
Sora dan yang lain sudah sampai di mansion biru milik Albern. dengan luas tanah 600 meter persegi mansion Albern sendiri di desain dengan gaya modern. Memiliki fasilitas yang lengkap dan mewah. Didalamnya ada beberapa ruangan yang memiliki fungsi masing-masing. Untuk kamar tidurnya sendiri ada empat ruangan, dengan ukuran yang berbeda-beda.
Kamar khusus milik Albern lebih luas dari kamar lainnya dan lebih lengkap. Dia sering menghabiskan waktu disini jika tidak ada terlalu banyak pekerjaan. Karena tempatnya ada diatas gunung jadi sangat berguna untuk merefleksikan badan dan fikiran.
Sora sejak masuk gerbang depan mansion sudah terpana dengan keindahan dan kemewahan mension, meskipun malam hari. keindahannya tetap terpancar dari cahaya-cahaya lampu taman sepanjang jalan masuk ke pintu depan mansion.
Mereka semua turun dari mobil.
Sora yang turun dari mobil dengan perlahan sembari memparhatikan kesuluran rumah megah milik Albern itu. Sebelumnya Sora tidak pernah melihat rumah semegah dan sebesar ini. Selama ini Sora hanya tinggal dikota kecil dan bisa dibilang itu seperti desa Karena masih banyak persawahan disana.
Ketika melihat rumah besar seperti ini dia sedikit terpana.
“Hapus air liyur mu. jangan sampai menetes,” Tegur Albern yang melihat Sora hanya terdiam.
Sora langsung gelagapan malu dan mengusap mulut nya yang tidak keluar apapun. “Ish apa-apa orang ini,” Lirik Sora kesal.
Albern langsung masuk kemansion diikuti yang lain, mereka disambut oleh kepala pelayan Park.
“Selamat datang tuan,” Hormat nya.
“Siapkan kamar untuk nya. dan pastikan dia tidak membuat masalah,” Sambil menunjuk Sora dengan tatapan benci.
“Baik Tuan. nona mari ikuti saya,” Pelayan Park langsung pergi bersama Sora untuk menunjukan kamarnya
.
“Membuat masalah? Dasar monster,” Gerutu Sora sambil berjalan mengikuti Pelayan Park.
Setelah melihat Sora pergi, Albern langsung menuju kamarnya sembari memberitahu sekretaris Choi.
__ADS_1
“Kau urus semuanya aku ingin istirahat.”
“Baik tuan.”
sekretaris Choi memberi hormat dan pergi, Albern langsung masuk kamar untuk membersihkan diri. Kamar Albern yang besar, lebih mewah dari kamar yang ada dikantornya. Kamar ini memiliki kasur yang super besar dengan kain sprei kualitas terbaik. Kamar mandi yang luas, dan walk in closet yang lengkap dan semuanya mewah.
Albern merasa ini adalah rumah pribadinya nya jadi semua dia yang atur. dari desain dan barang-barang apa saja yang ada didalamnya semua dia yang memilih.
Sementara Sora sudah sampai dikamar tamu.
“Silahkan Nona beristirahat dikamar ini. jika membutuhkan sesuatu silahkan panggil pelayan lewat telpon yang ad dikamar,” Jelas Kepala pelayan.
“Baik. terima kasih paman,” Jawab Sora dengan sopan.
Setelah masuk kekamar Sora langsung melihat sekeliling.“Kamar ini bagus sekali”.
Dia berjalan menyusuri kamar. meyentuh barang-barang yang ada dan langsung merasa kagum. Duduk ditepi ranjang yang menurut Sora sangat besar, kain sprei nya saja sangat halus, kasur yang empuk, dia sangat terbawa suasana untuk langsung tidur.
sora yang sedang tiduran dikasur seketika saja bangun dan bergegas membuka pintu. “Iyaa ada apa?” Tanya Sora agak buru-buru.
“Ini tas anda. orang ku menemukannya di gudang tadi,” Sambil memberikan tas hitam kesil milik Sora.
“Ah ya, terima kasih sekretaris Choi,” Jawab sora dan langsung mengambil tas nya.
“Kalau begitu saya pamit, selamat beristirahat,” Pak Choi langsung pergi meninggal kan Sora.
Sora masuk dan membuka tasnya untuk melihat isi didalam. ketika dia melihat hanponnya mati dia langsung mencari kabel untuk mengecas. Setelah hanponnya dicas dan dinyalakan dia tinggalkan untuk mandi.
Sesudah selesai mandi dia merebahkan badan dikasur yang empuk tadi. tiba-tiba hanponnya berbunyi sekali.ketika dia ingin mengangkat tetapi panggilangnya langsung mati. Ketika di cek itu Heiran. “Astaga.”
__ADS_1
dia langsung ingat dengan janji nya tadi pada Heiran. Sudah banyak panggilan telpon yang masuk.
Sekarang sudah menunjukan jam 3 pagi. Saat Sora mau menelpon kembali tapi Heiran sudah menelponnya terlebih dahulu.
“Sora..kemana saja kau?” Heiran langsung berteriak.
“Heiran, maaff.. ada sesuatu yang terjadi. dan aku tidak bisa mengabari mu,” Jelas Sora dengan perlahan.
Dia merasa bersalah, tapi bukan maksudnya juga untuk membatal kan janji dan tidak mengabari mereka.
“Sekarang kau dimana? Aku akan kesana,” Desak Heiran.
“Tidak, kau tidak bisa kesini. aku ada disuatu tempat, besok aku akan menemui mu dan yang lain saat jam makan siang,” Terang Sora karena tidak mau membuat Heiran nekat mencarinya lagi.
“Apa kau serius? Sora, apa kau tahu aku sangat menghawatirkan mu. terakhir kau menghilang itu sudah membuat ku panik setengah mati,” Dengan beruntun Heiran mengoceh karena merasa kesal.
Sora yang membuat nya khawatir yang sampai jam segini masih sibuk menelpon dan mencarinya berharap akan ada kabar.
“Aku berjanji akan menjelaskan pada mu dan yang lainnya besok,” Yakin Sora.
“Baiklah. Aku menunggu kabar dari mu,” Jawab Heiran.
“Terima kasih. Heiran,maaf... dan sekali lagi terima kasih karena menghawatirkan ku,” Tulus Sora.
Heiran yang tadinya sangat marah dan kecewa, mendengar perkataan Sora jadi merasa kasihan dengan gadis itu. dia pasti ada alas an kuat mengapa menghilang.
“Aku harap kau tidak mengecewakan ku lagi besok,” Tutup heiran.
”Hm...Pasti,” Yakin Sora sekali lagi.
__ADS_1
Telpon merekapun berakhir dan Sora kembali ke kasur untuk merebahkan badan dan istirahat.