Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
51. Persiapan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah kejadian malam itu. Sora sudah mulai bisa menerima kondisi penjagaan karena pencarian Ahli Waris dari keluarga Ayahnya.


Karena sudah ditetapkan tanggal pertunangan Albern dan Sora. Kabar tentang mereka berdua pun menyebar. Keluarga Kim sengaja menyebarkan kabar pertunangan hingga pernikahan mereka nanti, karena untuk memberitahu secara tidak langsung bahwa Sora berada dalam perlindungan Keluarga Kim.


Setelah kejadian malam itu, Tuan Besar Kim merasa terhina. Dia sudah mengetahui kelompok mana saja yang bekerjasama untuk mencelakai Sora dan menculiknya. Tetapi dia tidak mau gegabah, jika pihak lawan sadar bahwa Keluarga Kim sudah mengetahui rencana mereka maka akan lebih berbahaya bagi Sora dan yang lain.


Nyonya Kim sangat bersemangat untuk mempersiapkan acara pertunangan anaknya itu.


Sora hanya menuruti apa kata Nyonya Kim saja. Sahabat-sahabat Sora juga sudah mengetahui tentang berita itu, mereka merencanakan untuk bertemu.


“Ibu, anda sedang apa?” Tanya Sora yang melihat Nyonya Kim sedang duduk dengan banyak buku, majalah dan foto-foto.


“Ah, Sora kemari dan lihat ini.” Nyonya Kim tersenyum Bahagia dengan menunjukan model baju, tempat dan undangan untuk pertunangan nya.


Sora mendekat dan duduk disamping Nyonya Kim. Mereka ditemani disainer serta Asisten rumah tangga kepercayaan Keluarga Kim.


“Bagaimana dengan baju yang ini?” Nyonya kim menunjukan beberapa gaun untuk dipilih Sora.


Sora melihat dengan seksama dan sangat terkejut. “Ini, Ini terlalu mewah ibu, aku tidak bisa memakainya,” sora mengembalikan foto-foto itu kepada Nyonya Kim.


“Ais, kau ini. Kau cantik, dan harus diberikan pakaian yang cantik juga. Dan ingat, kau akan menikah dengan anak dari keluarga Kim.” Nyonya Kim mempertegas.


Sora hanya menelan ludah nya karena dia merasa pertunangan ini agak berlebihan. Dia Kembali melihat-lihat majalah yang diberikan Nyonya Kim. Sungguh sangat luar biasa mewahnya. “Ternyata seperti ini acara dikeluarga kaya, ini baru pertunangan, bagaimana pernikahannya.” Batin Sora.


Sora juga sudah mulai banyak mendapat pelajaran tata krama, belajar Bahasa, ada juga pelajaran bisnis untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan.


Semua diberikan kepada Sora karena banyak kemungkinan. Jika memang nanti dia yang menjadi Ahli waris keluarga Yun. Maka dia sudah langsung bisa mengendalikan semuanya dan sudah terbiasa dengan kehidupan dunia bisnis.


Albern melihat ibu dan Sora sedang berbincang lalu menghampiri. Dia langsung duduk disamping Sora. Dan Sora pun tersenyum.


“Sayang, bagaimana menurut mu?” Nyonya Kim menunjukan desain tempat pertunangan pada Albern.


“Ini bagus bu, pilihlah sesuka kalian. Aku menurut saja.”Dengan tersenyum Albern menjawab.


Pada dasarnya dia tidak mau terlalu pusing dengan bagaimana nanti bentuk acaranya, karena memang itu urusan Wanita. Yang jelas dia sudah siap dan yakin untuk menikahi Sora.


“Aku dan ayah akan keperusahaan bersama hari ini. Kau baik-baik lah dirumah.” Albern berbicara dengan Sora.


“Hm, kau pergilah dan hati-hati.” Jawab Sora.

__ADS_1


“Baiklah.” Albern tersenyum dan berdiri meninggalkan ibu dan kekasihnya itu.


“Ah, Jika begitu yang ini saja.” Nyonya Kim menunjukan desain ruangan dan gaun yang akan dipakai Sora dan Albern.


Sora melihatnya dan langsung setuju.Desain ruangan pertunangan nanti dibuat tertutup tetapi tetap dengan nuansa mewah. Baju Sora dan Albern juga dibuat simple namun tetap menunjukan keanggunan Sora dan wibawa Albern.



Pakaian yang dipilih untuk Sora dan Albern senada dengan tema ruangan pertunangan mereka.


