Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
58. LEO


__ADS_3

Albern pulang lebih cepat karena ibunya terus menelpon jika sang kakak sudah sampai. Apabila Ibu mereka telah berbicara pulang, maka mereka tidak bisa menghindarinya.


Sora yang sedang memberi makan Leo saat Albern pulang. Dari belakang langsung saja dipeluknya.


“Eh!” Sora terkejut karena ada yang merangkul pinggangnya tiba-tiba dan berbalik mejauh.


Dilihatnya sosok Albern sudah tersenyum seperti anak kecil.


“Kau mengagetkan ku.” Ucap Sora dengan masih memegang potongan daging untuk Leo.


“Kenapa? Ada yang salah?” tanpa dosa dia berkata.


Sora hanya menggelengkan kepala dan melanjutkan memberi makan Leo. Albern mendekat lagi dan tetap merangkul pinggang Sora dari belakang.


“Lepaskan Albern, aku sedang memberi makan Leo.” Ucap Sora agak risih.


“Tapi aku merindukan mu,” Rengek nya.


Sora hanya memutar matanya merasa jengkel namun tidak bisa menolak rangkulan Albern.


“Apa kau ingin aku menyuruh Leo menggigit mu?” Ucap Sora mengancam namun sedikit bercanda.


Albern langsung melepaskan rangkulannya pada pinggang Sora. Dan tiba-tiba kepala nya pukul kecil dari belakang.


“Anak nakal, aku menyuruhmu pulang bukan untuk menggoda Sora.” Kesal sang ibu.


Albern yang terkejut langsung mengusap kepalanya yang tidak sakit. Namun malah merengek pada ibunya.


“Tapi menantu ibu ini mengancam ku dengan memakai Leo.” Dengan mendekati sang ibu.


Sora yang melihat dan mendengar tingkah laku Albern hanya menggeleng. “Dulu dia seperti singa, sekarang seperti anak kucing yang sedang merengek pada ibunya. Ckck…” batinnya.


“Temui kakak mu. Dia ada dikamarnya cepat!” perintah sang ibu.


Albern dengan malas pergi meninggalkan mereka berdua. Sora yang tidak memperdulikannya dan hanya fokus pada Leo.


“Mengapa para wanita ini jahat sekali.” Pikirnya dan pergi menjauh dari mereka.

__ADS_1


“Sora, hari ini ibu ingin bertemu teman lama. Apa kau mau ikut?” ajak sang ibu.


“Seperti nya tidak bisa bu, Leo akan ada pemeriksaan rutin mengenai lukanya. Dan Albern pasti tidak memperbolehka.” Sora sedikt sedih.


“Baiklah tidak apa-apa. Aku hanya pergi sebentar juga.” Ucap Nyonya Kim.


“Hati-hati bu,” Ucap Sora.


“Ya, aku pergi.” Nyonya Kim meninggalkan Sora.


“Apa kau ingin makan lagi? Badan mu sudah terlalu besar sekarang ya.” Sora berbicara pada dengan Leo yang berada dalam kandang sembari bercanda mengelus-elus bulunya.


Karena tubuh nya semakin besar, dia dilarang keluar oleh Albern. Takutnya jiwa buas Leo muncul. Sejujurnya Albern khawatir karena melihat langsung keganasan Leo saat melindungi Sora malam itu. Benar-benar hewan buas dan sepertinya ada yang berbeda pada Leo yang masih dicari tahu oleh Albern.


Selain mencari genetic asli hewan ini. Albern juga membawa peneliti untuk mengungkap hewan apa ini. Untuk berjaga-jaga karena Sora sangat menyayanginya.


Para Dokter telah tiba dan melakukan pemeriksaan rutin pada Leo. Dokter-dokter ini dipimpin langsung oleh Lois. Lois adalah salah satu Dokter kepercayaan keluarga Kim. Jadi yang menyangkut hal medis dikeluarga Kim semua tanggung jawab Lois.


Lois juga sebenarnya masih seumuran dengan Albern. Hanya saja Ayahnya dulu adalah dokter keluarga ini namun sudah pensiun dan tinggal diluar negri. Jadi yang memegang kendali sekarang adalah Lois.


Sora melihat pemeriksaan itu ditemani Albern. Dari belakang Ellard dan Alyne muncul.


