
Rio merasa menjadi tidak enak kepada ibu tersebut tidak mau menerima upah sebagai ganti sudah yang telah dimasak. Setibanya di panti, Rio bergegas masuk ke dalam karena sudah terlalu lama keluar.
''Claire pasti dia marah karena sudah lama aku di luar,'' gumam ya.
''Kak?" Rio langsung berbalik melihat wajah datar tanpa ekspresi Claire.
''Kenapa di luar Claire? Nanti mual lagi bagaimana?" Rio berpura-pura cemas agar Claire tidak marah kepadanya karena sudah terlalu lama di luar.
''Tadi Mila meminta minum,'' ucapnya lalu ia masuk ke dalam kamar.
''Claire, tunggu!" cegah Rio.
''Kenapa kak?" tanya Claire sambil menoleh.
''Udang saos,'' tunjuk ya.
''Kakak membelinya?!" tanya Claire tidak percaya kalau Rio nekat membelinya udang padahal di daerah ini cukup sepi.
''Seperti yang kau lihat.'' Claire begitu terharu lalu menerima bungkusan tersebut.
''Wangi sekali kak,'' ucap Claire berbinar.
''Makanlah!'' tambah Rio.
Claire langsung habis kan satu porsi bahkan mulutnya sampai belepotan. Rio tertawa kecil melihat cara makan Claire seperti anak kecil.
__ADS_1
''Pelan saja makan karena tidak ada yang akan mengambil makananmu,'' kekeh ya.
''Habis ya enak kak,'' kekeh ya.
Claire kembali menghabiskan udang saos itu namun dibalik itu semua ibu Ria memperhatikan mereka berdua seperti sudah suami istri.
''Apa jadinya kalau Jason kembali masuk ke dalam kehidupan kalian berdua?" batinnya.
Waktu terus berputar akhirnya kembali pamit kepada anak-anak karena kunjungan hanya sementara.
Sebelum matahari terbit mereka sudah kembali kelas rumah dan seperti biasanya anak buah sekretaris Derulo sudah siap dua puluh empat jam memantau kediaman ya.
Mobil berwarna hitam itu masuk ke dalam sampai ke pintu lalu pelayan menyambut kedatangan mereka bertiga.
''Selamat datang kembali Nyonya, Tuan Rio,'' ucapnya.
Claire dan ibu Ria masuk terlebih dahulu karena tubuh lelah dan butuh istirahat. Rio memilih di luar untuk sementara waktu karena ingin menghubungi seseorang di luar sana.
''Untuk apa menghubungi ku lagi?" tanya Rio pelan.
''Kau tidak mau kembali ke sini?" tanya ya.
''Aku tidak mempunyai alasan untuk kembali ke sana dan jangan pernah menghubungiku lagi!" serunya.
''Apa karena wanita itu lagi sampai kau mengabaikan tugasmu di sini?!" pekik ya.
__ADS_1
Rio langsung mematikan telepon ya karena tidak mau mendengar suara itu lagi.
''Untuk apa memanggilku kembali kalau tidak pernah menginginkan keberadaanku,'' ucapnya geram.
Anak buah sekretaris Derulo melaporkan apa yang mereka lihat pagi ini.
''Terus pantau pergerakan ya!" ucap sekretaris Derulo.
''Baik Tuan,'' jawab mereka bersamaan.
''Derulo, kau mendapatkan sesuatu?" tanya Jason setelah menandatangani berkas.
''Hari ini dokter Rio baru kembali bersama dengan Nyonya Ria, Tuan,'' ucapnya.
''Dari mana mereka berdua?" tanya ya lagi.
''Sebuah panti Tuan,'' jawabnya.
''Oh ya, aku baru ingat kalau Nyonya Ria memiliki yayasan panti. Sepertinya beliau ingin sekali dokter Rio mewarisi kekayaannya kelak,'' kekeh Jason.
''Ya Tuan,'' ucap sekertaris Derulo.
''Apa tentang Claire belum kau temukan, Derulo?" tanya Jason.
''Maaf Tuan,'' ucapnya pelan.
__ADS_1
''Sepertinya Claire memang benar-benar ingin berpisah dengan ku.'' Jason langsung menutup mata karena merasa kepalanya pusing.
Dia mengingat surat cerai yang dia layangkan beberapa waktu yang lalu. Sampai sekarang belum juga disetujui karena begitu ingin bertemu dengan Claire. Apalagi memastikan kalau ia sebenarnya saat ini hamil.