Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Makan Malam


__ADS_3

Jason menuju rumah sakit milik ibu Ria untuk terakhir kalinya memastikan proyek kerjasama mereka berdua.


Kali ini kedatangannya disambut hangat oleh ibu Ria bersama dengan jajarannya.


''Selamat datang kembali Tuan Jason,'' sapa ibu Ria halus.


''Terima kasih Nyonya Ria,'' balas Jason.


Mereka masuk ke dalam untuk menandatangani berkas terakhir kalinya. Sementara itu Rio menatap dingin Jason ketika selesai mencoret kertas hitam putih tersebut.


''Semoga rumah sakit pertama ini berjalan sesuai dengan harapan,'' ucap Jason.


''Ya, tentu!" balas ibu Ria.


Tatapan Jason tertuju kepada Rio yang dari tadi diam lalu di hampiri.


''Kamu memang pria yang bertanggung jawab,'' ucap Jason.


''Terima kasih,'' jawab Rio singkat.


''Boleh saya datang sesekali ke rumah mu dokter Rio? Anggap aja silaturahmi!" lanjut Jason.


''Saya tidak bisa memastikan ya Tuan Jason,'' tolak Rio.


''Ya Tuhan, jangan sampai Jason datang ke rumah bisa-bisanya mengetahui selama ini kami menyembunyikan Claire,'' batin ibu Ria.


''Apa saya ditolak?" tanya Jason sampai menatap ibu Ria dan Rio bergantian.

__ADS_1


''Tentu diterima dengan baik Tuan Jason,'' potong ibu Ria dengan cepat.


''Baiklah, kalau begitu saya permisi masih ada jadwal yang harus saya penuhi.'' Jason langsung berdiri setelah itu keluar dengan wajah yang datar.


''Nak, antar Jason sampai ke depan,'' desak ibu Ria karena Rio tidak mengikuti Jason.


''Ya Bu,'' balas Rio malas.


Jason tidak bicara sama sekali terus menuju ke mobil yang sudah disiapkan.


''Hati-hati Tuan,'' ucap Rio pelan.


''Saya menantikan makan malam itu dokter Rio,'' ingatkan Jason.


''Baik Tuan,'' balas Rio malas.


''Bu, apa maksudnya Jason makan malam di rumah kita?" tanya Rio panik.


''Ibu tidak ada pilihan lain Rio, kalau kita menolak Jason akan menggunakan kekuatannya untuk membuat kita lemah,'' ucapnya.


''Tapi, bagaimana dengan Claire?" tanya Rio lagi.


''Claire bisa bersembunyi di kamar dan jangan biarkan ia keluar sampai Jason kembali.'' Rio hanya saja tidak mau Claire kembali sedih mengetahui Jason semakin dekat dengan mereka.


''Semoga saja Claire tidak bertemu dengan jason,'' batin ya.


Di rumah Claire senang memasak bersama dengan pelayan. Untuk menghabiskan waktunya beberapa bulan ini ia memilih membuat makanan hasil tangannya sendiri.

__ADS_1


''Mbak, coba rasakan enak tidak?" tanya Claire.


''Apa boleh saya merasakan duluan, Nona?" pintanya.


''Tentu, ayo Mbak dicoba dulu.'' Pelayan tersebut mengangguk kedua bola matanya berbinar merasakan kue sederhana tersebut.


''Enak sekali Nona,'' ucapnya.


''Masa sih Mbak?" kekeh Claire.


''Kue apa namanya ini, Nona?" tanyanya.


''Apa ya? Aku juga tidak tahu Mbak.'' Mereka berdua tertawa di dapur tanpa disadari beberapa menit yang lalu Rio memperhatikan mereka berdua.


Ternyata si cantik lagi senang,'' kekeh Rio.


Namun senyuman itu pudar karena teringat kepada Jason malam ini hendak datang. Pikirannya benar-benar kacau begitu banyak hal yang harus disembunyikan jangan sampai Jason mengetahui keberadaan Claire.


''Aku harus bicara dengan Claire,'' batinnya.


''Jangan beritahu Claire, Rio,'' tahan ibu Ria.


''Ibu?!" pekik ya.


''Kau tidak melihat kandungan Claire? Kalau ia mengetahui Jason malam ini datang bisa jadi terjadi sesuatu kepadanya Rio!" seru ibu Ria.


Rio mengangguk mengerti setelah itu langsung menuju ke kamar untuk siap-siap.

__ADS_1


__ADS_2