Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
48. Penyerangan


__ADS_3

Mereka berdua makan malam dalam kesunyian.


Sora masih kesal dengan Albern. Albern pun merasa serba salah, jika dia jelaskan bahwa keluarganya datang ingin bertemu karena yang satu untuk menjadikannya ahli waris dan ada juga yang mau membunuhnya maka apa yang akan difikirkannya.


Dalam kesunyian itu ponsel Sora berdering. Sora melihatnya dan muncul nama Heiran.


“Halo?” Sora menjawab telpon itu.


“Sora, kau dimana?”


Sora melirik Albern yang asik menyantap makan malamnya seperti tidak perduli siapa yang menelpon Sora.


“Aku dirumah direktur. Ada apa?”


“Jadi benar kau akan menikah dengan direktur?” Tanya Heiran dengan sedikit berteriak.


“Hais, kenapa kau berteriak?” Sora menjauhkan telponnya dan kembali berbicara pelan pada heiran.


“Apa yang kau dengar?” lanjutnya.


“Dikantor sudah sangat heboh dengan gossip mu dan direktur. Hanya aku saja yang tidak tahu apa-apa tentang berita itu. Jadi benar atau tidak?” tanya Heiran beruntun.


Tiba-tiba Albern berdehem agak keras menandakan Sora harus mematikan telponnya.


“Nanti aku akan menghubungi mu lagi, sudah dulu ya.” Sora mematikan telponnya.


Visual Heiran



Dia langsung meletakan ponselnya dimeja dan melanjutkan makan malam. Mereka tetap diam sampai makan malam berakhir.


“Kau ingin menginap atau kembali ke Ruamh Utama?” Tanya Albern.


“Bolehkah aku menginap?” Sora bertanya dengan senang.


“Jika kau menginginkannya.” Albern pergi meninggalkan Sora.


Sora tersenyum senang dan langsung pergi kekandang Leo lagi. Dia langsung bermain dengan kucing kesayangannya itu. “kau memang jauh lebih besar ya?” Sora berkata seraya mengelus Leo.


Albern kembali kekamarnya dan menelpon sekretaris Choi, karena ada panggilan tak terjawab darinya.


“Ada apa?” Tanya Albern.


“Asisten Tuan Yun menelpon kembali dan menanyakan kapan ingin bertemu dengan kita.”

__ADS_1


Albern terdiam dan berfikir sejenak.


“Atur jadwal pertemuan tanpa Sora terlebih dahulu, kita lihat kondisi keluarga mereka.” Jawab Albern.


“Baik,Direktur.”


Albern menutup telponnya. Dan ingin merebahkan badan. Tiba-tiba seorang pelayan memanggil.


‘Tuan Muda, tolong cepat keluar.” Panggil pelayan itu dengan suara sedikit teriak.


Albern langsung bangun dan keluar dari kamar nya.


“Ada apa?”


“Ada… ada…” pelayan itu tergugup. Dan terdengar suara teriakan. Albern mendengarnya langsung berlari dan karena yang terlintas wajah Sora.


Saat sampai dipintu taman sudah ada perkelahian antara pengawalnya dan beberapa orang berbaju hitam dengan membawa membawa senjata.


Leo yang sudah melumpuhkan satu orang dengan terkamannya. Mulut dan kakinya berdarah karena menyerang penyusup itu. Albern langsung berlari kearah Sora untuk melindunginya, Sora yang memiliki sedikit ilmu bela diri sudah dengan posisi pertahan diri.


Pelayan Park melihat keadaan yang tidak kondusif langsung memanggil bantuan, dan menghubungi Rumah Utama dengan kode bahaya dari mereka.


Saat ini terjadi pertarungan yang sengit. Antar pengawal Albern dan para penyusup itu, tidak dapat diperkirakan berapa jumlah mereka. Yang jelas jika dari jumlah pengawal yang ada dimension sangat tidak seimbang.


Pengawal yang ada dimension hanya ada sepuluh orang. Tetapi meski sedikit mereka sudah terlatih untuk system perlawanan dan pertarungan yang hebat. Pengawal yang ada ditaman hanya empat orang, sedangkan para penyusup itu ada sekitar lebih dari sepuluh orang. Albern mulai diserang, membuatnya menjauh dari Sora. Target mereka adalah Sora, hidup atau mati.


Tetapi para penyusup itu juga tidak kalah hebat dari dia, Albern diserang oleh tiga orang penyusup. Dengan tangan terluka dia terus melawan dan menghindar.


Sora juga diserang lebih dari empat orang namun dia dibantu oleh Leo yang ada didepannya untuk menghalangi mereka mendekati Sora. Leo dengan mode menyerang dan mengeluarkan suara erangan. Menadakan binatang ini buas dan siap menerkam siapa saja yang mendekati Sora.


Mereka terus melawan untuk mengulur waktu sampai bantuan datang, bertahan supaya tetap bisa melindungi Sora. Sora juga terus berusaha melawan setiap cengkraman yang mau menguncinya dengan cara apapun.


“Siapa mereka?” Sora panik, dia melihat Leo yang sudah terluka namun tetap berada didepannya masih dengan posisi siap menerkam. Sudah ada yang tergeletak oleh gigitan dan terkaman Leo dari para penyusup itu. Membuat mereka sedikit ragu, ini diluar rencana bahwa Sora memiliki hewan buas untuk melindunginya.


Albern yang melihat Sora sudah kelelahan, berlari mendekati setelah bisa terlepas dari kepungan mereka. “Kau tetap berada disisiku.” Ucap Albern.


