Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Pergi Selamanya


__ADS_3

Jason terus masuk ke dalam bersama dengan Nyonya Meneer tanpa menoleh sekelilingnya. Claire dan Rio saling berpelukan berharap Jason tidak melihat.


"Rio, aku takut," ucap Claire.


"Jangan berisik, mereka masih di sana," ucap Rio.


"Jason menuju ke sini, Rio." Claire memejamkan mata sambil menahan napas agar tidak ketahuan.


Rio juga panik namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena posisi mereka berdua kejepit pintu.


"Mami, kenapa pintu belakang terbuka?" tanya Jason.


"Pelayanmu kali ada di sana," balas Nyonya Meneer.


"Jam segini?" Jason melihat arloji sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Sudahlah ayo masuk. Mami sudah kedinginan." Jason mengangguk mengerti lalu masuk ke dalam.


Perasannya aneh seperti ada dorongan menuju pintu belakang tapi dia urungkan. Langkah demi langkah Jason pada akhirnya tiba di kamar yang gelap.


"Claire tidak di sini?" gumamnya pelan.


"Nona ada di kamar sebelah Tuan," ucap pelayan Claire.


Jason membuka pintu kedua bola matanya terbuka lebar tidak ada siap-siap di sana. Pintu langsung kena banting dia turun tergesa-gesa menuju ke bawah.

__ADS_1


"Derulo, tangkap Claire cepat!" teriak Jason hingga suaranya menggemparkan seisi rumah.


"Baik Tuan," jawab sekretaris Derulo cepat.


"Ya Tuhan, jangan sampai Nona ketangkap," ucap pelayan tersebut pelan.


Jason mengamuk tidak peduli ada sekelilingnya hingga Nyonya Meneer turun tergesa-gesa menghampiri Jason yang sudah hancurkan benda sekelilingnya.


"Hentikan Jason, kau sudah gila ya!" pekik Nyonya Meneer.


"Claire pergi mami," ucapan panik.


"Kenapa memangnya kalau ia pergi? Ia pergi tidak akan merugikanmu Jason ingat itu," ucap Nyonya Meneer tegas.


"Sangat merugikan Jason mami, Claire wanita yang berbeda. Ia tidak seperti wanita lain mami," ucap Jason lemas.


Jason meninggalkan Nyonya Meneer tanpa mengatakan apapun hingga dia langsung meninggalkan kediamannya.


"Kak Rio, aku tidak kuat lagi," ucap Claire sambil memegang perutnya.


"Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Rio panik.


"Aku tidak kuat berlari lagi kak karena ada nyawa yang harus kulindungi," lirihnya.


Rio ternganga mendengar perkataan Claire pandangannya tertuju ke arah perut rata itu.

__ADS_1


"Kau hamil?!" tanya Rio tidak percaya.


"Maaf kak, Claire sudah berusaha cegah tapi tidak bisa," tangisnya.


Rio mengusap wajahnya berulang kali tenggorokannya begitu sulit untuk menelan ludah. Dia tidak bisa menyalahkan Claire seorang karena ini bukan kesalahannya.


"Kita di sini sementara ini," ucap Rio.


"Kalian siapa?" tanya seorang wanita paruh baya.


"Maaf Bu. Boleh kami sebentar di sini?" pinta Rio memohon.


"Tapi kalian legal masuk ke rumahku?" tambahnya.


"Kak, mereka ada di sini," ucap Claire panik.


"Bu, hanya sebentar saja lalu kami akan pergi, kumohon," pinta Rio sambil bergeser agar tidak dilihat anak buah Jason.


Ibu paruh baya melihat kepanikan Rio dan Claire lalu di luar rumahnya banyak pria berpakaian seragam sedang berkeliling.


"Apa Kalian terlibat dengan mereka?" tanya ibu tersebut.


"Ya Bu, kalau ibu mau menyerahkan kami silahkan," ucap Rio pasrah karena tidak ada lagi jalan bagi mereka berdua lepas dari jeratan Jason.


"Kak, Claire minta maaf sudah membawa kakak dalam masalah," ucap Claire sambil memeluk Rio.

__ADS_1


"Kalau kau dibawa mereka, lebih baik kita berdua detik ini juga pergi selamanya Claire," ucap Rio dalam hati namun pandangannya tertuju kepada benda besi tepat ada di hadapannya.


__ADS_2