
Hai kakak..
pembaca setia..
tolong tinggalkan jejak like dan komentarnya..
Terima kasih
tetap dukung Sora ya..
Albern bersembunyi disemak-semak dan memperhatikan dua orang laki-laki itu datang, karena gelap dan sedang memakai kemeja hitam jadi dia tidak terlihat oleh mereka,dua orang itu dengan santai saja mengobrol tanpa sadar keberadaannya.
“Hei, apa benar gadis itu yang kita cari?” Tanya salah satu dari mereka sambil asik merokok.
“entah lah, aku tidak tahu.”
“Tapi tadi aku perhatikan dia tidak ada tampang orang kaya, bagaimana jika salah orang? Bukan kah kita bisa rugi?.”
“Haiiss... mana mungkin kakak kedua salah orang, dia paling hebat untuk urusan ini.”
“Tapi jika ...”
“Hei sudah hentikan, kenapa kau terus bicara tapi tapi... sudah tenang saja,aaahh jadi tidak asik, aku pergi, " ucap salah satunya sambil membuang puntung rokok.
“Heii tungggu...”
Akhirnya kedua orang itu kembali kedepan gudang.
Albern merasa heran. “Untuk apa mereka menculik Sora, bukan kah dia hanya gadis biasa?” Banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya.
__ADS_1
Tapi langsung diabaikan karena merasa harus menyelamatkan Sora terlebih dahulu. Jika benar ini penculikan berarti melanggar hukum.
Setelah dua orang tadi pergi, dengan sangat hati-hati Albern mencoba untuk masuk dari pintu tadi. Setelah berusaha membuka pintu akhirnya berhasil untuk masuk.
Dia berjalan pelan dan sangat hati-hati, akhirnya dia bisa melihat situasi didalam Gudang. Dibalik tiang gudang yang cukup untuk menutupi dirinya dia memperhatikan dan mencoba menghitung orang-orang didalam tetapi tidak banyak orang saat ini, hanya ada satu penjaga yang dekat dengan Sora, berfokus pada posisi Sora.
Dia melihat Sora ada disebelah kiri dengan kondisi diikat dan mulut disumpal kain, karena malam hari jadi penerangan digudang hanya berfokus pada Sora.
Albern jadi sulit untuk memastikan jumlah orang-orang yang berjaga. Setelah memperhatikan merasa jalan untuk mendekati Sora cukup aman, Albern mulai memberanikan diri mendekat.
Mungkin mereka merasa tidak akan ada yang mencarinya atau mencoba menggagalkan aksi mereka sehingga penjagaan Sora saat ini lemah. Posisi penjaga itu pun sedikit jauh dari Sora. Kemungkinan yang lainya berjaga diluar.
Sora hanya bersandar pada meja bekas yang sudah rusak, dan sekarang posisi Albern sudah ada dibelakangnya.
Dengan hati-hati Albern mendekati Sora.
“Hei gadis bodoh," Panggil Albern dengan berbisik.
Langsung saja Sora terdiam. “Siapa orang ini?” Pikir dia yang sama sekali tidak mengenali suara bisikan Albern, karena jarak mereka lumayan sangat dekat.
Karena Sora sempat bergerak dan dilihat oleh penjaga itu. “Hei... diam! kau jangan berulah, diam saja jika ingin selamat,” Dia tidak sadar keberadaan Albern karena berada dibalik meja dan gelap.
Ketika suara penjaga itu keras salah satu dari mereka masuk.
“Ada apa, ada masalahkah?”.
“Tidak, gadis itu bergerak tadi aku hanya menggertaknya.”
“Baiklah, beritahu jika ada masalah.”
__ADS_1
“Baik, kau keluarlah.”
Setelah salah satu dari mereka keluar, Albern membisikan lagi kepada Sora.
“Dengar, aku akan mencoba membuka tali ikatan mu, tapi jangan bergerak, oke.” perintah Albern dengan berbisik.
Dengan susah payah Albern mencoba membuka ikatan tali Sora, dan akhirnya bisa terlepas.
“Aku akan melihat situasi, kau diam dulu disini,” Albern langsung saja berjalan pelan untuk melihat keadaan jika memungkin kan bisa melihat ada berapa orang disini.
Setidak nya jika harus melawan dia bisa memprediksinya sampai bantuan datang.
Mobil Albern sudah dipasang GPS, jadi dengan mudah orang-orang nya dapat menemukan dia.
Setelah dia membaca situasi, dia kembali lagi tempat Sora, Sora yang masih menaruh tangannya dibelakang tetap seperti apa yang diperintah kan Albern. Dan diapun masih belum mengetahui siapa yang mencoba menyelamatkannya.
Albern menunggu situasi aman, dia memperhatikan orang yang menjaga Sora, dari posisinya agak jauh dan sedikit gelap, tetapi wajahnya terlihat karena dia sedang memainkan hanponnya. Jika Sora yang bergerak tadi dia tetap sadari. Bagaimana jika Sora tidak ada.
Albern berfikir, menghitung jarak dia sekarang dengan pintu yang dia masuki tadi. Melihat sekeliling apakah ada yang bisa dia gunakan.
Dia melihat ada tumpukan karung dibelakangnya, dengan hati-hati dia mengambil karung itu, saat ini kebetulan Sora mengenakan baju outher coklat dengan panjang hampir selutut, Albern langsung berfikir untuk membuat seakan-akan karung itu Sora.
dari balik meja. “Hei.. lepaskan baju mu,” bisik Albern, jelas membuat Sora kaget.
Karena mulutnya masih disumpal kain jadi dia tidak bisa protes. Langsung saja menyetujuinya.
Dengan sangat hati-hati Sora melepaskan baju nya. Dan diberikan kepada Albern, Albern dengan cekatan membentuk karung tadi seperti Sora.
Setelah selesai dan Karena dikejar waktu, takutnya ada yang masuk dan menyadari keberadaannya bisa dia bisa tertangkap juga.
__ADS_1
“Bergeserlah kekanan dengan sangat hati-hati dan pelan. Aku akan menaruh karung ini diposisimu.” Terang Albern. Sora tidak berani perotes apa pun hanya menurut saja.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA KAKAK..