Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
31. Hilang Lagi?


__ADS_3

“Kau sebaiknya ikut dengan ku. mereka pasti masih akan mencari mu,” Ucapnya pada Sora yang berdiri disamping mobil.


"Tapi bagaimana dengan mereka semua?” Tanya Sora.


“Orang-orang ku sudah mengurusnya,” Jawab Albern tanpa melihat Sora dan langsung masuk kemobil.


Mendengar itu Sora langsung mengikutinya untuk masuk kedalam mobil juga.


Sekretaris Choi yang sudah memberikan perintah pada orang-orangnya langsung ikut masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil untuk Kembali kediaman milik Albern. Selama dimobil mereka hanya diam tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata sama sekali.


Albern sedang bersandar dikursi belakang sambil memejamkan mata. Sora yang melihat itu merasa tidak enak karena dirinya dia harus bertarung dengan orang-orang itu.


“Apa dia terluka?” Batinnya.


“Terima kasih karena telah menyelamat kan ku,” Ucap Sora yang tiba-tiba pada Albern.


Albern mendengar perkataannya tetapi tidak menjawab apa-apa dan masih pada posisi semula. Sora yang tidak mendapatkan jawaban merasa semakin khawatir.


“Apa kau terluka,” Tanya Sora lagi yang langsung berbalik kearah Albern.


“Apa kau tidak bisa diam? Berisik sekali!” Dengan ketus Albern berkata.


Sora langsung merasa jengkel dan Kembali duduk menghadap kedepan. selama perjalanan Sora hanya terdiam dan melihat keluar jendela. Banyak pertanyaan dibenaknya siapa mereka, mengapa menculiknya, padahal tidak ada yang berharga pada dirinya. Seingatnya sampai saat ini dia tidak pernah memiliki musuh .

__ADS_1


“Apakah nona Hong yang melakukannya?” Pikir Sora dan langsung saja wajah Nona Hong tergambar difikiran. Karena selama inidia semakin mencurigakan.


Tapi langsung ditepisnya, apa guna nya Nona Hong menculiknya. membayar mereka saja pasti mahal, sebenci apa dia pada ku. Tiba-tiba saja Sora menggelengkan kepala. Albern yang sedikit melirik ke arah Sora.


“Kenapa aku jadi terlibat dengan gadis ini lagi?” Pikirnya dan langsung membuang nafas.


Ditempat lain, Heiran dan yang lainnya sudah mulai panik karena Sora tiba-tiba tidak memberi kabar lagi setelah pembicaraan terakhir ditelpon dengannya tadi. Heiran yang sudah beberapa kali menghubungi Sora tapi hanponnya mati.


“Ini sudah terlalu lama, aku mulai merasa khawatir,” Ucap Heiran.


Ji Hun dan Ji Min yang tadinya merasa tenang-tenang saja tapi melihat heiran yang panik menjadi bingung.


Langsung saja Heiran keluar dari kedai makan dan menghentikan taksi diikuti yang lain, sesampainya dikantor mereka dan mau masuk namun dihalangi security.


“Apakah masih ada orang didalam?” Tanya heiran dengan gelagapan.


“Sudah kosong,” Jawab security itu.


“Apa kau yakin, biar kan aku mengeceknya. teman ku kemungkinan masih didalam,” Jawab Heiran karena tidak percaya.


“Apa kau pikir aku berbohong. aku baru saja mengecek seluruh ruangan, mungkin teman mu sudah pulang dari tadi,” Kesal security itu.


“Pergilah,” Perintahnya lagi dengan kesal.

__ADS_1


“Heiran, mungkin benar katanya. ayo kita cari Sora ditempat lain,” Bujuk Ji Min di ikuti Ji Hun.


“Kita kerumahnya saja. mungkin dia sudah pulang,” Dengan ragu Heiran mengikuti saran mereka dan pergi kerumah Sora.


Sesampainya dirumah Sora mereka mengetuk pintu dan tidak mendapatkan jawaban.


“Kemana dia. aku mulai merasa ada sesuatu yang terjadi,” Heiran yang sudah ingin menangis karena dia merasa Ketika Sora yang tiba-tiba menghilang itu pertanda tidak baik.


Ji Min dan Ji Hun yang tidak bisa menjawab pertanyaan Heiran hanya bisa mencoba menenangkanya.


“Kita tunggu besok, apakah ada kabar dari dia. Jika tidak maka kita akan lapor polisi,” Saran Ji Hun.


Mendengar itu Ji Min setuju. “Benar, kita sudah mencari nya kemana-mana tapi tidak menemukannya. lebih baik kita menunggunya besok,” Terang nya.


Heiran merasa tidak puas dengan saran mereka. “Aku akan menunggunya disini,” Yakinnya.


Mendengan perkataan Heiran. membuat Ji Min kehilangan kesabaran.


“Apa kau sudah gila? lagi pula dia sudah dewasa. dia bisa melindungi dirinya sendiri. kenapa kau begitu panik seperti ini dan bertindak bodoh,” Ucapnya karena Heiran semakin tidak masuk akal.


Sebenarnya mereka juga khawatir kepada Sora. Tapi seharusnya Sora memberitahu mereka jika ingin membatalkan janji dan tidak menjadikan orang lain khawatir seperti ini.


“Sudah lah, kita pulang saja dulu. hanpon kalian jangan ada yang dimatikan, mungkin dia akan mengabari kita nanti. ayo Heiran,” Ajak Ji Hun.

__ADS_1


Heiran yang terduduk di tangga dekat rumah Sora hanya menurut saja untuk pulang dengan lemas sembari digandeng mereka berdua.


__ADS_2