
Sora yang sedang menangis tiba-tiba berhenti dan bangun. Dia melihat seorang Wanita paruh baya yang mungkin seumuran dengan ibunya. Tetapi bergaya elegan dan sangat cantik. Wanita ini seperti orang asing. Kulitnya putih bersih tetapi berdandan khas Korea. dan sudah berdiri dibelakangnya sambil memandangi Sora.
Sora memandangi Wanita itu dengan tanjub.
“Cantik sekali,” Pikir Sora.
“Siapa kamu cantik?” Tanya ibu Albern.
Nyonya Kim datang kemansion berpapasan dengan Albern. Karena putra nya itu tidak pulang semalam dan dia mendapat kabar bahwa putranya pulang kemansion biru.
Nyonya Kim berinisiatif untuk datang menemuin putranya karena besok dia sudah akan berangkat Bersama suaminya keluar negri. Tetapi Ketika sampai dia disambut kepala pelayan Park dan mengatakan Tuan muda sudah berangkat.
Karena merasa sudah disini dia ingin berkeliling melihat rumah putranya itu. Siapa sangka dia bertemu dengan Sora yang sedang menangis.
“Aku…aku…,” Sora merasa gugup Ketika mendengar pertanyaan Nyonya Kim. dengan suaranya yang khas, Beraksen inggris tapi menggunakan Bahasa Korea.
“Ini nona Sora nyonya. Dia datang kesini semalam Bersama Tuan Muda,” Jelas pelayan Park.
“Oohh… lalu mengapa kau menangis sendirian disini?” Tanya Nyonya Kim lagi.
Sora hanya menunduk dan sesekali melihat nyonya Kim.
“Dia bertengkar dengan Tuan Muda tadi pagi Nyonya,” Pelayan Park memberitahunya lagi.
“Oh, Tuhan. Anak nakal itu tidak bisa kah berlaku lembut pada seorang Gadis?” Kesal Nyonya Kim.
Nyonya Kim menyuruh Sora mendekat. ”Kemari lah sayang,” suara lembut Nyonya kim memanggil Sora.
Sora mendekat dengan perlahan, dia tidak tahu harus apa. Siapa Wanita ini dan mengapa lembut sekali.
“Hapus air mata mu sayang. Ayo duduk Bersama ku,” Ajak nyonya Kim.
Pada dasarnya keluarga Kim adalah orang-orang yang baik. Hanya saja dunia bisnis membuat mereka menjadi lebih tegas dalam berbicara dan berprilaku.terutama bagi para laki-laki dikeluarga mereka.
Nyonya Kim yang Bernama asli Brianna Chole. Memiliki sifat lemah lembut dan sopan. Tetapi semenjak menikah dengan ayah Albern lebih sering dipanggil Nyonya Kim. dia tidak pernah memaksa anaknya untuk memilih Wanita sesuai kemauannya. Meski nyonya-nyonya dari rekan bisnisnya maupun suaminya selalu menyodorkan putri mereka untuk anak-anaknya.
Menurutnya Siapa pun Wanita itu, jika memang pilihan anaknya dan latar belakangnya baik. Tidak menjadi masalah.
__ADS_1
Nyonya Kim langsung mengajak Sora untuk duduk dikursi taman. Taman yang ada dimension ini lumayan luas, ada dua pohon pinus yang besar. Serta kolam ikan dengan air terjun kecil. Sunggush pemandangan yang indah untuk dinikmati.
“Hapus air mata mu sayang. Wanita cantik tidak boleh terlalu banyak menangis,” Ucap nyonya Kim dengan tersenyum.
Sora yang mendengar itu merasa malu dan tersipu, selain ibunya baru nyonya Kim yang mengatakan dia cantik. ”Apa kau ingin menceritakan masalah mu dengan ku?” Tanya Nyonya Kim.
“Aku… aku…,” masih dengan terbata-bata dan gugup Sora ingin menjawab Nyonya Kim.
Sebenarnya dia masih bingung siapa Wanita didepannya ini.
“Oh, aku lupa memperkenalkan diri. Aku ibu dari Albern, laki-laki yang mengajak mu bertengkar tadi."
Seketika Sora langsung bangkit dari tempat duduknya dan memberi hormat.
“Maaf,maaf nyonya. Aku tidak tahu jika anda Nyonya Kim,” Sora langsung tergugup dan menunduk sangat dalam untuk memberi hormatnya.
Langsung saja itu membuat nyonya Kim tertawa, dan pelayan Park tersenyum.
