
Claire langsung di bawa masuk ke dalam ruang operasi karena noda merah nsemakin banyak keluar.
"Tolong selamatkan istriku dan juga anak kami!" pinta Jason.
"Baik Tuan," jawab dokter tersebut lalu masuk ke dalam.
"Kak, tenanglah saat ini Claire sedang berjuang," ucap Jesy sambil mengusap lengan Jason.
"Semua ini kesalahanku Jesy. Andai saja aku tidak ke ruangan itu Claire." Jason mengusap wajahnya lalu dia melihat kedatangan Rio dan ibu Ria.
"Kak, tahan jangan emosi!" tahan Jesy karena sudah melihat wajah Jason memerah.
"Sejak kapan Claire bersama kalian?" tanya Jason berapi-api.
"Tanganmu lepaskan Tuan Jason! Anda menyakiti saya?" balas Rio dingin.
"Kau?!" pekik Jason lalu dia lepaskan tangannya dari sana.
"Soal Claire nanti kita bicarakan Tuan Jason, ia saat ini sedang berjuang di dalam sana," potong ibu Ria agar tidak terjadi baku hantam apalagi ini rumah sakit.
Jason diam sambil menatap Rio dan ibu Ria dengan tatapan sengit. Berbulan-bulan jalin kerja sama antar perusahaan mereka telah menyembunyikan Claire.
"Bodohnya aku terlalu mempercayai manusia seperti mereka," batin Jason.
"Kak Jason sudah diambangkan batas, apa yang akan terjadi nantinya?" ucap Jesy dalam hati.
__ADS_1
"Maafkan kakak Claire, seharusnya lebih awal jujur," gumam Rio.
"Sekali dalam dua puluh empat jam aku pasti akan gembel. Suamiku maafkan aku tidak bisa menjaga amanatmu." Ibu Ria seketika merosot di bangkunya dia tidak kuat melihat wajah Jason yang marah.
Ruang operasi dokter masih berusaha untuk menyelamatkan nyawa Claire bersama dengan calon buah hatinya.
Claire dalam pengaruh obat masuk ke dalam alam lain hingga ia bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu," panggil ya.
"Sedang apa kamu di sini, Claire?" tanya ibu Claire.
"Claire mau ikut dengan kalian Bu," jawabnya.
"Siapa Bu? Claire hanya memiliki kalian?" tambahnya.
Kedua orang tua Claire hanya tersenyum lalu mereka secara perlahan mulai hilang di balik awan. Claire terus memanggil namun tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
"Dok, pasien mengalami krisis?" lapor perawat.
"Gawat?!" pekik ya.
Hingga suara tangisan bayi terdengar begitu kuat Jason langsung berdiri ingin masuk ke dalam.
"Bayiku sudah lahir," ucapnya terharu.
__ADS_1
"Selamat kak," ucap Jesy bahagia.
Sementara Rio dan ibu Ria saling pandang mereka tidak tahu harus melakukan apa sekarang.
"Syukurlah bayi Claire sudah lahir tapi, bagaimana kondisinya sekarang?" batin Rio.
Dokter masih berusaha keras untuk mengembalikan Claire dari krisis yang dialaminya. Terus berusaha keras akhirnya masa itu telah terlewati, Claire akhirnya dipindahkan ke ruang inap namun bayi ya dibawa ruang inkubator karena tubuhnya lemah.
"Tuan Jason?" panggil dokter.
"Bagaimana kondisi Claire?" tanya Jason panik.
"Nona Claire sudah melewati masa kritis namun kami harus mengatakan berita buruk kalau ia saat ini dinyatakan koma karena terlalu banyak mengeluarkan darah." Dunia Jason seketika runtuh mendengar ucapan dokter begitu juga dengan Rio.
"Lalu, bayi kami bagaimana?" tanya Jason lagi.
"Bayi anda ruang bayi Tuan, dia membutuhkan alat medis karena lahir tidak waktunya." Jason mengusap wajahnya mendengar berita itu.
"Pria atau wanita dok keponakanku?" tanya Jesy.
"Dua-duanya Nona," jawab dokter tersebut.
"Maksudnya dok?" tanya Jesy tidak mengerti.
"Kembar Nona." Semuanya terkejut mendengar ucapan dokter bayi Claire kembar. Padahal selama ini mereka tidak pernah melakukan pemeriksaan karena Claire ingin tahu diwaktu kelahirannya.
__ADS_1