
Acara makan malam yang cukup besar dan mewah ini dibuat secara Khusus untuk menyambut mereka dan memperkenalkan keluarga intinya.
“Mari mari… Aku membuat acara kecil-kecilan utuk menjamu kalian,” Sambut Tuan Chen ramah.
“Kau pasti sudah mengenal Istri ku.” Tuan Chen merangkul istrinya yang tersenyum.. Nyonya Yun menunduk sedikit dengan senyum dan dibalas Hormat oleh kedua Tuan Muda Kim karena menghormati yang lebih Tua.
“Nah, ini Putra tertua Ku, Jiao Yun.” Ucap Tuan Chen lagi.
Mereka berdua menunduk sedikit dan dibalas Hormat oleh Jiao Yun dengan tersenyum.
“Ayo, kita langsung menyantap makan malam. Pasti kalian sudah lapar.” Ajak Tuan Chen dan diriringi yang lain kemeja makan dengan hidangan yang mewah dan beraneka ragam di setiap meja untuk para tamu lainnya.
Ada beberapa orang petinggi perusahaan yang hadir antara lain sepupu-sepupunya, tidak semua. Karena Tuan Chen hanya ingin membuat kesan kekeluargaan.
Setelah selesai makan malam, Tuan Chen mengajak Dua Tuan Muda Kim berbincang sebentar dengan anak dan Istrinya.
“Apa kalian akan langsung pulang besok?” Tanya Jiao Yun.
“Benar,” Jawab Albern.
“Ah, sayang sekali. Padahal aku bisa mengajak kalian berkeliling untuk menikmati keindahan negara ku.” Dengan tersenyum bangga Jiao Yun berbicara.
“Mungkin lain kali kami akan datang lagi.” Balas Albern lagi.
Jiao Yun tahu jika mereka dari keluarga Kim, dan salah satunya adalah tunangan dari anak pamannya. Dia dengan senang hati ikut karena ingin melihat bagaimana keluarga Kim itu.
Dan setelah melihatnya langsung, memang orang-orang yang sangat berwibawa, berkharisma dan sepertinya mereka kuat dalam urusan bisnis.
Jiao Yun sangat memperhatikan dua Tuan Muda Kim itu, dia tidak mau kalah dengan mereka. Karena dia ingin menunjukan bahwa hanya dia yang bisa memegang kendali perusahaan dan keluarga. Meski mereka terlihat hebat. Namun dia tidak yakin jika urusan bisnis mereka bisa melampauinya pikir Jiao Yun.
Malam semakin larut, mereka sudah lama berbincang kesana-kemari. Albern dan Ellard meminta untuk undur diri.
“Kami rasa ini sudah terlalu larut Tuan Yun. Kami harus tidur lebih awal karena besok akan berangkat pagi sekali.” Ucap Ellard dengan sopan.
“Ah, benar. Kalian jangan sampai terlalu Lelah.” Tuan Yun membalas.
“Kembalilah kekamar kalian dan beristirahat.” Lanjutnya.
Nyonya Yun juga menghampiri. “Semoga kalian tidak kecewa dengan penyambutan dan hidangan yang kai sajikan malam ini, ” Nyonya Yun memegang tangan Albern.
“Ah, tentu tidak Nyonya. Ini sangat luar biasa. Dan makanannya sungguh sangan nikmat. Kami merasa tersanjung.” Sopan Albern.
__ADS_1
“Syukurlah,” Nyonya Yun mundur dan membiarkan mereka Kembali kekamar setelan memberi Hormat.
Jiao Yun pergi kebalkon untuk bertemu seseorang.
“Awasi mereka dan laporkan pada ku.” Perintahnya pada seseorang.
Orang itu memberi Hormat lalu pergi meninggalkan Jiao Yun. Sedangkan Albern dan Ellard Kembali kekamar mereka Bersama Choi dan David. Setelah masuk kamar mereka berbincang.
“Aku tidak percaya dia bisa membuat acara makan malam yang heboh.” Albern merebahkan badan disofa.
“Tuan Chen hanya ingin menunjukan keharmonisan keluarganya, kau jangan terkecoh.” Ucap Ellard yang Kembali membuka komputer jinjingnya Bersama David.
“Kalian mau apa?” Tanya nya melihat Choi dan David yang ikut duduk dengan kakaknya.
“David ku tugaskan untuk mengetahui alur saham dan siapa saja yang mendukung keluarga Yun, sedangkan Choi aku perintahkan untuk mencari alur bisnis secara detai keluarga mereka dan silsilah keluarganya.” Jelas Ellard dengan masih mengotak-atik komputer jinjingnya.
“Hei, sejak kapan kau mengambil Sekretaris ku,” kesal Albern.
Choi hanya tersenyum dan Ellard diam saja. Karena tidak ditanggapi maka dia pergi kekamar untuk tidur. “Ah, sudahlah. Lanjutkan saja kesibukan kalian.” Albern meninggalkan tiga orang itu.
