
Jesy menatap wajah Jason yang terlihat sendu, dia benar-benar kasihan melihat saudaranya sedih.
''Pertama-tama Jesy ingin kakak jujur, mau tidak?" tanya Jesy.
''Katakan saja langsung jangan berbelit-belit,'' semprot Jason.
''Janji dulu!" pinta Jesy.
Jason membuang napas ke samping dia benar-benar tidak sanggup untuk menceritakan yang sebenarnya kepada Jesy.
''Kak, ayolah ceritakan yang sebenarnya,'' tambah Jesy.
''Claire mendapatkan perlakuan yang tidak adil dariku walaupun ia wanita yang ku beli,'' jawab Jason.
''Hanya itu?" tanya Jesy serius.
''Soal kandungan memang aku tidak pernah menginginkannya, hanya saja tidak tahu kenapa perasaanku menjadi aneh Jesy,'' lirihnya.
''Kakak mencintainya atau tidak?" Pertanyaan itu membuat perasaannya tidak karuan.
''Tidak tahu,'' jawabnya pelan.
''Kakak sudah mencintainya tapi tidak menyadari.'' Jason menatap tajam Jesy karena dia yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.
__ADS_1
''Dari mana kau tahu?" pekik Jason.
''Nyatanya kakak sampai sekarang memikirkan Claire, kalau memang ia mengandung seharusnya kakak tidak memikirkannya bukan? Padahal nyatanya terbalik dan semua omongan mu kepada Claire kakak langgar.'' Jason merasa yang dikatakan Jesy memang benar.
''Hanya itu yang ingin kau katakan?" tanya Jason dingin.
''Apa kakak serius ada tidak? Kalau serius Jesy kemungkinan besar mengetahui keberadaan Claire.'' Jesy melihat kedua bola mata Jason di sana jawaban yang ditunggunya dari tadi ada di sana.
''Claire ada di mana saat ini, Jesy?" tanya Jason tidak sabaran.
''Jawab dulu pertanyaan ku tadi?" balas Jesy tidak mau kalah.
''Apa itu penting? Cinta itu akan datang dengan sendirinya tanpa harus dicari Jesy!" serunya.
''Dan kakak sekarang mencarinya,'' tambah Jesy.
''Tunggu kak! Saat ini keberadaan Claire aku sudah tahu hanya saja?" Jason langsung berbalik dia benar-benar ingin mengetahui di mana keberadaan Claire dan memastikan kandungannya.
''Sekali lagi Jesy, di mana Claire saat ini?" tanya Jason berusaha sabar menghadapi adiknya yang super bawel.
''Bisa kakak menjaganya kalau sudah bertemu?" Permintaan untuk membuat perasaan Jason tidak menentu.
''Aku tidak tahu Jesy,'' ucapnya.
__ADS_1
''Jangan mencarinya lagi kalau tidak mau menjaga ia sama saja itu bohong.'' Jesy langsung meninggalkan kamar Jason.
''Jesy tunggu!" Jesy tidak memperdulikan panggilan Jason memilih untuk istirahat di kamar karena baru-baru ini tubuhnya cepat lelah padahal tidak memiliki aktivitas yang berat.
Jason mondar-mandir dalam kamar memikirkan semua yang dikatakan Jesy.
''Mau taruh di mana wajahmu Jason kalau benar-benar mencintai wanita penebus hutang itu?'' gumam Jason.
Sebuah ide mencari tiba-tiba di kepalanya kali ini langsung menghubungi sekretaris Derulo.
''Halo Tuan?" ucap sekretaris Derulo.
''Jaga Jesy karena dia memiliki informasi keberadaan Claire!" perintahnya.
''Baik Tuan, saya memperhatikannya,'' balas sekretaris Derulo cepat.
''Seberapa banyak informasi yang diketahui si Jesy sementara aku belum mendapatkan apapun?" kesalnya.
''Saya akan berusaha untuk mencari keberadaan Nona Tuan Muda. Satu bulan tidak ada kabar mengenai keberadaan Nona, saya siapa di hukum yang sekarat beratnya,'' ucapnya tulus.
''Pergilah dan lakukan pekerjaanmu dengan benar!" perintah Jason.
''Baik Tuan Muda,'' balas sekretaris Derulo.
__ADS_1
Sebuah benda yang mau memiliki asap menyengat memenuhi ruangan tersebut. Jason menghabiskan waktunya di sana sampai satu bungkus benda asap itu sudah habis.
''Karena kau Claire hidupku menjadi berantakan andaikan saja waktu bisa dibuka,'' racaunya.