Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
66. Rumah Sakit


__ADS_3

Fang Yun masuk kerumah Sakit karena terlalu banyak minum alkohol dan mengalami pendarahan pada lambungnya. Dia pingsan dan muntah darah diCafe milik temannya siang itu.


Tuan Chen dan Istrinya yang mendapat kabar tersebut masih berada dinegara tempat Sora tinggal. Mereka langsung terbang kembali kenegaranya.


Padahal Tuan Chen sudah merencanakan pertemuan istrinya dengan Sora agar lebih akrab. Saat dipesta pertunangan mereka tidak leluasa saling berbincang karena terlalu banyak orang. Karenan nya Tuan Chen meminta jadwal pertemuan lagi.


Namun karena kejadian ini mereka membatalkan pertemuan tersebut. Nyonya Yun sangat khawatir pada anaknya, dan memaksa Tuan Chen untuk kembali. Pada dasarnya Tuan Chen juga khawatir pada putrinya namun disisi lain dia benar-benar ingin berbincang lebih lama dengan Sora. Tetapi pada akhirnya dia memilih untuk kembali dan menemui putrinya itu.


Mereka tiba dirumah sakit Sore hari. Nyonya Yun yang panik langsung mencari putrinya diruangan.


“Fang sayang, apa yang terjadi pada mu?” Sang ibu menghampiri dan menangis. Sedangkan Tuan Chen tetap berjalan santai dan mendekati putrinya itu.


“Ibu… Ayah…” Lirih Fang Yun.


“Tenang sayang, aku akan berbicara dengan Dokter.” Ucap sang ibu. Tidak lama Dokter yang merawat Fang Yun tiba dan memberi hormat pada Tuan Chen.


“Tuan Yun,” Ucap Sang Dokter dan dibalas Anggukan oleh nya.


“Dokter ada apa denga putriku dan bagaimana keadaannya?” Panik Nyonya Yun.


“Tenang Nyonya, putri anda sudah baik-baik saja saat ini. Dia terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dan mengakibatkan kerusakan pada organ hatinya serta mengalami sedikit pendarahan.” Dokter mencooba menjelaskan dengan perlahan karena melihat Nyonya Yun yang panik.


Mendengar penjelasan Sang Dokter, Tuan Chen tersenyum sinis pada putrinya itu. Fang Yun yang sadar akan senyuman Ayahnya langsung menunduk dan tidak berani menatap sang Ayah.


“Mulai sekarang kurangi alkohol, dan lakukan terapi dirumah sakit untuk menghilangkan kecanduannya terhadap alkohol Nyonya.” Saran sang dokter lagi.

__ADS_1


Nyonya Yun yang mendengar penjelasan Dokter lalu menangis. “Apakah dia akan baik-baik saja Dokter?” dengan menangis.


“Tenang saja Nyonya, jika Nona Fang Yun mengikuti segala prosedur pengobatan dengan rutin, tidak akan terjadi masalah yang berat.” Hibur sang Dokter.


Nyonya Yun mengangguk dan kembali menghampiri putrinya. Sang Dokter pun pamit meninggalkan mereka.


Tersisa mereka bertiga diruangan VVIP Rumah Sakit tersebut.


“Sayang, kau harus berhenti meminum alkhhol mulai saat ini. Ibu tidak mau terhadi apa-apa pada mu.” Pinta sang ibu dengan memegang tangannya.


Fang Yun yang meliha ibunya menangis jadi tidak tega. “Aku menegrti bu. Aku akan berusaha untuk sembuh.” Janjinya. Lalu dia melihat sang Ayah yang berdiri menghadap kejendela dan menatap keluar.


“Ayah…” panggilnya. Sang Ayah menengok dan melihat putrinya yang terkapar. Dia hanya membuang nafas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Fang Yun menatap Ayahnya yang seperti kecewa padanya. Tuan Chen mendekat, Nyonya Yun bangun dari kursinya dan membiarkan Suaminya mendekati sang putri.


Namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena waktunya sudah habis untuk mengurus perusahaan milik Ayahnya itu.


“Maaf kan aku ayah…” Fang Yun menangis tersedu dihadapan Ayahnya.


“Sudah, Sudah…” Tuan Chen menjadi iba dan memeluk putrinya tersebut. Fang Yun menangis dipelukan sang Ayah.


Pelukan itu dilepas. “Sekarang kau Fokus pada kesehatan mu dan lakukan lah hal yang berguna.” Ucap Tuan Chen dengan suara pelan namun tetap tegas.


Fang Yun hanya mengangguk dan menghapus air matanya. “Aku mengerti Ayah.” Ucapnya sesegukan.

__ADS_1


Nyonya Yun melihat kedekatan suaminya dan anak mereka menjadi tersenyum senang. Tidak lama Jiao Yun datang.


“Ibu, Ayah,” Sapanya seraya masuk keruangan.


Tuan Chen melihat putranya itu semakin kesal. Kemana saja dia akhir-akhir ini dan langsung menjauh dari Fang Yun untuk pergi keluar ruangan. Tuan Chen melewati putranya itu tanpa memperdulikan sapaanya.


Jiao Yun hanya tertunduk diam tanpa berani menatap tatapan sang ayah dan membiarkan Ayahnya melewati dirinya.


“Dari mana saja kau anak nakal. Adik mu sakit dan kau tidak ada.” Nyonya Yun sedikit memukul lengan putranya itu dengan kesal.


“Maaf bu, aku sedang ada urusan. Yang penting kan aku menjenguknya.” Bela Jiao Yun.


“Menjenguk? Justru kau yang harus menjaganya. Kau kakaknya.” Bentak Nyonya Yun.


“Bu, Fang sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri. Tidak perlu aku yang menjaga.” Jiao Yun membela diri.


Nyonya Yun sudah tidak tahan lagi dengan putra nya ini. Mereka hanya dua bersaudara tapi tidak saling menjaga. Bahkan kelakuan mereka juga tidak ada yang membanggakan. Pada dasarnya Nyonya Yun juga sangat kecewa pada anak-anaknya, namun dia merasa mereka hanya merindukan sosok ayahnya yang selalu sibuk diluar.


“Haah..” Nyonya Yun lemas dan duduk disofa ruangan itu. “Aku sungguh tidak sanggup pada kalian.” Keluh nya.


“Ibu..” ucap Fang dan Jiao Yun.


Jiao Yun langsung memegang lengan ibunya dan duduk disamping Nyonya Yun.


“Kalian benar-benar membuat ku pusing. Apa kalian tahu. Kami sudah bertemu dengan anak Paman kalian. Namanya Sora Lee.” Jelas Nyonya Yun dengan masih memijat-mijat keningnya yang terasa sakit.

__ADS_1


“Jika kalian masih bersikap seperti ini, bagaimana aku bisa memperjuangkan kalian didepan ayah mu.” ucap Nyonya Yun sedih.


Jiao dan Fang Yun hanya terdiam tanpa menjawab. Tatapan Jiao Yun sangat tajam dan menunjukan kebencian.


__ADS_2