Sora melihat Albern sesaat dan melihat lengannya yang terluka langsung menjadi tambah panik. "Lengan mu!" Teriaknya.


“Tidak apa-apa, hanya luka kecil. Tetap focus.”


Albern mencoba mengalihkan perhatian Sora dari lukanya. Sebenarnya mereka sudah kewalahan, pengawal Albern pun ada yang terluka. Dan membuat mereka terpojok.


Tidak lama pengawal Albern yang lain datang, mereka segera berlari mengunci Albern dan Sora. Dan membuat posisi terbalik, para penyusup sekarang yang terkepung.


Para penyusup itu datang dengan Persiapan yang matang, mereka Kembali menyerang meski sudah tahu dikepung dan kalah jumlah. Kenyataanya para penyusup itu tidak sedikit. Sebelumnya mereka sudah mengepung mansion Albern dan memprediksikan kondisi Mansion sebelum menyerang dan menangkap Sora.

__ADS_1


Taman saat ini sudah sangat kacau balau dengan pertarungan yang terjadi.


Kakek Albern dan Ayahnya mendengar Mansion Biru diserang langsung pergi menyusul, Nyonya Kim ingin ikut serta namun dilarang karena akan berbahaya. Dengan segera mereka semua berangkat membawa pasukan yang banyak, Keluarga Kim adalah orang Nomor satu dengan kerajaan bisnis yang luas dan kedudukan keluarga yang tinggi.


Dia langsung mengkoordinir orang-orang kepercayaannya dan memerintahkan menuju mansion Biru segera.


Sudah jelas jika ini terjadi maka menandakan perang dengan mereka. Sekretaris Choi juga sudah menuju lokasi, saat sampai digerbang mansion mereka dihadang dan langsung diserang. Kondisi mansion saat ini sudah sangat kacau.


“Orang-orang ini sudah sangat nekat, mereka berani mengusik keluarga Kim.” Kakek Albern dengan sangat marah.


Sekretaris Choi dan para anak buahnya berhasil melumpuhkan para penyusup yang berapa diluar masion dan segera berlari masuk kedalam, kekacauan sudah terjadi. Dia melihat Albern Sudah kewalahan menghadapi para penyusup.


Leo yang tertembak di kakinya, membuat Sora berlari menghampiri. Dari belakang ada yang mau menusuknya namun digagalkan oleh Sekretaris Choi yang langsung menembak penyusup itu.


Sora sudah memeluk Leo saat mendengar suara tembakan.


Bantuan datang dengan jumlah yang lebih besar, kali ini keluarga Kim tidak akan mengampuni orang-orang ini yang berani mengusik keluarga besar Kim.


Beberapa penyusup dengan cepat sudah dilumpuhkan, baik didalam mansion maupun diluar mansion tanpa terkecuali. Meski ada beberapa yang tewas, orang-orang Albern juga ada yang terluka karena pertarungan ini.


Para penyusup ditangkap dan dikumpulkan dalam satu ruangan. Tuan Besar Kim dan Ayah Albern sudah berada dimension, melihat kondisi mansion yang sudah kacau karena ulah para penyusup itu membuat mereka murka.


“Siapa yang berani menantang keluarga Kim,” Dengan marah dan menghentakan tongkat yang dia pegang kelantai.


Semua penyusup itu duduk bersimpuh dan tertunduk, masker mereka telah dibuka semua, wajah satu-satu orang diperhatikan Tuan besar Kim.


“Hebat sekali kalian berani mencari mati disini.” Dengan menatap tajam kearah para orang-orang itu. Tatapan Tuan Besar Kim membuat para penyusup itu bergidik ngeri. Lebih mengerikan dari tatapan peliharaan Sora tadi.


Sementara itu Sora masih memeluk Leo. Albern mendekat dan memeluk pundaknya.


“Ada apa sebenarnya, mengapa jadi seperti ini, siapa mereka Albern?” Dengan tangan yang bergetar karena memeluk Leo, Sora melihat lengan kanan Albern yang terluka.


“Lengan mu?” Sora semakin panik melihat darah dibaju Albern. Dia benar-benar bingung apa yang harus dilakukan. Leo mulai terkulai lemas dipelukan Sora.


“Aku mohon bertahanlah," dia berbicara pada Leo. Kakinya terluka oleh sayatan pisau saat melindungi Sora tadi. Darahnya terus mengalir yang membuat kucing itu lemas.


Albern memeriksa keadaan Leo. “Dia hanya terluka dikaki, dokter akan tiba dan memeriksanya. Kemungkinan juga kelelahan karena ikut bertarung melindungi mu.” Jelas Albern.


Albern pernah mengikuti pelatihan militer, dan memiliki keahlian medis. Jadi dia mengetahui kondisi Leo. Meski harus tetap dicek lebih lanjut, namun dia yakin Leo tidak mengalami hal yang fatal.


Sora menatap leo dengan nanar, Kucing ini melindungi dirinya dengan mempertaruhkan nyawa, lalu melihat kearah Albern yang juga terluka. Dua makhluk yang berbeda sudah melindungi dirinya samapi terluka membuat Sora kembali berkaca-kaca.


Albern berdiri. “Panggilkan Lois dan Dokter hewan lain.” Perintah Albern kepada Sekretaris Choi.


“Baik,”

__ADS_1


Ayah Albern menghampiri Sora dan duduk disampingnya. “Dia akan baik-baik saja,” ucap Ayah Albern. Sora menengok dan melihat Ayah Albern sudah ada disampingnya.


__ADS_2