
“Plaakk!” Sora langsung menampar Jiao Yun dengan murka dan Albern memegangnya takut Sora diluar kendali.
“Tenangkan diri mu. Kita dengarkan pengakuan nya dulu.” Ucap Albern lembut.
Dengan nafas tersengal-sengal Sora sangat tidak bisa menahan emosinya dan terus menatap Jiao Yun dengan marah. Rasanya ingin membunuh Jiao Yun saat ini apapun alasannya itu.
Yang jelas dia telah membunuh Kedua Orang Tuanya yang membuatnya menderita dan hidup sendirian.
“Sora, maafkan aku. Aku mohon ampuni aku.” Jiao Yun terus memohon dengan bersujud dihadapan Sora dan menangis.
Sora hanya diam tanpa mau berkata apapun.
“Aku dikendalikan Guangmin saat itu. Jika aku tidak mengikuti perintahnya maka aku akan dibunuh.” Jelas Jiao Yun lagi,
“Bodoh.” Teriak Sora.
“Kau melindungi nyawamu dengan mengorbankan tiga nyawa orang lain. Hati mu sungguh kejam!” bentak Sora.
“Tidak, tidak. Aku hanya memberi informasi keberadaan Orang Tua Mu, dan yang melakukan semua itu adalah Guangmin.” Joai Yun masih membela diri.
“Kau harus bertobat.” Sora pergi meninggalkan Rumah Utama diikuti Albern namun disusul Oleh Tuan Chen.
“Sora kau mau kemana?” ucap nya.
“Aku akan mencari tempat menginap yang lain paman. Dan memenangkan diri. Mohon pengertiannya.” Ucap Sora yang menahan emosinya.
“Aku akan menyiapkan tempat menginap lain untuk kalian. Gong yang akan mengantarkan.” Ucap Tuan Chen.
“Jika begitu kami permisi Tuan Yun.” Pamit Albern dan mereka masuk kemobil untuk meninggalkan kediaman Yun.
Tuan Chen Kembali kerumah dan menatap Putranya yang seperti orang bodoh menangis dan bersujud.
Bangun dan renungi kesalahan mu. Jiao Yun menatap Ayahnya.
“Ayah.” Ucapnya lirih.
“Biarkan Sora yang menentukan hukuman mu.” Dengan berlalu pergi.
Jiao Yun hanya diam dan Kembali kekamarnya. Nyonya Yun juga tidak lagi membela putranya dan hanya diam.
Dua hari berlalu, pertemuan dengan para tetua Keluraga Yun telah ditetapkan. Sora dan Albern datang ke Aula pertemuan.
Semua orang menatap dua sosok dihadapannya, mereka mengira Albern lah Ahli Waris utama dan mengenyampingkan sosok Sora. Tetapi tidak benar-benar mengenyampingkannya, pertemuan ini hanya dihadiri orah para tetua laki-laki. Mengapa ada seorang Wanita.
__ADS_1
“Meski sudah menikah, Wanita tetap tidak diperbolehkan hadir dipertemuan ini.” Ucap salah satu dari mereka pada Tuan Chen.
Sora menatap orang yang berbicara dan tersenyum sinis.
“Sepertinya kalian semua salah mengira, aku akan memperkenalkan mereka.” Ucap Tuan Chen.
“Laki-laki ini adalah Albern Kim Putra Keluarga Kim. sedangkan disebelahnya adalah Sora Yun. Tunangan Tuan Albern sekaligus Ahli Waris Yang sah keluarga Yun." Jelas Tuan Chen lagi membuat semua orang bingun dan kesal.
”Apa-apa ini. Apa kau bercanda? Mana ada Ahli Waris seorang Wanita?” teriak salah satunya dan dibenanrkan oleh yang lain.
Sora berdiri dan memandang mereka semua dengan tatapan tajam.
“Kalian membutuhkan bukti apa?” Tanya sora.
“Apa kau memiliki kalung itu?” Tanya mereka.
Sora langsung menunjukan kalung yang tergantung dilehernya dan dilepasnya. Asisten Gong mengambilnya dan menunjukan pada para tetua.
“Benar ini kalungnya.” Ucap mereka.
“Apa kau memiliki SHOUWEI?” Tanya nya lagi dengan tegas.
Sora langsung memejamkan mata dan muncul cahaya dan hembusan angin. Muncul Sosok Leo yang besar ditengaj-tengah mereka membuat semua tetua terkejut ada beberapa yang jatuh dan mundur.
“Memang anda pikir ini apa?” Sora menjawab.
“Tapi biasanya dia makhluk yang menyerupai binatang dan tidak menyeramkan seperti ini.” Ucap salah satunya.
“Apakah Ahli Waris Seorang Wanita Juga masih seperti biasanya Tuan? Ucap Sora.
