Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Desa Indramayu


__ADS_3

Claire termenung sendirian dalam kamar memikirkan nasibnya saat ini sedang diuji.


"Nak, kau kangen tidak dengan Papah?" lirih Claire sambil mengusap perutnya.


Tiba-tiba saja ia teringat dengan Jason yang sudah membuatnya menderita. Andaikan saja pria itu baik kepadanya walaupun statusnya adalah sebagai wanita penebus hutang.


"Apa yang kau pikirkan, Claire?" batin Rio tidak sengaja melihat tatapan itu kosong.


Getaran ponsel mengagetkannya ternyata ibu Ria menghubungi karena sudah lima jam berlalu Rio dan Claire belum memberikan kabar.


"Halo, Bu?" ucap Rio.


"Kalian sudah sampai belum?" tanyanya.


"Maaf Bu. Dua jam lalu kami sudah tiba," jawab Rio.


"Bagaiman keadaan Claire? Kandungannya tidak apa-apa kan?" tanya ibu Ria lagi.


"Ya Bu, semua baik-baik saja," tambah Rio.


"Kalian sedang apa sekarang?" tanya ibu Ria.


"Claire sudah tidur Bu," ucapnya.


"Ya udah kalian istirahatlah, besok kita bicara ya nak Rio." Rio mengiyakan ucapan ibu Rio.


Rio menatap Claire kembali lalu kembali ke kamar untuk mengurus keperluannya agar esok bisa kerja.


Keesokan harinya Claire bangun lebih awal karena mendengar suara ribut di dapur. Ia terkejut melihat Rio sedang memasak sarapan pagi.

__ADS_1


''Rio, apa yang kau lakukan?" tanya Claire.


''Ayo kita sarapan!'' ajak Rio sambil tersenyum.


''Dari mana kau dapat ini semua?" tanya Claire heran.


''Beli dari warung sebelah,'' tunjuk Rio.


''Banyak sekali wanita di sana?" tanya Claire sedikit cemberut.


''Cantik kan?" tanya Rio sambil membawa sayur yang sudah matang.


''Tidak tahu,'' elak Claire lalu duduk.


''Mereka tadi bertanya soal kita.'' Tangan Claire berhenti mendengar ucapan Rio.


''Soal apa?" tanya Claire cemas.


''Lalu, kau menjawabnya apa?" tanya Claire lagi.


''Suami istri.'' Claire tersedak mendengar jawaban Rio.


''Minum ini!" Rio memberikan air putih dalam gelas.


''Terima kasih,'' ucap Claire setelah menghabiskan setengah gelas.


''Makan yang benar. Lihat kan wajahmu jadi kotor.'' Claire tersipu malu jadinya.


''Kak Rio mau kemana berpakaian serapi itu?" tanya Claire sambil alihkan obrolan.

__ADS_1


''Kerja, Pak kepala desa memanggilku bekerja salah satu puskesmas Claire," terangnya.


"Ya kak," ucapnya pelan.


"Aku kerja, kamu tunggu kakak ya di sini, nanti siang aku kembali lagi," ucap Rio.


''Ya kak,'' angguk Claire.


Rio meninggalkan rumah namun perasaannya begitu cemas terhadap Claire yang dia tinggal sendirian.


''Aku harap Claire baik-baik saja di rumah,'' ucapnya pelan.


Sepanjang perjalanan Rio menyapa para penduduk sambil memperkenalkan diri.


''Jadi nak Rio datang dari kota ya?" tanya salah satu warga.


''Ya Bu. Saya datang ke sini bersama dengan istri,'' jawab Rio begitu bangga menyatakan Claire adalah istrinya.


''Oh, ibu kira masih lajang,'' kekeh ya.


''Maaf Bu,'' tawa Rio.


Hanya dalam sekejap Rio menjadi artis kampung Indramayu. Namun kali ini Rio berusaha menjaga sikapnya agar tidak mengundang masalah untuk dia dan Claire. Banyak pasien hari ini yang dia tangani hingga melupakan Claire untuk sesaat.


''Kak Rio, kenapa belum pulang ya?" gumam Claire sambil sesekali kali menatap keluar.


''Wanita itu ternyata istri dokter Rio ya?" bisik ibu-ibu kebetulan lewat dari depan rumah Claire.


''Ya, cantik sekali ya,'' tambah ibu lainnya.

__ADS_1


Claire yang mendengar bisik-bisik para warga merasa malu akhirnya masuk kembali ke dalam. Ia tidak mau menjadi bahan perbincangan para warga mengenai dirinya bersama dengan Rio.


__ADS_2