Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
77. Berpisah


__ADS_3

Tuan Chen sendiri sudah mulai mencari tahu tentang orang-orang yang ingin menggagalkan niatnya untuk membawa kembali Sora sebagai Pewaris yang sah. Sudah mendapatkan beberapa informasi sesuai dengan yang diberikan Albern dan Ellard.


“Tuan,” Asisten Gong masuk keruang kerjanya.


“Bagaimana Gong?” Tanya Tuan Chen penasaran.


“Dugaan mereka benar, Tuan Muda berhubungan dengan Guangmin.” Ucap Asisiten Gong.


“Kurang ajar, mengapa dia masih mengganggu keluarga ku.” Tuan Chen mengucapkannya dengan benci.


“Tuan, sepertinya Guangmin mengetahui sesuatu.” Ucap Asisten Gong.


“Maksudmu?”


“Jika dia memang ingin menggagalkan Niat Tuan untuk membawa Nona Muda, mengapa baru sekarang?” Ucap Asisiten Gong penasaran.


“Kau benar Gong.” Tuan Chen mulai berfikir.


“Sepertinya kita harus melakukan pertemuan dengan para tetua lebih cepat.” Perintah Tuan Chen.


“Mengapa begitu Tuan? Bukan kah Tuan Ingin nanti saja saat Nona Muda Sora benar-benar sudah Kembali pada kita?” Asisten Gong merasa heran.


“Tidak Gong, aku merasa masih ada yang belum aku ketahui. Dan jika benar dugaan ku. Maka ini benar-benar diluar kendali kita.” Tuan Chen semakin yakin.


Dalam tatanan Ahli Waris keluarga, sebenarnya mereka akan melakukan ritual rahasia dengan para leluhur dan tetua kerajaan. Namun karena penerus Tuan Besar Yun saat ini Tuan Muda Chen yang tidak masuk dalam tatanan Ahli Wari yang sah, maka tidak ada acara ritual tersebut. Hanya pengenalan sebagai pemegang kendali keluarga dan perusahaan dihadapan para tetua dan keluarga lainnya.


Tuan Besar Yun meninggal sebelum memberikan mandat pada Tuan Chen apakah dia Ahli Waris ini yang sah dan tuan Chen pun merasa berat menerima nya dari awal.


Maka dari itu dia bertekat mencari kakaknya namun semua terlambat, dan sekarang dia telah menemukan anak dari kakaknya tersebut tapi ada yang ingin menggagalkan niatnya diapun sungguh tidak terima.


“Berikan undangan khusus pada mereka, kita akan mengadakan pertemuan itu.” Ucap Tuan Chen dan memerintahkan Asisiten Gong.


“Baik.”


Albern telah Kembali ke Rumah Utama Kim malam hari dengan suasana hati yang muram, tadi pagi dia berpisah dengan Sora dalam waktu yang tidak dapat dipastikan. Karena pelatihan Sora bisa berhasil dan selesai tergantung pada ketekunan dan kemampuan Sora itu sendiri.


PAGI HARI DIHALAMAN KUIL.


Albern dan yang lain sudah bersiap untuk meninggalkan kuil.


“Apa kau yakin akan disini sendirian?” Albern merasa ragu.

__ADS_1


“Aku yakin, kau pergilah.” Ucap Sora.


“Tapi disini laki-laki semua, bagaimana jika…” Belum selesai Albern berucap langsung ditutup mulutnya dengan tangan Sora.


“Ini Kuil, tempat yang suci. Jangan berfikir sembarangan.” Kesal Sora dengan suara pelan.


“Tuan Muda Kim. Anda bisa menengok Nona sesekali jika anda mau. Karena waktu pelatihan kemungkinan energi anda juga akan diperlukan.” Ucap Kepala Kuil.


“Apa benar?” Albern senang.


Kepala Kuil hanya tersenyum dan menunduk.


“Seminggu sekali aku akan kesini, aku janji.” Dengan gembira Albern memegang tangan Sora.


“Dasar pria ini. Apa dia tidak malu bertingkah seperti ini didepan banyak orang?” Batin Sora yang melihat tingkah Albern.


“Ya aku mengerti, pergilah. Jangan sampai kalian tiba terlalu malam.” Ucap Sora seperti mengusir Albern.


“Ish, kau ini kenapa sepertinya senang berpisah dengan ku?” Kesal Albern.


“Sayang, pergilah. Aku akan baik-baik saja disini.” Sora tersenyum dan menggiring Albern kepintu Kuil. Dan mereka melihat kepergian Albern demgan rombongan menuruni tangga yang menghilang perlahan dari pandangan.


