
Sora menatap Albern. Sebenarnya dia ingin meminta Albern untuk membujuk Nyonya Kim supaya beristirahat, sejak kemarin dia terlalu sibuk.
“Hm, itu… “ Sora merasa ragu karena melihat Albern yang sangat kelelahan.
“Katakan saja,” Albern meyakinkan.
“Ibu, aku ingin kau memberitahu ibu untuk beristirahat. Aku melihatnya terlalu sibuk. Sedangkan acara pertunangan masih agak lama.” Sora menatap Albern.
Albern tersenyum. “Biarkan dia, ibu memang seperti itu. Dia sangat suka menyibukkan diri dengan acara dikeluarga ini.” Albern menjelaskan.
“Tapi apa benar tidak apa-apa?” Sora merasa ragu.
“Kau tenang saja, jika dia lelah maka akan istirahat dengan sendirinya.” Albern menatapnya dengan tersenyum.
Sora yang mendengar kata-kata Albern hanya diam. Dia melihat Albern sedikit berbeda. “Apa pekerjaannya sangat banyak, mengapa dia terlihat kusut?” Batinnya.
“Baiklah. jika seperti itu Kau Kembali beristirahatlah,” Sora tersenyum dan pergi meninggalkan Albern. Albern pun kembali masuk kekamarnya.
Albern duduk disofa kamar dan menelpon sekretarisnya. “Bagaimana?”
“Benar dugaan kita direktur, ini jebakan.” Jelas Sekretarsis Choi.
Albern mengusap wajahnya. “Awasi semuanya, jangan sampai dia mengacaukan acara nanti. Sangat Jelas tujuannya apa.” Ucap Albern lalu menutup telponnya.
“Dasar Wanita murahan.” Ucap Albern.
Sementara Sora menelpon Heiran. “Apa kita bisa bertemu?” Tanya nya.
“Tentu, kita mau bertemu dimana?”
“Akan ada yang menjemput mu, saat ini aku tidak bisa keluar. Ajak juga yang lain.” Jawab Sera.
“Baiklah, aku akan mengabari yang lain.” Mereka menutup telponnya.
Sora mendekati Nyonya Kim. “Ibu,” Panggilnya.
“Iya sayang. Ada apa?”
“Apa boleh aku bertemu dengan teman-teman ku disini?” Tanya Sora.
“Tentu, jemput mereka. Dan bersantai lah.” Ucap Nyonya Kim. Dengan memegang tangan Sora.
“Terima Kasih bu.” Sora pergi meninggalkan Nyonya Kim yang melanjutkan kesibukannya.
__ADS_1
Setelah jam makan siang Heiran, Ji Min dan Ji Hun tiba. Mereka langsung disambut oleh Sora.
“Sora, Aku benar-benar merindukan mu.” Ucap Heiran yang langsung memeluknya.
Sora pun sama merindukan sahabatnya ini. “Ayo masuk, kita mengobrol didalam.” Ajak langsung Sora.
Mereka berjalan ketaman untuk mengobrol.
Dimana ada kandang Leo yang sangat besar. Saat ini leo sudah pulih dengan cepat. Dia sudah mulai aktif bermain. Sejak pindah kerumah utama pertumbuhan Leo sangat bagus. Sora pun dengan rutin memberi makan secara langsung. Karena jika orang lain yang memberi makan dia tidak mau.
Heiran dan yang lain merasa takjub dengan rumah Utama Kim. Rumah yang sangat besar, luas dan pelayanan yang nomor satu. Sora sangat beruntung.
“Kita mengobrol disini saja.” Sora mengajak yang lain untuk duduk menimati pemandangan taman rumah Utama.
Mereka bertiga duduk dengan tenang. “Sora, kau sangat beruntung.” Ucap Ji Min.
Sora hanya tersenyum mendengar perkataan Ji Min. dan Heiran pun meliriknya.
“Apa kau Bahagia Sora?” Tanya Heiran yang melihat sahabatnya ini seperti banyak tekanan.
Sora tersenyum mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Heiran.
“Sora, ada yang ingin kau ceritakan?” Tanya heiran yang merasa Sora ada sesuatu.