Albern dan Sora menengok melihat mereka berdua.


“Pemeriksaan rutin hewan peliharan Sora kak.” Albern memberi tahu.


Ellard melihat hewan itu yang ternyata seekor macan dan melirik Sora.


“Kau memelihara macan?” Tanya Nya dengan heran.


Albern dan Sora tersenyum. “Bukan kah dulu kak Alyne juga memelihara Gorila?” ucapnya dengan melihat Alyne.


Alyne tersenyum. ”Sudah ku kembalikan ke Afrika.” Jelasnya.


“Mengapa?” tanya Sora heran.


“Itu hewan dilindungi, aku juga bukan memeliharanya. Hanya menolong mengobati karena terluka oleh pemburu.” Lanjut Alyne.

__ADS_1


Sora terdiam, Leo juga dia temukan dalam keadaan lemas. Dan Albern pernah berkata jika Leo hewan langka yang dilindungi. “Apa suatu saat aku harus melepaskannya juga?” Batin Sora.


Albern melihat Sora terdiam langsung merangkul dan mengusapnya. “tenang. Leo masih bisa kita pelihara disini sampai jelah jenisnya.” Ucap Albern.


“Memang kenapa dengannya.” Tanya Alyne.


Alyne yang dulunya bekerja sebagai petugas kebun binatang di Australia sebelum menikah dengan Ellard. Mereka bertemu saat perusahaan Ellard mengadakan amal untuk hewan-hewan yang dilindungi dan hewan-heewan korban pemburuan liar.


Mereka bertemu dan saling mengenal satu sama lain. Dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah. Pernikahan mereka sudah berjalan dua tahun namun belum diberikan momongan.


Mungkin karena aktifitas mereka yang tinggi. Meski Alyne sudah tidak bekerja dikebun binatang. Saat dia aktif memegang badan amal yang dikelola perusahaan keluarga Kim.


Dan masih disibukkan dengan binatang-binatang yang terlantar.


“Sora menemukan Leo di mansion ku dalam keadaan lemas dan dehidrasi. Dulu ukurannya tidak sebesar ini. Karena mungkin masih anakan jadi tidak terlihat hewan apa. Namun sekarang terlihat jika Leo bukan kucing.” Jelas Albern pada Alyne.


“Boleh aku mendekati Leo?” tanya nya pada Sora.


Sora mengagguk setuju.


Mereka berempat berjalan mendekat dan menunggu para dokter selesai. Setelah mereka selesai dan memberitahu bahwa penyembuhan Leo sangat pesat dan bagus. Mereka semua pamit meninggalkan kediaman Kim.


Alyne mendekati Leo. Dan memperhatikan corak ditubuhnya dengan sangat seksama. Bahkan dia berani mengelus Leo saat Sora memanggilnnya.


Alyne terkagum pada Sora yang bisa menjinakan Leo dan terlihat akrab. Setelah selesai memperhatikan Alyne berbicara pada Sora.


“Sora, Leo memang bukan kucing biasa.” Ucap Alyne.


“Lalu?” Sora menatap Alyne.


“Dia termasuk jenis Kucing batu. Hewan yang sudah langka. Dan habitatnya dihutan. Bukan untuk dipelihara.” Jelas Alyne.


Sora hanya diam menatap Leo yang berjalan santai dalam kandang besarnya. Sebenarnya sejak Leo ditemukan Albern sudah memberitahu kemungkinan leo berbeda dengan kucing biasanya. Namun Sora masih menyangkal jika Leo hanya kucing biasa sama seperti yang sering dia temui. Sampai saat Leo menyelamatkan dirinya malam itu dia menjadi ragu. Karena melihat keganasan Leo itu bisa berbahaya untuk orang lain.


“Aku mengerti.” Dengan Sedih Sora tertunduk.


Alyne mencoba menenangkannya. Alyne pun merasakan sakit ketika kita yang sudah sangat sayang pada hewan namun tidak bisa memilikinya secara utuh.

__ADS_1


Albern mendekati dua wanita itu. “Kau tenang saja. Kita cari cara lain setelah benar-benar keluar hasil pemeriksaannya nanti.” Hiburnya pada Sora.


Sora melihat Albern dan tersenyum. Alyne pun tersenyum dipelukan sang suami disampingnya.


__ADS_2