
Jason tidak mau kalah dia balas juga seperti buat Rio kepadanya sampai sekretaris Derulo hentikan mereka berdua.
"Tuan, serahkan dia kepada saya," ucap sekretaris Derulo sambil menahan Rio.
"Lepaskan dia! Aku mau bicara dengannya," balas Jason.
"Kau pria menyedihkan Jason. Berani hanya kepada wanita lemah!" sentak Rio.
"Tahu apa kau dengan kehidupan yang kujalani? Wanita yang di dalam sana kau maksud? Dia hanya wanita yang sudah aku bayar." Kedua bola mata Rio terbuka lebar dengar perkataan Jason.
"Tidak mungkin? Claire tidak mungkin melakukannya?!" pekik Rio.
"Apa yang tidak mungkin. Semua haus uang dan kau juga!" tunjuk Jason tepat ke wajah Rio.
"Jadi, Claire pergi ke Club Paradise malam itu karena uang?" ucapnya lemah.
Jason menaikkan alisnya dia menangkap sesuatu yang dikatakan Rio barusan.
"Bawa pria ini jauh, Derulo!" perintah Jason.
"Baik Tuan," jawab sekretaris Derulo cepat.
Langkah gontai nyaris tidak bertulang hingga wajahnya mengenai sinar matahari yang terik. Harapan Rio pupus selama ini berjuang hanya untuk Claire seorang.
__ADS_1
"Claire," lirihnya pelan lalu ambruk ke tanah yang basah.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Jason dingin.
"Tuan, hasil diagnosa saya mengatakan kalau saat ini Nona mengalami kerusakan psikologis," tuturnya.
"Apa tidak bisa diobati secepatnya?" tanya Jason mendelik kesal.
"Biarkan Nona hirup udara bebas, Tuan," tambahnya.
"Apa kau serius kalau wanita itu sedang gangguan?" tanya Jason penuh selidik.
"Anda boleh gantikan dokter terbaik untuk mengetahui lebih psikologis Nona, Tuan," ucapnya.
"Jangan sakiti saya, aku mohon," pinta Claire setelah melihat wajah Jason yang dingin.
"Ini yang kau bilang psikologis?" tanya Jason.
"Ya Tuan," jawab dokter tersebut.
"Claire?" panggil Jason lembut.
"Ayah, ibu tolong Claire," ucapnya sambil memeluk tubuhnya.
__ADS_1
"Derulo, jangan sampai orang-orang di luar sana tahu keadaannya termaksud mami, kau mengerti?!" perintah Jason penuh penekanan.
"Baik Tuan," jawabnya.
Kini hanya Claire seorang diri dalam ruangan tersebut ia tidak menyangka bisa berbohong hanya ingin selamatkan diri dari jeratan Jason. Pria dewasa itu terlalu banyak drama hingga akhirnya ia yang terjerumus ke rumah sakit.
Claire menitikkan air mata sambil mengusap perutnya yang ternyata ia benar-benar mengandung anak Jason. Sebuah kejutan yang membuat napasnya hendak terhenti namun, takdir berkata lain.
"Aku sudah menolongmu karena dokter Rio. Habis ini aku akan pergi jauh semoga masalahmu cepat selesai," ucap dokter tersebut tiba-tiba muncul dengan wajah yang pucat.
"Terima kasih sudah menolongku. Boleh aku minta tolong lagi?" ucapnya sesenggukan.
"Apa itu?" Claire menulis surat kepada Rio kalau dia baik-baik saja bersama dengan Jason.
"Boleh berikan ini kepada Rio? Dia berhak tahu keadaan ku saat ini. Aku tahu Rio mengetahui sesuatu tentangku tapi itu semua bohong dan tidak benar. Aku baru menyadari kalau selama ini bodohnya diriku sendiri percaya Rio adalah pria yang tidak benar," ucapnya terang-terangan.
"Kau yakin berpikir seperti itu?" Claire mengangguk.
"Dia percaya atau tidak, Rio berhak tahu. Soal diriku aku tidak tahu apa yang akan terjadi bersama dengan anakku," ucapnya pilu.
"Kenapa tidak lari saja? Aku bisa membantumu? Claire geleng-geleng kepala.
"Pergilah! Jason akan kembali," pintanya.
__ADS_1
"Semoga hidupmu baik Claire. Aku percaya kau adalah wanita kuat." Claire menatap kepergian dokter tersebut kini hanya ia seorang yang berjuang untuk hadapi Jason.