
Mereka berdua saat ini berada dalam kamar pandangan Claire langsung menatap dinding di sana foto mereka berdua ada.
"Aku suatu beberapa bulan yang lalu," ucap Jason sambil menggaruk kepalanya.
"Kenapa? Padahal aku tidak menyukainya?" Jason menerima perkataan Claire.
"Baik, aku akan menyuruh pelayan menurunkannya!" Claire terbelalak mendengar ucapan Jason.
"Padahal bagus," tambahnya.
Jason tersenyum dia benar-benar bahagia sekali hari ini bisa kembali bersama dengan Claire. Kebahagiaannya semakin lengkap karena kehadiran dua bayi.
"Maaf Tuan, Nona dari tadi mereka menangis," lapor pengasuh ya.
"Berikan kepadaku!" Baby girl langsung diam ketiga berada di gendongan Claire berbeda dengan baby boy menangis di pangkuan Jason.
"Son, jangan menangis lagi mami sudah ada di sini," ucap Jason.
Claire geleng-geleng kepala melihat cara Jason menggendong putranya itu.
"Kau gendong ini, berikan dia kepadaku!" Tanpa menunggu jawaban baby boy langsung berada dalam gendongannya.
"Dia diam?!" ucap Jason terpengarah.
"Kau belum cocok sebagai orang tua," ledek Claire.
Pengasuh tertawa kecil mendengar ledekan Claire namun berbeda dengan Jason dia justru senang kalau istrinya itu banyak bicara dibandingkan dulu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Claire," ucapnya spontan.
Wajah Claire memerah ia langsung memalingkan wajahnya ke samping namun tidak bisa karena pengasuh dan Jason tetap dapat melihat.
"Kau bau sana mandi!" usir Claire.
"Bau? Tubuhku bahkan masih wangi walaupun banyak aktifitas luar sana," jelas Jason.
"Kalau aku bilang bau ya bau, mandi sana anak-anak menangis karena menghirup aroma baumu." Dua bola mata Jason terbuka lebar mendengar semua ucapan Claire yang begitu berbeda.
"Claire, kau baik-baik saja kan?" tanya Jason pelan.
"Kau pikir aku sakit?!" balasnya cemberut.
"Tidak, hanya saja kau banyak berubah semenjak keluar dari rumah sakit." Claire memanggil kedua pengasuh ya.
"Jangan! Aku bukan bermaksud seperti itu," tahan Jason.
"Lalu, apa maumu?" sentak Claire.
"Tetaplah seperti ini karena aku menyukainya." Setelah mengatakan itu Jason langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah yang berseri-seri.
"Apa maksud ya?" gumam Claire.
"Nona?" panggil pengasuh baby halus.
"Ada apa?" tanyanya kaget.
__ADS_1
Dari arah pintu sosok wanita muda berdiri mematung melihat Claire. Jesy dan Claire saling memandang namun kedua tubuh mereka membeku.
"Kau?!" pekik Jesy dan Claire bersamaan.
Claire mendekati pintu memastikan wanita yang pernah ia tolong itu bukan Jesy.
"Wanita Club Paradise?" pekik Claire.
"Masih ingat hal itu?" tanya Jesy gugup.
Dia mengira Claire sudah melupakan masa lalu itu karena dia benar-benar ingin membuka lembaran baru saat ini.
"Aku tidak mungkin melupakan kejadian itu tapi kau sedang apa di sini?" tanya Claire lagi.
"Ini rumahku." Claire langsung menutup mulutnya kalau begitu Jason adalah saudaranya.
"Jason dan kau." Jesy mengangguk terlihat guratan wajahnya begitu cemas.
"Jason mengetahui kejadian itu?" tanya Claire lagi.
"Claire, aku sudah wangi." Jason keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar.
Claire dan Jesy menoleh ke belakang namun dengan cepat dia menarik istri kakak ya itu keluar dari kamar.
"Maaf kak, aku pinjam Claire sebentar!" teriak Jesy kuat.
"Kau mau membawanya ke mana? Claire belum sehat Jesy?!" panggil Jason namun panggilannya tidak diindahkan Jesy terus menarik Claire sampai ke taman belakang rumah.
__ADS_1