Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Rumah Sakit


__ADS_3

Claire menunggu jawaban pelayan karena ia tidak mungkin salah dengar kalau Jason ada di sini.


''Mbak?" panggil ya lagi.


"Kenapa kau keluar, Claire?" pekik Rio.


Suara kaki itu adalah milik Rio hendak mengambil buah apel atas permintaan ibu Ria.


"Kak, apa benar Jason ada di sini?" Rio menatap pelayan tajam apa yang dia katakan tadi sebelum turun malah bocor.


"Ikut kakak Claire!" Rio menarik Claire agar menjauh dari Jason.


"Jawab dulu pernyataan ku kak, apa benar Jason ada di sini?" tolak Claire.


"Tidak!" Rio terus menarik tanpa peduli Claire sudah meringis kesakitan.


"Kak tunggu," tahan Claire.


"Sudah kakak bilang jangan turun tapi kau tidak mendengar apa yang kubilang Claire." Langkah Rio terhenti karena di hadapan mereka saat ini Jason dan Jesy.


Tatapan mereka sama sekali tidak berkedip apalagi Rio bagaikan patung batu. Claire tertegun melihat sosok pria yang sudah membuat hidup ya sudah hancur makin hancur karena Jason.


"Ja-jason?!" ucapnya gugup.


"Claire," lirihnya.

__ADS_1


Rio menarik Claire ke belakang ya karena tidak mau kehilangan wanita yang sudah membuat hidup ya berwarna beberapa bulan ini.


"Kak, bukankah itu Claire?" bisik Jesy.


"Ya," jawab Jason dingin tatapannya tidak mau lepas dari Claire.


"Aku takut kak," ucap Claire sambil menekan lengan Rio kuat.


"Jangan lepaskan tanganmu Claire, kakak akan tetap bersamamu," janji Rio.


Jason mendekati Rio dan Claire tidak jauh dari dia hingga ibu Ria terbelalak melihat semua ada di ruang tengah.


"Berhenti!" teriak ibu Ria.


"Selama ini kalian yang menyembunyikan Claire?" tuduh Jason.


"Jangan sembarang menuduh, kami memiliki alasan Claire bersama kami," balas Rio.


"Diam-diam selama ini sampai bersandiwara kerja sama dua perusahaan. Aku tidak menyangka orang seperti kalian ternyata bisa melakukan drama selama berbulan-bulan. Kalian tidak tahu apa yang kualami sampai detik ini?!" bentak Jason hingga suaranya bergema memenuhi ruangan tersebut.


Claire tergelonjak kaget tubuhnya bahkan sampai bergetar mendengar suara Jason yang sudah tidak pernah ia dengar.


"Perutku kenapa sakit sekali," ringis ya.


"Tuduh saja kami sampai sepuasmu Tuan Jason, itu tidak akan pernah merubah apapun. Claire tidak akan pernah kembali kepada pria jahat seperti mu," balas Rio.

__ADS_1


"Kau?!" Jesy menahan tubuh Jason agar tidak terjadi baku hantam.


"Tenanglah kak, jangan gegabah," tahan ya.


"Hentikan! Kalian terus berdebat sampai tidak melihat Claire pingsan?!" teriak ibu Ria.


"Claire?" Jason mendorong Rio agar dia yang membawa Claire ke rumah sakit.


"Minggir kau!" sentak Jason.


"Jangan sentuh karena kau pria pengecut," tantang Rio.


"Aku suaminya dan berhak atas Claire," balas Jason langsung menggendong Claire.


"Rio hentikan, biarkan Jason mengurus Claire sementara ini," tahan ibu Ria.


"Tapi Bu, Claire pasti mencari ku bukan pria bodoh itu," balas Rio tidak terima.


"Ayo kita ke rumah sakit, kau harus siap-siap mendengar pertanyaan ya nanti. Saat ini Jason sudah mengetahui Claire mengandung." Rio berdecak kesal semua rencana yang dia susun serapi mungkin gagal total.


"Claire bangun, aku minta maaf sudah menyakiti mu selama ini," ucap Jason sambil menepuk wajah Claire yang pucat.


"Kak lihat ke bawah?!" teriak Jesy.


"Darah?" Jason semakin panik dia meminta kepada supir pribadinya agar lebih cepat melaju.

__ADS_1


__ADS_2