Sora mencoba berbicara pelan dan tidak mengejutkan sahabatnya ini.
“Ini tidak semudah yang dilihat.” Ucap Sora.
“Apa Albern menyakiti mu? Apa dia memaksa mu untuk menikah dengan nya.” Heiran sedikit marah.
“Tidak, tidak… bukan itu.” Sora langsung menyela karena takut Heiran salah paham.
“Dia sangat baik pada ku. Bahkan Ayah, Ibu dan kakek sudah seperti orang Tua Ku sendiri.” Dengan cepat Sora berbicara.
“Sora, apa kau mencintai Direktur?” Ji Hun tiba-tiba membuka mulutnya dan membuat yang lain terdiam.
Sora yang medengar juga tidak bisa menjawab.
Selama ini dia hanya mengikuti alur saja. Dia tidak pernah menolak ajakan menikah dengan Albern.
Karena merasa sejak awal terjadinya masalah dia sudah dilindungin oleh nya. Namun jika mendengar pertanyaan itu Sora juga tidak bisa menjawab.
__ADS_1
Dia juga tidak pernah mendengar dari mulut Albern bahwa dia mencintainya. Hanya mengatakan dia akan tetap berada disamping Sora apapun yang terjadi. “lalu apakah itu cinta.” Batinnya.
“Sora, jika kau ragu bahkan merasa terpaksa. Kau mempunyai hak untuk menolak semuanya.” Ji Hun memberi tahu.
Tiba-tiba Albern datang.
“Tidak ada yang memaksanya.” Albern dengan suara yang sedikit kencang mengagetkan semua.
Sora melihat sosok Albern datang mendekat dan langsung saja duduk disampingnya. Yang lain langsung terdiam. Albern tidak melepaskan tatapannya dari Ji Hun. Karena mendengar ucapannya tadi Albern sedikit emosi.
“Jika dia tidak dipaksa, mengapa Sora hanya terdiam ketika aku tanya?” Ji Hun sedikit menantang dengan ucapan dan tatapannya.
Albern merasa Ji Hun terlalu ingin ikut campur urusannya dan Sora.
“Tuan, aku rasa anda terlalu jauh pertanyaannya. Bukankah itu urusan pribadi kami?” Albern yang tidak terima membalas ucapan Ji Hun.
Sora mendengar dan melihat mereka menjadi tidak enak.
“Cukup, mengapa kalian berdebat?” Sora sudah kesal.
“Albern, aku yang mengundang mereka. Jadi tolong jangan membuat keributan.” Ucapnya.
Albern mendengar ucapan Sora yang tidak membelanya merasa kesal lalu dia langsung pergi meninggalkan Sora dan yang lain. Sora melihat Albern pergi begitu saja menjadi tidak enak karena sepertinya dia marah. Tetapi tetap tidak mengejar.
Albern pergi kearah ruang perpustakaan, dia sebenarnya kesal karena Sora tidak mengejarnya saat dia tahu bahwa Albern marah. Tetapi tidak mau membuat keributan menjadi lebih besar.
“Maafkan dia. Kita ganti topik pembicaraan.” Sora langsung menuangkan teh kepada mereka.
“Sora itu hewan apa?” Ji Min memecahkan kesunyian.
Sora melihat kearah yang ditunjuk Ji Min. “Oh, itu Leo. Kucing peliharaan ku,” meski tubuh Leo sudah tidak seperti kucing namun Sora tetap merasa dia adalah kucing kecil yang lucu miliknya.
“Kucing?” secara bersamaan heiran dan Ji Min bertanya.
“Ya kucing, ada apa?” Sora heran dengan jawaban mereka.
“Sora apa kau buta, mana ada kucing sebesar itu?” Ji Min semakin penasaran.
“Dan kau memeliharanya?” heiran menimpali.
Sora tersenyum lagi lalu meletakkan teh ke meja.
“Dia telah menyelamatkan nyawa ku.” Ucap Sora dengan tidak melepaskan tatapannya dari Leo yang sedang berjalan santai dikandang besarnya.
__ADS_1