Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Kalian Sudah Aman


__ADS_3

Claire semakin memeluk erat tubuh Rio karena anak buah Jason mendekati mereka.


"Nyonya, apa anda melihat seorang wanita muda lewat?" tanya sekretaris Derulo.


"Tadi saya melihat seseorang membawanya menggunakan mobil," jawabnya.


"Mobil? Apa wanita itu ini?" sekretaris Derulo menunjukan foto Claire.


"Ya benar, wanita ini baru saja pergi saya lihat," ucapnya mantap.


"Terima kasih Nyonya," balas sekretaris Derulo lalu pergi dari sana.


"Keluarlah kalian sudah aman!" Rio berdiri namun Claire sulit karena ia merasakan kakinya kram.


"Kau kenapa?" tanya Rio.


"Kakiku sulit bergerak kak," ucapnya namun kesadaran Claire langsung hilang.


"Claire?!" pekiknya.


"Bawa masuk ke dalam!" ucap ibu paruh baya tersebut.


"Baik Bu." Rio begitu panik hingga dia tidak menyadari kalau Claire sudah mengeluarkan noda berwarna merah.


"Ya Tuhan, ia hamil?" tanya ibu itu.


"Ya Bu, dari mana ibu tahu?" tanya Rio.

__ADS_1


"Lihat kakinya," tunjuknya.


"Claire, jangan sampai kenapa-kenapa bayi dalam kandungannya," pekik ya.


"Tenanglah, saya seorang dokter." Rio berusaha menyadarkan Claire sambil memperhatikan ibu dokter memeriksanya.


"Claire kamu harus kuat," pinta Rio.


"Bayi ya tidak kenapa-kenapa, untuk sementara ini ia butuh istirahat total," terangnya.


"Terima kasih Bu. Dan terima kasih sudah menolong kami juga, saya tidak tahu tadi bagaikan nasib kami seandainya ditangkap mereka," lirihnya.


"Boleh kau ceritakan yang terjadi?" Rio menatap wajah Claire tidur dalam ketenangan.


"Saya dan Claire hanya sebatas taman dan rekan kerja. Cinta saya yang menyelamatkan ia dari pria itu. Banyak tekanan saya dapat selama ini agar Claire bisa keluar dari sana tapi apa yang saya dapat? Pria itu mengancam agar saya meninggalkan kota ini dengan uang segepok." Rio mengusap wajahnya yang berlinang air mata karena tidak kuasa meninggalkan Claire dalam kesulitan.


"Kau mencintainya?" Rio tersenyum tipis menanggapi pertanyaan ibu tersebut.


"Dan bayi?" tanyanya lagi.


"Anakku." Ibu tersebut diam seribu bahasa sambil menatap Rio dan Claire.


"Lalu, apa rencana kalian selanjutnya?" Rio bersujud di hadapan ibu tersebut.


"Boleh saya minta tolong sekali lagi Bu?" pintanya.


"Apa itu?" balasnya.

__ADS_1


"Kami ingin meninggalkan negara ini, keamanan kami tidak akan terjamin sekarang, saya mohon Bu?" mohon Rio.


"Apa pekerjaan kalian dulu sebelum dapat masalah?" tanya ibu itu.


"Kami dokter bedah salah satu rumah sakit ternama di kota ini Bu yaitu Monta grup. Dan Claire adalah tahanan pemilik rumah sakit hingga ia berakhir seperti ini." Ibu tersebut menutup mulut mendengar nama Monta.


"Kalian terlibat dengan pria itu?" tanya ya tidak percaya.


"Ceritanya panjang Bu," lirihnya.


"Aku di jual sebagai penebus hutang Bu," jawab Claire.


Rio dan ibu terbelalak mendengar jawaban Claire mereka berdua langsung menghampirinya penasaran.


"Apa maksudmu, Claire?" tanya Rio.


"Ibu dan Larisa menjebak ku Rio. Kau ingat waktu kita dua saling berhubungan setibanya kau datang ketika aku pergi dari Club Paradise." Rio berusaha mengingat-ingat akhirnya dia ingat mobil warna merah menyala meningkatkan tempat putus asa itu.


"Maaf Claire, aku sudah berusaha cepat datang tapi tengah jalan macet dan dan." Rio memukuli dirinya sendiri karena bodoh selama ini.


"Hentikan kak, semua sudah terlanjur dan waktu tidak bisa kembalikan lagi. Aku sudah mengandung anak pria itu. Bu, maaf sudah merepotkan anda tapi malam ini kami akan pergi meninggalkan tempat ini," ucap Claire pilu.


"Besok kalian akan saya kirim ke luar negeri, nak Rio mau kau bekerja tidak rumah sakit khusus di Jerman?" tanya ibu itu.


"Apa? Ibu serius?!" tanya Rio tidak percaya.


"Kalian adalah korban. Nak Claire jangan khawatir lagi ya kalian aman bersamaku. Soal bayi, kita rawat bersama ya kebetulan ibu tidak memliki anak karena suamiku dulu meninggal setelah kami menikah satu bulan," ucapnya.

__ADS_1


Rio dan Claire terkejut mendengar perkataan ibu tersebut. Kisahnya begitu pilu ditinggal suami untuk selamanya tanpa ada anak.


"Nak, kau mendengar semua cerita kami. Bunda minta maaf sudah membawamu masuk ke dalam masalah ini," ucap Claire dalam hati sambil mengusap perutnya yang rata.


__ADS_2