“Apa kau sudah siap Nona?” Ucap Kepala Kuil yang didampingin pendeta Kang.


KEDIAMAN KELUARGA KIM


“Kalian sudah Kembali sayang,” Ibu Albern menyambut.


“Ya bu,” Albern memeluk ibunya.


Nyonya Kim melihat dua mobil dibelakangnya dan mencari sosok Sora.


“Mengapa hanya beberapa orang? dimana menantu ku?” tanya Nyonya Kim heran karena tidak melihat Sora.


“Dia tinggal dikuil bu, ayo aku akan menceritakannya didalam." Ajak Albern kepada ibunya dan masuk kedalam rumah.


Mereka berdua berjalan masuk ke Ruang keluarga. Ayah Albern juga ada dirumah saat ini. Mereka baru Kembali dari luar negri tadi siang. Dan mengetahui jika Sora dan Albern sedang pergi ke Kuil.


“Kau sudah Kembali nak?” Ucap Tuan Kim dan hanya dibalas senyum oleh Albern. Dia juga tidak melihat sosok Sora tetapi hanya diam.


Albern dan Nyonya Kim duduk. Albern terlihat sangat muram dan seperti kesal.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya Nyonya Kim.


“Sora tinggal disana untuk melakukan pelatihan mengendalikan Leo.” Ucap Albern dengan lesu.


“Mengendalikan Leo?” Nyonya Kim heran.


“Mengendalikan bagaimana?” Tanya Nyoya Kim lagi yang tidak paham maksud anaknya.


“Aku sulit untuk menjelaskannya karena aku juga masih belum terlalu memahaminya. Namun Kepala Biksu mengatakan jika Sora ingin Kembali kekeluarganya dia harus bisa mengendalikan Leo terlebih dahulu.” Ucap Albern.


Nyonya Kim dan yang lain hanya diam. Tanpa mengatakan apa-apa lagi.


“Kau harus percaya pada Sora. Dia harus bisa melakukannya karena ini juga untuk kebaikan Bersama.” Kakek Albern datang dan langsung mengatakan hal itu.


Albern melihat kakeknya dan tidak menjawab apapun. Tuan Besar Kim duduk dan menatap Albern.


“Hentikan memasang wajah seperti itu. Kau yang akan bertanggung jawab pada Sora. Dan beban mu akan lebih berat dari pada dia.” Kakek Albern menegurnya yang terlihat tidak terima berpisah dengan Sora.


Albern mendengar ucapan sang kakek yang sama seperti ucapan Kepala Biksu waktu itu langsung merasa heran. ”Apa kakek mengetahui sesuatu?” Batinnya.


“Apa kakek mengenal Kelapa Biksu?” Tanya Albern dengan menatap Kakeknya.


“Jelas aku mengenalnya, dia yang selalu memimpin acara keagamaan untuk badan amal ku.” Angkuh sang Kakek.


“Mengapa kakek tidak memberitahu ku dari awal?” Kesal Albern.


“Dasar anak nakal, beraninya membentak ku.” Sang kakek kesal dengan tingkah Albern yang seperti anak kecil. Dulu dia tidak seperti ini. Semenjak bertemu Sora sepertinya dia terlalu dibutakan cinta.


Albern menunduk dan merangkul ibunya karena sang Kakek marah padanya. Tuan Besar Kim yang melihat tingkah Albern menjadi sangat kesal.


“Jika kau masih bertingkah seperti ini, maka aku akan mengatakan pada Kepala Biksu untuk terus mengurung Sora supaya kalian tidak bisa bertemu lagi.” Ancam sang Kakek.


Albern mendengar ancaman kakeknya langsung bangun.


“kek, mengapa kau seperti ini pada cucu mu?” kesal Albern dan langsung pergi meninggalkan mereka.


Ayahnya hanya menggeleng, Nyonya Kim merasa anaknya seperti berubah sangat manja semenjak bertemu dengan Sora, tapi ini sangat menyenangkan berarti dia bisa benar-benar tulus pada Sora.


Ellard dan Alyne hanya tertawa kecil melihat Albern dimarahi oleh kakeknya.


“Dasar bocah sekolah. Benar-benar anak yang baru jatuh cinta.” Bisik Ellard dengan tertawa dan didengar Ayahnya.

__ADS_1


“Jangan meledek adik mu. Apa yang sudah kau dapatkan?” Tanya sang Ayah. Tuan Besar Kim juga menatap pada Ellard saat ini. Dia langsung menegakkan badan.


“Aku akan mengambil Komputer dulu.” Ellard bangun dan pergi kekamarnya.


__ADS_2