David tiba-tiba merasa ada yang mengawasi, sejak mereka datang dia sudah memasang CCTV khusus yang ditempelkan dipintu masuk kamar.
“Tuan, lihat.” Dengan menunjukan tabletnya pada Ellard.
“Ternyata mereka memata-matai kita.” Ucapnya seraya tersenyum.
“Baik,” David langsung menelpon seseorang pengawal nya.
Tidak perlu waktu lama mereka langsung menangkap mata-mata itu dan dibawanya menghadap Ellard.
“Siapa yang memerintahkan mu?” mata-mata itu hanya menatap Ellard dengan tajam.
Karena ada suara ribut Albern keluar dari kamarnya. “Ada apa kak?” Tanya Albern.
“Mereka memata-matai kita Tuan.” Jawab David.
Albern langsungnerjalan dan jongkok dihadapan mata-mata itu.
“Siapa yang memerintahkan mu?” Pertanyaan yang sama seperti Albern namun tatapan Albern lebih menyeramkan dan mengintimidasi seperti tatapan yang ingin memebunuh. Mata-mata itu langsung tertunduk Ketika membalas tatapannya.
Albern mencengkram wajah orang itu dan menghadapkannya kewajah Albern.
“Kau tidak mau membuka mulut?” semakin kencang cengkraman itu membuat mata-mata itu kesakitan.
__ADS_1
“Tu-Tuan muda Jiao, Jiao Yun.” Albern melepaskan cengkraman dengan kasar.
“Sepertinya kita harus mengirim hadiah pada Tuan Besar Yun.” Ucap Albern dengan sinis.
Ellard hanya menggeleng melihat tingkah adiknya itu, Albern sangat senang mengintimidasi orang lain. Dan membuat rusuh suasana. Sedangkan Ellard lebih senang dengan pekerjaan yang santai dan tidak berhubungan dengan orang lain apalagi mencari keributan.
“Kita akan berjalan-jalan malam. Ayo.” Dia mengajak Choi dan beberapa pengawal serta mata-mata yang mereka tangkap menuju rumah Tuan Chen.
Mendengar ribut-ribut didepan rumah saat larut malam seperti ini Nyonya Yun keluar dan ingin mencari tahu. Ketika membuka pintu dia melihat sosok Albern dan beberapa orang berbaju hitam.
“Ada apa ini?” Tanya nyonya Yun sedikit berteriak membuat Albern berbalik melihat dia.
Nyonya Yun melihat Albern. “Tuan Kim, mengapa anda malam-malam membuat keributan dirumah kami?” Nyonya Yun merasa Albern tidak sopan.
“Ah, maaf Nyonya Yun. Aku hanya ingin mengantarkan seseorang.” Jawab Albern yang melempar mata-mata itu kehadapan Nyonya yun. Dan Nyonya yun terkejut.
Tidak lama Tuan Chen juga keluar. “Ada apa ini Tuan Muda Kim?” Tegasnya yang merasa tersinggung.
“Lebih baik tanyakan langsung pada putra anda Tuan” Jawab Albern dengan ramah.
“Apa maksud mu?” Tuan Chen bingung.
“Dia mengirim orang untuk memata-matai kami. Dan membuat kami terganggu.” Jelas Albern dengan tatapan sinis.
Tuan Chen melihat orang yang berlutut dihadapannya. “Siapa yang memerintahkan mu?” Tanyanya dengan marah.
Orang itu ketakutan dan bingung mau menjawab apa.
“Jawab,” bentak Tuan Chen.
Jiao Yun turun karena mendengar keributan berbarengan dengan sang adik. Melihat Jiao Yun datang orang itu menatapnya dengan ketakutan dan bingung. ”Mengapa dia bisa disini?" Batin Jiao Yun.
“Tu-Tuan Muda Jiao, Tuan Besar.” Dengan ketakutan dan menunduk dia mengucapkan kata-kata itu.
Mata-mata itu sebelumnya sudah dihajar sehingga dia tidak dapat melawan lagi. Tuan Chen menatap benci kepada Putranya. Sedangkan yang lain terkejut dengan yang diucapkan.
“Aku sudah mengatakan jika dikeluarga mu ada musuh dalam selimut Tuan Yun.” Ucap Albern dengan melemparkan senyum meremehkan ke Arah Jiao Yun.
“Jika begitu aku sudah mengantarkan penguntit ini kepada pemilikinya. Aku akan pergi. Maaf menggangu dan selamat malam.” Albern pergi meninggalkan Rumah Tuan Yun dengan rombongan.
“Siksa dia dan jangan biarkan dia keluar dari kurungan.” Perintah Tuan Yun kepada pengawalnya untuk menghukum mata-mata itu.
Dia berbalik dan menatap tajam sang anak laki-lakinya. Kali ini dengan tatapan seperti ingin membunuh. Jiao Yun yang ditatap merasa ketakutan.
__ADS_1
Nyonya Yun semakin kesal dengan putranya dan pasrah saja, dia menghela nafas dihapan anak-anaknya.
“Ibu…” Fang Yun mengikuti sang ibu untuk menenangkan.