“Astaga kau mengagetkan ku. Sudah-sudah ayo duduk lagi disini,” Ucap nyonya Kim yang merasa lucu pada tingkah Sora. Tetapi Sora masih merasa ragu untuk duduk disampingnya.
“Ayoo… cepat kemari,” Langsung saja Nyonya Kim menarik lengan Sora untuk duduk.
“Sudah tenang lah, aku tidak akan menggigit mu,” Seloroh nyonya Kim sambil bercanda. Karena melihat Sora yang seperti ketakutan.
“Tidak, tidak nyonya. Bukan begitu maksud ku,” Sora yang merasa nyonya Kim tersinggung dengan sikapnya langsung menjawab.
“Ayo, ceritakan ada apa kau dengan putra ku. Mengapa kau sampai manangis tadi?” Nyonya Kim langsung bertanya.
Sora bingung mau menjawab apa, dia melirik Pelayan Park sesekali. Dan pelayan Park langsung memberi anggukan. Mengiyakan jika boleh menceritakannya.
“Sebenarnya… aku hanya meminta izin kepada Tuan muda untuk pergi bekerja. Tetapi dilarang olehnya," cerita singkat Sora pada nyonya Kim.
"Dilarang mengapa? pasti ada alasannya bukan?” tanya Nyonya Kim.
“Sebenarnya...” Sora ragu menceritakannya. Tapi Nyonya Kim memegang tangan Sora dan berkata.
“Ceritakan lah. aku akan mendengarkannya,” Yakin Nyonya kim.
__ADS_1
“Sebenarnya, semalam aku mengalami penculikan. Dan Tuan Muda lah yang menyelamatkan ku.”
Cerita singkat Sora dan membuat nyonya Kim terkejut. “Astaga, lalu bagaimana?”
“Tuan muda tidak apa-apa nyonya, sekretaris Choi datang tepat waktu dan menyelamatkan kami semua,” Sora meyakin kan Nyonya kim. karena dia seperti menghawatirkan Albern.
“Aiihh… anak itu aku tidak memikirkannya. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Tapi kau bagaimana?” Tanya Nyonya kim yang membuat Sora terkejut.
“Dia tidak menghawatirkan anaknya,” Pikir Sora dengan heran. Dia menatap pelayan Park yang hanya tersenyum.
“Aku baik-baik saja nyonya. Jika tuan muda tidak datang tepat waktu. Entah lah akan bagaimana,” yakin Sora yang masih merasa Nyonya Kim khawatir pada putranya.
“Aahh, syukurlah. Aku setuju dengan Albern. Kau jangan kemana-mana, disini sudah sangat aman,” Jelas Nyonya Kim. Tapi malah membuat Sora gusar.
“Tapi aku harus bertemu teman ku, saat kejadian aku sedang berjanji bertemu dengan nya. Tapi aku menghilang, dan dia sangat khawatir pada ku saat ini,” Sora mencoba menjelaskan.
“Nyonya aku mohon. Biarkan aku bertemu dengan nya dulu. Jika sudah selesai aku berjanji akan Kembali secepatnya,” Sora melanjutkan dan mencoba meyakin kan Nyonya Kim.
Nyonya kim yang melihat Sora memohon sungguh menggemaskan. Dan dia langsung menyukai Sora.
“Begini saja, aku akan memberikan pengawalan pada mu. Dan aku akan memberi tahu Albern nanti. Ingat jika sudah selesai cepat Kembali kesini,” Saran nyonya Kim sekaligus perintah.
Sora merasa seperti sedang memohon pada ibunya dan luluh. Dia merasa sangat senang.
“Terima Kasih Nyonya. Aku tidak tahu harus membalas anda dengan apa,” Dengan mata yang berkaca-kaca.
“Jadilah gadis penurut untuk anak ku,” ucap nyonya Kim singkat.
“Jika begitu aku pergi dulu. Nanti semuanya pelayan Park yang urus. Oke,” Ucap nyonya Kim sambil tersenyum dan berjalan pergi.
Sora masih sedikit linglung dengan kata-kata Nyonya Kim tadi. “Gadis penurut maksudnya?” Pikir Sora.
“Hati-hati dijalan Nyonya,” Sora berdiri memberi hormat.
Nyonya Kim langsung pergi dengan wajah yang sangat bahagia. Dia berfikir sebentar lagi akan memiliki menantu.
“Ini harus diberitahukan pada semuanya,” Bisik nya dengan gembira pada pelayang Park.
__ADS_1
Pelayan Park yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan mengiyakan Nyonya Kim.