Disiang hari Sora menerima telpon dari Ji Min.


“halo?” Sora menjawab telpon itu.


“Sora, kau dimana? Tanya Ji Min.


“Dirumah keluarga Kim, ada apa?”


“Ah, ternyata kau benar-benar akan menjadi istri direktur.” Ji Min yang masih tidak percaya.


Heiran langsung saja merebut ponselnya.


“Aku akan bicara pada Albern terlebih dahulu. Nanti aku akan mengabari kalian.” Ucap Sora.


“Baiklah.” Sebelum menutup telponnya Sora berkata.


“Heiran,” panggil Sora.


“Ya, ada apa?”


“terima Kasih.”


“Untuk apa?” tanya Heiran bingung.


“Karena kalian mau menjadi teman ku,” Jawab Sora.


“Hei gadis bodoh. Sudah ku bilang. Kita berjodoh. Jadi tidak perlu berterima kasih lagi.” Heiran berkata dengan tulus.


“Hem, Baiklah. Nanti aku akan mengabari kalian. Sampaikan salam ku pada yang lain.” Ucap Sora dan menutup telponnya.

__ADS_1


Heiran dan yang lain sedang menyantap makan siang mereka diresto kantor.


“Aku tidak menyangka Sora benar-benar akan menikah dengan direktur.” Ucap Ji Min.


Heiran mengambil tangan Ji Min dan memberikan ponselnya.


“Seharusnya kau senang jika teman mu akan menikah. Bukan mengatakan hal yang tidak penting.” Ucap Heiran.


“Siapa bilang tidak penting, ingat bagamana dulu direktur memperlakukan Sora?” Ji Min kesal dan mengingat dulu saat Sora pingsan.


“Sudahlah, yang dulu biarkan berlalu. Jika memang sudah jodohnya kita tidak bisa melakukan apa-apa.” Ji Hun menimpali.


Heiran hanya mengangguk seraya memasukan makanan kemulutnya.


Ternyata pembicaraan mereka didengar oleh orang lain. Dengan seksama orang itu medengarkan pembicaraan Ji Min dan teman-temannya tentang Sora. Setelah itu dia pergi menggalkan resto dengan terburu-buru dan menghubungi seseorang.


“Berita itu benar Tuan. Aku sudah mengkonfirmasinya langsung.” Ucap orang itu kepada sosok yang ditelponnya.


Setelah selesai dia menutup telpon tersebut dan pergi meninggalkan tempat itu.


Kabar pertunangan Albern dan Sora sudah menjadi topik utama, wartawan dan media sudah mencari informasi ini dengan mendatangai beberapa perusahaan milik keluarga Kim.


Dan tentu saja para rekan bisnis mereka yang ingin sekali menikahkan anak gadis mereka pada Albern sangat kecewa. Dan ada yang benar-benar tidak terima dengan berita tersebut.


Youra, gadis ini sangat mencintai Albern. Awalnya dia ingin mendekati Albern dengan anggun dan perlahan, namun ternyata tindakannya salah. Sudah ada Wanita lain yang berada disamping Albern.


“Aku tidak terima, jika aku tidak bisa mendapatkannya. Maka orang lain pun tidak.” Aya sapaan untuk gadis ini. Sangat terobsesi pada Albern. Dia membuat rencana untuk menghancurkan pertunangan Albern dan Sora.


Sudah menjelang jam pulang kerja, saat ini Albern masih berada dikantor pusat. Karena banyak yang harus diselaesaikannya sebelum acara pertunangan mereka.


Sekretaris Choi juga menemaninya. Dia sudah sangat kelelahan dan meminta izin untuk istirahat sejenak pada Tuan nya itu.


“Direktur. Aku akan kecafetaria untuk membeli kopi dan sedikit cemilan.” Ucap Sekretaris Choi.


“Kau pesan saja lewat yang lain.” Jawab Albern.


“hehe… Bolehkah aku sekalian berjalan-jalan sejenak untuk menyegarkan mata? Berkas-berkas ini sudah sangat melelahkan.” Seraya menunjuk tumpukan berkas dimejanya.


Albern hanya menggeleng melihat tingkah sekretarisnya itu. “Pergilah, Kuberi waktu 5 menit.” Tanpa melihat Sekretaris Choi dan terus fokus pada berkas dan layar komputernya albern berbicara.

__ADS_1


“Haah.. aku akan membeli kopi saja dan Kembali lagi,” Ucapnya lesu.


__ADS_2