Albern hanya diam dan memandangi Sora yang Sosoknya sangat berubah semenjak bisa mengendalikan Leo. Dia lebih berwibawa dan kuat. Namun tetap perhatian padanya. Dia tersenyum tipis merasa bangga pada tuanangan yang akan menjadi istrinya itu.
Semua orang diam dan tidak mengatakan apapun karena semuanya telah ditunjukan akhirnya mereka menerima Sora Kembali kepada keluarga mereka. Saat akan Kembali duduk pintu Aula didobrak paksa.
Sosok Guangmin datang tanpa diundang membuat semua tetua marah.
“Apa-apan kau Guangmin? Menerobos masuk dengan tidak sopan.” Marah salah satu dari mereka.
“Kalian ini bagaimana, mengadakan pertemuan tapi tidak mengundang ku. Ckck.” Ucapnya santai dan berjalan maju.
“Siapa yang mau mengundang penghianat?” Ucap salah satunya lagi.
Guangmin tersenyum dan menatap mereka semua. Sosok Leo sudah hilang dan matanya langsung tertuju pada Sora.
__ADS_1
“Oh, Ahli waris Kita ada disini rupanya. Apa kau tidak mau menyapa kakek mu ini sayang?” Ucap Guangmin menyindir.
Guangmin datang tidak seorang diri, dia membawa pendeta sakti dan dukun Wanita yang selalu menemaninya itu.
“Sepertinya kau ingin benar-benar berperang dengan ku Guangmin?” Ucap Sora menantang.
“Jika kau tidak mau. Kau bisa menyerahkan SHOUWEI mu pada ku dan kalian semua akan selamat.” Ucap Guangmin dengan Sombong.
Sora tertawa kecil dan menatap Guangmin dengan benci. Dialah yang membunuh orang Tuanya dan juga menjadikan dia kehilangan sang nenek dihari yang sama.
“Ah, aku hanya ingin memperingatkan mu, jika kau tidak mau kehilangan orang-orang yang kau sayangi lagi. Maka menurutlah pada ku.” Dengan menatap Albern.
“Jadi kau yang telah membunuh Orang Tua Ku?” Murka Guangmin.
“Bukan hanya keluarga mu, tetapi orang-orang yang memperhatikan dan melindungi mu.” Sora langsung mengingat Mira dan Kepala Desa.
“Apa yang kau lakukan pada mereka semua.” Sora semakin tidak bisa menahan emosinya.
“Melenyapkan, karena aku tidak mau ada penghalang.” Guangmin tersenyum senang kearah Sora.
Tiba-tiba semua meja menyingkir dari hadapan Sora dan Guangmin, membuat mereka tidak ada lagi penghalang, Guangmin sedikit takut dan mundur, pendeta dan dukun Wanita itu maju menutupi Guangmin untuk melindunginya, Sora tersenyum sinis dan tiba-tiba dia maju dengan kilatan dan mencekik dua orang dihadapan Guangmin.
Semua orang terkejut termasuk Albern. Kecepatan Sora sangat tidak bisa dilihat dan aura kekuatannya terasa mengerikan.
“Sora, tenangkan hati mu.” Teriak Albern.
Tiba-tiba Sora melempar pendeta dan dukun Wanita itu kesamping membuat dirinya dan Guangmin berhadapan sangat dengat. Guangmin gemetaran. Dia sudah mencari pendeta dan dukun yang kuat mengapa mereka masih kalah. Pikir Guangmin yang melihat mereka berdua terpental dan terluka.
“Tanpa menunjukan Leo pun aku bisa membunuh mu.” Ucap Sora dengan amarah yang memuncak.
Dia mencekik leher Guangmin membuat semua pengawalnya mundur dan lari. Dengan cepat dari belakang, pendeta tadi akan menyerang Sora namun ditendang oleh Albern yang lebih dulu menyadari serangan pendeta tersebut membuatnya terjatuh membentur meja dan pingsan.
Dukun wanita tadi langsung menggunakan kekuatannya untuk melempar Albern menjauhi Sora. Sora melihat Albern terlempar langsung menyerang Dukun Wanita itu dan juga mencekiknya, dengan satu tangan masih mencekik Guangmin.
Hingga mereka berdua tidak lagi menapak lantai.
mata Sora berubah warna menjadi merah menyala dan fokus menatap Guangmin, Guangmin melihat Sora menjadi gemetara dan celananya basah. apalagi dia dicekik seperti ini membuat tidak bisa bernafas dan terasa nyawa diujung tanduk.
Semua orang melihat sosok Sora yang mengerikan menjadi takut dan gemetar. Kemarahan Sora sudah sangat memuncak. Saat mereka berdua diujung kematian tiba-tiba Kepala Biksu datang dan langsung menyentuh pundak Sora dari belakang.
“Lepaskan Sora.” Ucapnya lembut. Sora menoleh lalu melihat Kepala Biksu dan Pendeta Kang dibelakangnya.
Sora Langsung menunduk dan meredakan amarahnya.
__ADS_1