Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
38. Dokter Lois


__ADS_3

Albern pergi kekamarnya dan langsung duduk di sofa. “Kenapa aku masih perduli pada gadis itu lagi,” pikir nya dengan memijat-mijat pelipisnya yang tidak terasa sakit. Dia merasa bingung dengan yang dilakukannya sendiri.


Pagi hari Sora mencoba untuk bangun namun sangat sulit, kakinya terasa sakit. lalu ada yang mengetuk pintu kamarnya. “Nona Sora aku pelayan apa boleh masuk?” tanyanya dari luar.


“Ya masuklah.” Sora berteriak.


Pelayan wanita itu masuk dan melihat Sora sedang memegangi kakinya. “Nona, anda tidak apa-apa?” tanya pelayan itu dengan lembut.


“Aku ingin kekamar kecil, tapi kaki ku susah untuk digerakkan,” jawab Sora dengan sedikit merintih.


“Boleh aku membantu anda?” pelayan itu memberi tawaran.


“ya…” Sora langsung memegang tangan pelayan itu dan dengan hati-hati mereka kekamar kecil.


Setelah Sora selesai dia memanggil pelayan itu lagi.”apa kau masih diluar?”


“Ya Nona, apa aku boleh masuk sekarang?”


“Ya, aku sudah selesai.”


Pelayan itu membantunya lagi untuk kembali kekasur. “Apa masih sangat sakit Nona? Apa ingin aku beritahu Tuan Muda?” ucap pelayan wanita itu.


“tidak, hanya sedikit susah untuk berjalan, mungkin karena masih ada memar saja, jangan kau beri tahu dia.”


“Baiklah, anda istirahat dikamar saja saja. Aku akan membawakan sarapan kesini.”


Setelah Sora kembali ketempat tidur, pelayan itu akan pergi mengambil sarapan untuknya.


“Tunggu.” Sora memanggilnya.


Pelayan berbalik dan menatap Sora dengan ramah. “Iya Nona, ada yang anda butuhkan lagi?”


“Boleh aku minta daging segar untuk Leo?” sambil menatap kucing yang ada disamping Sora.

__ADS_1


Pelayan itu tersenyum dan membungkukkan badan. “Baik akan segera saya bawakan.”


“terima kasih.”


Albern sudah berada dimeja makan dan membaca koran. “Direktur.” Sapa Sekretaris Choi.


Pelayan Park juga berjalan mendekat memberitahu jika Sora sudah bangun dan sedang sarapan dikamarnya.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Albern dengan masih membaca koran.


“Menurut pelayan dia susah untuk berjalan kekamar mandi Tuan muda. ” Jelas pelayan Park.


“Panggil Lois untuk memeriksanya.”


Setelah berbicara Albern pergi berangkat kekantor. Semua pelayan membungkuk sampai Albern pergi dari mansion.


Sora yang baru saja selesai sarapan hanya duduk dikasur dalam kamarnya dan mengelus-elus peliharaan barunya itu.


Tidak lama kamar nya ada yang mengetuk.”Nona Sora, saya pelayan Park. Boleh saya masuk?” tanya nya.


Pelayan Park masuk dengan seorang laki-laki dan wanita yang berpakaian perawat. Sora memandangi mereka dan bertanya-tanya siapa mereka.


“Nona Sora, ini Dokter Lois. Dia akan memeriksa anda,” Jelas Pelayan Park.


“memeriksa ku? Memang aku kenapa?” tanya Sora heran.


“Nona Sora, aku diutus oleh Tuan Muda. Aku dengar kaki anda terluka. Dan aku akan memeriksanya.” Jelas sang Dokter.


“Ohh...” Sora hanya menjawab seadanya dengan tetap mengelus Leo.


Dokter itu mendekat dan melihat kaki Sora. Dia memegang dan membuka perbannya yang dibuat Albern. “siapa yang mengobati anda sebelumnya?” tanya sang Dokter.


“itu...” Sora merasa malu jika mengatakan itu adalah Albern.

__ADS_1


“Tuan Muda yang mengobati Nona Sora semalam Dokter, ” Jawab Pelayan Park.


“Sudah ku duga, keahliannya tidak pernah hilang” jawab Lois.


“Anda tidak perlu khawatir. Ini sudah diobati dengan benar, aku akan memberi obat pereda nyeri saja dan ada krim untuk meredakan bengkaknya,” lanjut Dokter itu.


Sora hanya mengangguk saja mendengar penjelasan Dokter Lois. Tapi Lois melihat Sora seperti pernah bertemu dengannya. Sora yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah dan mencoba mundur kebelakang sedikit. Dokter Lois sadar dan segera berdiri lalu bertanya pada Sora.


“Apa kau wanita yang dulu pingsan diruangan Albern?”


Mendengar pertanyaan itu Sora hanya diam dan mencoba mengingat apa yang dimaksud Lois. Sora mulai mengerti apa maksud nya.


“Bagaimana kau bisa tahu tentang kejadian itu? Tanya Sora penasaran.


“Ternyata benar, dasar bocah tengik itu. Kukira tidak akan menyukai wanita sama sekali. Ternyata dia mengurungnya disini.” Lois dengan suara yang pelan namun mimik wajah nya terlihat kesal.


“Ah, tidak apa-apa. Hanya saja aku yang memeriksa mu waktu itu,” jelas Lois lagi.


“Oh, terima kasih Dokter.” Ucap Sora tulus.


“aku hanya menyarankan, jaga kesehatan mu. Karena Albern sangat memperhatikan pola makan dan kesehatannya. Jika melihat mu terlalu kurus seperti ini maka kau akan terus disuruh makan olehnya.” Ucap Lois dengan nada bercanda dan sedikit tertawa.


Sora hanya diam tersenyum kecilmendengar ucapan Lois yang aneh itu.


“Sudah lah, aku akan melaporkan keadaan mu pada nya. Aku permisi dulu dan beristirahat lah.” Sambil berlalu Lois pergi dari kamar Sora diantar pelayan Park.


“Paman, apakah dia calon istri Albern yang diceritakan bibi?” tanya penasaran Lois pada Pelayan Park.


Pelayan Park hanya tersenyum dan menjawab seadanya. “sepertinya begitu Tuan.”


“Ah, aku paham. Pilihan bibi tidak pernah salah. Tapi binatang apa yang ada disampingnya itu, mengapa aku merasa itu binatang itu berbahaya.” Lois dengan ekspresi merinding.


“Tuan Muda sudah mencari tahu tentang binatang itu jika anda penasaran bisa bertanya padanya.” Jelas Pelayan Park seraya mengantar nya ke pintu depan.

__ADS_1


“Baiklah. Oh iya, aku sudah memberinya vitamin tadi. Jangan lupa untuk meminumnya juga.” Terang Lois kepada pelan Park. Pelayan Park menunduk sedikit tanda megerti.


Lois masuk ke mobil bersama perawat yang mendampinginya. Dan melaju pergi.


__ADS_2