
Pagi itu Albern dan keluarganya sedang sarapan bersama, tiba-tiba sang kakek membuka percakapan .
“Albern aku mendengar kabar yang kurang mengenakakn di kantor pengiriman tentang mu, ada apa?” Tanya sang kakek.
“hlHanya gossip murahan saja kek, jangan terlalu dipikirkan,” Jawab Albern dengan santai.
Dia juga sudah dengar kabar yang beredar tentang Sora pagi itu, tapi dia tidak terlalu memperdulikannya. Walau pada dasarnya dia sedikit risih dengan berita itu.
“Jika begitu baiklah,” Ucap sang kakek.
“Jadi kapan kau akan membawa calon untuk kami?” Tanya kakek tanpa basa-basi.
Albern adalah anak kedua dan cucu terakhir dari keluarga Kim, dia memiliki kakak yang tinggal diluar negri, dan sudah menikah. Dia akan pulang jika dipanggil dan jika ada perayaan saja. Jadi hanya Albern yang menjadi focus keluarga Kim.
“Jangan terlalu lama, kakak mu belum memberikan kami cucu. Jadi kami berharap kau akan cepat menikah juga dan memberikan kami cucu,” Timpal Sang Ayah.
“Ish kau ini, dia masih muda, biarkan dia bersenang-senang dan berkarir dulu, jangan kalian tekan seperti itu,” Bela sang ibu.
“Aku masih belum memikirkan pernikahan sama sekali, jika memang aku harus menikah maka aku yang akan memilihnya tidak ada perjodohan,” Ancam Albern.
“Jika aku menunggu kau membawa cucu menantu ku, mungkin aku sudah disurga,” Seloroh kakek nya.
“Keekkk...” Keluh Albern.
Yang lain hanya tersenyum saja. “Aku tidak akan menjodohkan mu, tapi jika kau tidak segera membawa cucu menantu. maka aku akan menikahkan mu dengan wanita pilihan ku,” Ancam kakek Kim.
Albern yang mendengar itu hanya menghela nafas saja. Pada dasarnya keluarga Kim tidak suka menjodoh-jodohkan, namun Albern terlalu tertutup soal Wanita, dan itu membuat semua menjadi khawatir.
Sarapan pagi mereka pun hanya membahas tentang calon istri Albern, dan itu yang membuatnya malas untuk pulang. Tapi dia juga tidak mungkin tidak pulang sama sekali, jika begitu dia akan diteror oleh kakek nya yang sangat memperhatikan dia.
Sora yang sudah merasa lebih baik memilih untuk Kembali bekerja. Karena dia sudah libur dua hari dengan mendadak, maka dia langsung menghubungi Elen.
__ADS_1
“Halo elen, apa hari ini kau akan akan kekantor?” tanya Sora.
“Ya, karena kau sakit, jadi aku yang masuk,” jawab Elen dengan santai.
“Maaf, kau hari ini tidak usah kerja.aku sudah lebih baik,” Jawab Sora.
“Apa kau yakin sudah lebih baik, ku dengar kau sampai pingsan dan ada kabar yang kurang enak didengar saat ini di kantor,” Jelas Elen.
“Kabar apa?” Tanya Sora dengan penasaran.
Elen yang mendengar pertanyaan Sora malah bingung mau menjawab apa.
“Halo Elen?” Panggil Sora yang merasa bingun karena Elen hanya diam.
“Aah ya.. jika kau ingin kekantor, datang saja nanti kau akan tahu,” Jawab nya lalu menutup telpon.
Sora mendengarnya jadi semakin penasaran. “Ada apa dikantor, aku merasa tidak melakukan apa-apa” Pikirnya.
“Sora, bagaimana keadaan mu?” Tanya Heiran.
“Baik, aku akan kekantor hari ini,” Jawab Sora.
“Heii.. apa kau yakin akan kekantor?” Tanya Heiran dengan khawatir.
“Ya.. aku bosan dirumah saja, dan lagi kasihan Elen yang menggantikan ku,” Bela Sora.
“Baiklah kabari aku jika sudah dikantor. aku ingin bertemu dulu,” Pinta Heiran.
“Baiklah,” Lalu Sora mematikan telpon.
Sora dan Heiran tiba dikantor hampir bersamaan, Sora yang melihat Heiran langsung saja menghampirinya.
__ADS_1
“Hei...” Sapa Sora.
“Sora,” Heiran yang senang melihat temannya sudah lebih baik dari kemarin, seperti mayat hidup.
“Kau siap untuk bekerja?” Tanya Heiran lagi.
“Hm, iya...” Jawab Sora.
Lalu mereka berjalan Bersama, karena Heiran bekerja di lantai 2, sedangkan Sora dibelakang, jadi mereka berpisah disimpangan.
“Kita harus makan Bersama nanti, aku akan menghubungi mu,” Tegas Heiran.
Dia masih takut kawannya ini melupakan makan siangnya lagi.
Dengan tersenyum Sora berkata. “Baiklah, daahh...” Dan mereka pun berpisah.
Sora langsung bersibuk-sibuk dengan pekerjaannya, dan Heiran pun begitu. namun dia merasakan suasana yang aneh dikantor, orang-orang seperti sedang memperhatikannya dan membicarakan dia, dan membuat dia tidak nyaman.
Tiba-tiba saja Ji hun dan Ji Min menariknya kepatry.
“Heei! lepaskan, ada apa ini?” Kesal Heiran yang baru datang sudah ditarik mereka.
“Ish kau ini, kenapa telpon ku semalam tidak kau angkat?” Tanya Ji Min.
“Oohh.. aku Lelah karena habis menemani Sora, jadi aku langsung tidur,” Jawab Heiran santai.
“Ada apa?” Tanya nya lagi.
“Kau dan Sora dalam bahaya,” Bisik Ji Min.
“Apa?” Heiran yang kaget.
__ADS_1