Wanita Penebus Hutang

Wanita Penebus Hutang
Meninggalkan Rumah Sakit


__ADS_3

Jason tidak tahu bahagia atau sedih menerima kenyataan mengenai kondisi kesehatan Claire pasca melahirkan. Dia tertunduk melihat tubuh Claire dibalik tembok yang memisahkan mereka berdua.


Setelah melihat lahirnya kedua buah hati ya, Jason memutuskan untuk menemani Claire dan anak-anak Jesy dan ibu Ria yang menjaga.


"Tuan Jason?" panggil Rio.


"Kau?!" Manik mata Jason terlihat memerah melihat kedatangan dokter Rio.


"Marah lah karena kau berhak memarahiku," ucap Rio tanpa ada rasa takut sewaktu-waktu Jason memberinya pelajaran.


"Katakan yang sejujurnya, selama ini Claire hidup bersama kalian?" tanya ya dingin.


"Ya," jawab Rio singkat.


"Jadi kau yang menyelamatkan Claire ketika anak buah ku mengejarnya?" tanya Jason lagi.


"Ya," ucap Rio lagi.


"Dan Nyonya Ria?" Kedua bola mata Rio terbuka lebar mengenai ibu Ria sama sekali tidak ada hubungannya ini.


"Jangan ganggu ibu Ria, beliau hanya menyelamatkan kami dari amukan mu," balas Rio tegas.

__ADS_1


"Kalau aku memberinya pelajaran, bagaimana?" tantang Jason.


"Jangan harap pernah melihat Claire untuk selamanya," ujarnya.


"Apa?!" pekik Jason.


"Kalau kau melakukan sesuatu kepada ibu Ria, sama aja memberikan luka kedua kalinya kepada Claire." Jason berusaha untuk mencerna ucapan Rio.


"Claire sudah menganggap ibu Ria sebagai orang tua kandung ya. Kau tahu kehidupannya sekarang ini karena kelakuan saudara tirinya, Larisa," lanjut Rio.


Mata Jason melebar dengar nama Larisa, wanita yang bekerjasama dengannya dahulu untuk melunasi hutang keluarga mereka.


"Dari mana kau tahu soal Larisa?" tanya Jason dingin.


"Jangan pernah mendekati Claire lagi!" ucap Jason tegas.


"Kenapa? Kau takut Claire kembali kepadaku?" tantang Rio sambil tersenyum mengejek.


"Jangan macam-macam denganku Rio. Kali ini mungkin kau menang karena Claire tapi tidak denganku," balas Jason.


"Apa kau mencintai, Claire?" Pertanyaan itu lolos begitu saja membuat tubuh kekar Jason jadi lemah.

__ADS_1


"Apa urusanmu aku mencintai Claire atau tidak," elak Jason.


"Kalau kau mencintai Claire, jaga dia danlindungi dari orang-orang yang tidak menyukainya." Rio terlihat lemah berbeda sebelumnya galak di hadapan Jason.


"Apa maksudmu?" tanya Jason tidak mengerti apa yang dikatakan Rio.


"Larisa dan ibunya mungkin akan kembali untuk membuat Claire menderita lagi. Cukup kau dulu membuatnya trauma," semprot Rio.


Jason langsung mengalihkan wajahnya ke samping karena dia merasa begitu malu dulu melakukan kesalahan yang begitu besar terhadap Claire.


"Tidak perlu mengajariku." Rio kesal mendengar jawaban Jason.


Mereka berdua memutuskan untuk menjaga Claire walaupun ada suhu panas sekitarnya. Waktu terus berputar tengah malam telah tiba Jason berdiri memandangi Claire masih belum menunjukkan tanda-tanda sadar.


"Bangunlah Claire! Berikan aku pelajaran kalau kau sudah sadar, aku salah kepadamu selama ini tidak mengetahui kehidupanmu dulu begitu keras." Jason mengusap kedua bola mata ya karena bulir bening tanpa diundang telah lolos begitu saja.


Rio menyaksikan itu semuanya namun dia tetap berusaha diam di tempat. Baru dia menyadari kalau Jason ternyata bisa serapuh itu.


"Apa aku sudah bisa meninggalkan, Claire tidak ya?" batin Rio dalam hati.


Selama ini Rio memang kerap sekali ingin memisahkan mereka berdua mengingat Jason bukan pria yang baik untuk Claire. Namun, di hadapan dia melihat pria yang terkenal galak itu menunjukkan sisi lemahnya.

__ADS_1


"Claire, Kalla sudah yakin kalau Jason sudah mencintaimu," ucapnya sambil mundur beberapa langkah meninggalkan rumah sakit.


__ADS_2