
Claire mengusap perut ratanya yang saat ini sedang berisi, ia tidak menyangka akan secepatnya ini mengandung. Padahal ia selalu meminum obat yang diberikan Jason setelah selesai berhubungan.
Jason menatap Claire dari pintu dia terus memperhatikan raut wajah Claire penuh tekanan.
''Bersiaplah, kita kembali ke rumah!" ucap Jason dingin.
''Ya,'' jawabnya pelan.
Claire melewati Jason begitu saja tanpa mengatakan ataupun lagi. Kini di pikirannya hanya bayi dalam perut serta nasib apa yang mereka jalani kelak.
Sesampainya di rumah Claire naik begitu saja kembali ke kamar pertama kali. Jason semakin tidak percaya dengan perubahan yang dialami Claire.
''Kenapa ia diam?" gumam Jason.
''Tuan, maaf Nyonya Meneer menelpon anda?'' ucap pelayan.
Jason menerima panggilan mami ya sementara itu Claire lebih banyak menangis sendirian di kamar. Ia masih mengingat yang dulu dikatakannya kepada Jason mengenai anak.
''Kenapa kau hadir dalam waktu yang tidak tepat? Apa kau tidak tahu pria itu akan memperlakukan kita berdua?'' tangisnya.
Pelayan tiba-tiba masuk ke dalam melihat Claire terus menangis sambil memeluk tubuhnya.
''Nona, kami membawa teh dan roti untuk anda,'' ucap mereka.
''Kalian letakkan saja di sana,'' jawab Claire pelan lalu mengusap wajahnya yang basah.
''Nona membutuhkan sesuatu lagi?'' tanyanya.
''Boleh kalian memberikan saya privasi, kalau saya membutuhkan bantuan baru kalian masuk ke dalam?" Kedua pelayan tersebut saling pandang mendengar permintaan Claire.
''Baik Nona. Tapi kami tidak menjamin kalau Tuan berada di sini.'' Claire mengangguk mengerti hanya ini saja sudah cukup untuknya.
__ADS_1
''Terima kasih,'' balas Claire.
Kedua pelayan tersebut heran melihat perubahan Claire yang tiba-tiba melunak.
''Ada apa?" tanya Jason muncul tiba-tiba dari belakang mereka berdua.
''Tidak ada Tuan, kami hanya berdiskusi untuk memberikan kenyamanan kepada Nona agar betah tinggal di sini,'' ucapnya.
''Hasilnya bagaimana?" tanya Jason.
''Mudah-mudahan Nona betah Tuan,'' jawabnya.
''Kalian kembali bekerja!" seru Jason.
''Baik Tuan,'' jawab mereka berdua serempak.
Claire melihat kedatangan Jason dengan wajahnya yang tidak pernah berubah. Dia duduk di pinggir tempat tidur lalu meraih tangan Claire yang begitu dingin.
''Anda ingin dilayani?" alih Claire dengan nada yang terdengar begitu bergetar.
''Ternyata kau sudah mengerti apa yang kuinginkan ya,'' bisik Jason.
Bulu halus Claire merinding merasakan napas Jason yang hangat namun ia berusaha untuk tetap tenang menghadapi pria seperti ini.
''Saya akan bersiap untuk anda,'' lirihnya.
''Tidak perlu bersiap mulai dari sekarang. Aku ingin bicara denganmu?" Baru pertama kali bagi Claire mendengar Jason bicara lembut kepadanya.
''Apa itu?" tanya Claire.
''Mami meminta kepada kita dua tinggal di luar negeri!" kedua bola mata Claire terbelalak mendengar ucapan Jason.
__ADS_1
''Luar negeri? Bagaimana nanti nasibku di sana dan anakku?!" batinnya.
''Kau tidak mau ikut?" tanya Jason.
''Saya tidak bisa ikut, bukankah saya hanya sebatas wanita yang anda beli Tuan?" Jason langsung menaikkan alisnya.
''Tapi sekarang kau adalah istri dari Jason Monta,'' tambahnya.
''Hanya di atas kertas bukan yang sebenarnya,'' tantang Claire.
''Ini adalah perintah mami, kau harus menurut,'' ucap Jason.
''Maaf, kali ini saya tidak bisa mengikuti keinginan anda,'' jawabnya.
''Apa alasannya?" tanya Jason.
''Saya hamil dan kau tidak akan pernah mengakuinya,'' jerit Claire dalam hati.
''Katakan!" desak Jason.
''Hidupku ada separuh di kota ini, jadi saya tidak bisa ikut dengan anda.'' Jason mengeram kesal, dia tahu betul maksud perkataan Claire.
''Rio? Kau memikirkan pria itu kan?" tuduh Jason.
''Untuk apa aku memikirkan pria itu sementara aku harus memikirkan nasib ku yang akan datang.'' Jason semakin tidak mengerti yang dikatakan Claire.
''Baiklah, kuberikan kau waktu dua minggu istirahat habis itu kau harus kembali melayani ku seperti semula,'' ucap Jason lalu pergi meninggalkan Claire.
''Aku tidak bisa berjanji melayani mu lagi sementara ada nyawa yang harus kulindungi,'' ucapnya pilu.
''Pastikan ia baik-baik selama aku pergi ke luar negeri!" pesan Jason.
__ADS_1
''Baik Tuan muda,'' jawab pelayan serempak.