Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Kedatangan Jason


__ADS_3

Jason telah tiba namun dia bersama dengan Jesy, kedua bola mata Rio terbelalak melihat kedatangan mereka berdua.


"Selamat malam Tuan Jason," sapa Rio.


"Malam, Nyonya Ria di mana?" tanya Jason sambil menyapu seluruh ruangan tersebut.


"Saya di sini Tuan Jason," balasnya.


"Ibu?!" pekik Jesy langsung menjabat tangan ibu Ria.


"Hai, kita bertemu lagi Nona manis," ucap ibu Ria lembut.


"Ya Bu," cengirnya.


"Tuan, mari silahkan masuk!" ajak Rio.


Jason mengangguk dia terus menyapu seluruh ruangan tersebut yang tidak terlalu besar. Jesy tidak mau lepas dari ibu Ria selalu mengekor dari belakang biar lebih puas memerhatikan tubuh wanita cantik itu.


"Maaf, rumah ini hanya ibu dan dokter Rio kah tempati?" tanya Jesy. Jason langsung melotot menatap Jesy terlalu berani sekali melayangkan pertanyaan seperti itu.


"Jesy?!" pekik ya.


"Tidak apa-apa Tuan Jason, yang dikatakan Nona Jesy benar. Dokter Rio sudah saya anggap sebagai anak makaya dia tinggal di sini," jawab ibu Ria sambil tersenyum tipis.


"Wah keren sekali ibu, panutan," puji ya.

__ADS_1


Ibu Ria hanya diam saja lalu mereka duduk sambil memperhatikan pelayan satu persatu mulai melayani.


Rio tetap berusaha tenang agar tidak terlalu gugup melihat wajah Jason yang menyeramkan apalagi dengan jarak yang begitu dekat.


"Aku saja gugup berhadapan dengan Jason apalagi Claire?" batin Rio.


Suasana meja makan dingin hanya suara sendok dan piring yang terdengar beberapa kali. Jesy tidak menyukai situasi makan malam ini padahal dia sudah berharap agar Jason bisa hangat.


"Dengan cara apa aku bisa hidupkan meja makan ini ya?" ucapnya dalam hati.


Sendok makan jatuh ke lantai hingga Rio refleks bantu Jesy hingga tangan mereka berdua saling berpegangan.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Rio panik.


"Ti-tidak, saya baik dokter Rio," balasnya gugup.


"Maaf saya tidak bermaksud," ucapnya, Jesy mengangguk lalu kembali memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


"Tangan dokter Rio mulus sekali, beda sekali denganku," gerutu Jesy.


"Bagaimana perkembangan rumah sakit terbaru anda Tuan Jason?" alih ibu Ria.


"Lumayan, pengunjung belum banyak yang datang," balasnya.


"Apa karena statusnya ya makanya Jason tidak dipercaya seperti dulu lagi," batin Rio.

__ADS_1


"Team kami akan berusaha mengembangkan rumah sakit ini Tuan," tambah ibu Ria.


"Ya," angguknya.


Di sisi lain Claire merasa bosan sendirian dalam kamar hanya ditemani dua boneka panda super big.


"Memangnya siapa tamu malam ini sampai aku tidak bisa keluar?" ucapnya sambil mengusap perutnya.


Claire semakin gerah apalagi Rio lupa hidupkan air conditioner otomatis kamar tersebut menjadi hangat.


"Aku lebih baik keluar aja deh, pelan-pelan mungkin tidak akan terlihat," ucapnya sambil memutar gang pintu.


Claire melihat kiri dan kanan tidak ada siapapun lalu menuju ke kamar pelayan meminta remote hidupkan air conditioner.


"Mbak, tamu kak Rio dan ibu masih makan ya?" tanya Claire.


"Nona sedang apa di sini?!" pekik ya tidak memperdulikan pertanyaan Claire.


"Kamar ku panas banget Mbak, makaya aku ke sini," tambahnya.


Namun suara langkah kaki mendekati mereka berdua hingga pelayan menjadi panik karena hanya mereka berdua di dapur saat ini.


"Nona harus kembali ke kamar karenanya Tuan Jason sedang menuju ke sini," ceplos pelayan.


"Jason?!" tanya Claire dingin.

__ADS_1


Pelayan langsung menutup mulut karena sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Claire. Sementara Claire masih menunggu jawaban sang pelayan.


__ADS_2