sudah menggendong mu kenapa menangis lagi?" bisik Jason.

__ADS_1


''Mungkin baby girl ingin bersama dengan Mami ya Tuan Jason,'' potong ibu Ria.


''Claire?" ucapnya pelan.


Tanpa berpikir panjang demi kebaikan baby, Jason membawa ke ruangan Claire namun sebelumnya dia harus minta ijin terlebih dahulu kepada dokter.


Ibu Ria bener-bener setia menemani Jason bahkan perusahaan dia tinggal hanya demi Claire dan dua buah hatinya.


Jesy berdiri ketika melihat kedatangan Jason dan keponakannya yang begitu cantik mirip seperti Claire.


''Kenapa kakak membawa baby girl ke sini?" tanya Jesy cemas.


''Dia terus menangis Jesy, kakak sampai kewalahan karena tidak bisa diamkan. Nyonya Ria sudah memberikan susu namun tetap juga tidak mau diam. Mungkin membawanya ke sini bisa merasakan kehadiran Claire,'' lirihnya sambil mendekatkan baby girl.


''Mudah-mudahan Nona,'' balasnya.


Baby girl menangis tepat di telinga Claire pelan-pelan namun pasti tangisan itu berubah menjadi senyuman. Jason benar-benar takjub melihat senyuman putrinya itu yang persis seperti Claire.


''Claire, apa kau melihat kalau putri kita baru saja tersenyum!" seru Jason.


''Untuk pertama kalinya aku melihat wajah kak Jason sumringah. Claire, cepatlah bangun kau tidak mau melihat keluarga kecilmu ini?" batin Jesy.

__ADS_1


Tidak terasa waktu terus berputar dokter menyarankan baby girl dibawa ke ruangan bayi karena tidak baik terus berada satu ruangan dengan Claire.


''Maaf ya sayang, kamu harus disini untuk sementara waktu,'' bisik Jason lalu meletakkan dalam box.


''Kenapa kakak belum memberikan nama mereka berdua?" tanya Jesy.


''Claire yang akan memberikan nama mereka, ia berhak memberikan nama kepada anak-anak kami,'' jawab Jason namun tatapannya tidak mau lepas melihat dua buah hatinya yang sudah terlelap.


''Yang sabar ya kak, Jesy yakin kalau Claire pasti akan kembali,'' ucap Jesy sambil mengusap punggung Jason.


''Semoga saja Jesy,'' harapnya.


Jason meninggalkan ruangan tersebut setelah memastikan kedua buah hatinya sudah tenang. Dia langsung menuju ke ruangan Claire berharap pada perubahan dalam dirinya.


''Tuan Jason bisa kita bicara sebentar?" panggil ibu Ria.


''Apa?" tanya ya ketus.


''Saya ingin mengatakan sesuatu tentang Claire.'' Jason menyipitkan matanya menunggu kelanjutan ucapan ibu Ria.


''Claire mencintaimu Tuan, walaupun ia melayangkan surat cerai namun itu semua hanya ingin membuktikan bukti cinta anda kepadanya.'' Jason tiba-tiba sesak napas mendengar ucapan ibu Ria.

__ADS_1


''Apa buktinya kalau Claire mencintaiku?" tanya balik Jason karena ini adalah perkara yang benar-benar besar untuknya otomatis dia harus tahu.


__ADS_2