
Sora melihat Sosok Tuan Chen persis seperti Ayahnya hanya lebih pendek dan wajahnya bulat. Sora menatap dengan seksama dan mereka berjalan mendekati Tuan Chen. Albern memberi salam jabat tangan diikuti Sora dengan sedikit menunduk lalu dibalas Tuan Chen.
“Mari kita duduk Tuan Yun.” Ajak Albern dan mereka semua duduk saling berhadapan.
Tuan Chen tidak bisa melepaskan pandangannya dari Sora karena wajahnya sangat mirip dengan sang kakak. Sora juga menatap Tuan Chen dengan mata berkaca-kaca. Namun dia masih bisa menahan emosinya serta masih ragu untuk membuka percakapan.
“Baiklah, bagaimana perjalanan anda Tuan Yun?” Albern memecahkan lamunan mereka berdua. Dia paham ada rasa rindu diwajah mereka berdua namun mereka enggan salin mengungkapkan.
Tuan Chen yang tersadar langsung menjawab.” Ah, lancar tuan Muda Kim.” Lalu kembali menatap Sora.
“Apakah kau Sora putri dari kakak ku Chang Yun?” Tanya Tuan Chen.
Sora hanya mengangguk dan menunduk.
Tuan Chen langsung menangis tak bisa lagi manahannya. “Maafkan aku Sora.” Tuan Chen berucap.
Asisiten Gong melihat Tuan Nya menangis langsung menghampiri. “Tuan,” ucapnya.
Sora juga langsung khawatir saat Tuan Chen menangis dan menghampiri. “Tenanglah Paman. Ini bukan salah mu.” Sora mencoba menenangkan.
Sora memegang tangan Tuan Chen. lalu Tuan Chen menatap Sora yang ada disampingnya dan menepuk-nepuk tangannya. “Kau sangat mirip dengannya nak. Kau benar-benar anak kakak ku.” Ucap Tuan Chen seraya meneteskan air mata.
Sora hanya terdiam. Mereka berada disuasana haru saat ini. Agak lama Tuan Chen mengatur emosinya dan akhirnya bisa dia kendalikan lagi.
Sora yang melihat Tuan Chen sudah tenang kembali ke samping Albern. Assiten Gong membawakan segelas Air dan diminum Oleh Tuan Chen.
“Sora. Dimana selama ini kalian tinggal?” Tanya Tuan Chen.
“Kami tinggal didesa kecil tempat kelahiran ibu, paman.” Jawab Sora.
__ADS_1
“Tapi aku sulit menemukan kalian. Sejak kapan kalian tinggal disana?”
“Entah lah, seingat ku sudah sejak kecil aku tinggal bersama nenek.” Jawab Sora.
“Sepertinya Tuan Chang tinggal berpindah-pindah Tuan Yun. Karena ingin menghindari kalian.” Albern membantu menjawab.
“Ah, ya ya…” Tuan Chen mengangguk.
“Sora, apa kau ingin kembali kepada keluarga Yun?” Tanpa basa-basi Tuan Chen bertanya.
Sora hanya terdiam dan menatap Albern, Albern mencoba membantu menjawab.
“Tuan Yun, urusan ini kita bicarakan dilain waktu. Karena aku dan Sora akan melangsungkan pertunangan. Jadi aku rasa ini bukan waktu yang tepat.” Albern mencoba meyakinkan Tuan Chen.
Tuan Chen terdiam dan berfikir lalu menatap SOra lagi.
“Apa kau memeilik kalung itu nak?” Tanya nya.
Tuan Chen yang melihat kalung itu langsung tertegun tanpa kata. Dari jauh saja dia sudah sangat mengenali kalung keluarga nya itu.
“Kau benar-benar ahli waris yang sah Sora.” Ucap Tuan Chen. “Kau harus kembali kepada keluarga Yun nak.” Lanjut Tuan Chen.
Sora tertegun dengan ucapan Tuan Chen.”Ahli waris? maaf paman, aku tidak akan menerimanya.” Sora yang sudah tidak bisa menahan emosinya berjalan keluar ruangan dengan sedikit marah.
“Maaf Tuan Chen. Ini terlalu mendadak buat Sora. Aku akan menyusulnya.” Ucap Albern dan pergi menyusul Sora.
Tuan Chen hanya terdiam tanpa kata seraya memandang kepergian mereka.
“Ini salah ku Gong. Aku tidak bisa membawa mereka kembali dengan cepat. Sehingga semuanya jadi kacau.” Ucap Tuan Chen dengan sedih.
__ADS_1
“Tuan, saya mohon anda untuk tenang. Kita pelan-pelan saja.” Hibur Asisten Gong.
Tuan Chen hanya diam tanpa kata.
Albern sedikit berlari menuyusul Sora. Dia melihat Sora di ikuti pengawal dan Albern melewati mereka. “Sora…” Panggil Albern dengan lembut dan menggapai tangan Sora.
Sora berbalik dan menangis. Albern langsung memeluknya. Para pengawal yang tadi mengikuti langsung membalikkan badan membiarkan tuan dan Nonanya berbicara.
“Hei, lihat aku.” Albern memegang wajah Sora. Lalu menghapus air matanya.
“Mereka kemana saja selama ini? Aku berjuang sendirian tanpa keluarga dan bahkan tidak ada yang menemui ku saat orang tua ku meninggal. Kemana mereka?” Dengan menangis Sora memeluk Albern dan mengoceh.
Albern hanya memeluknya tanpa kata dan mengelus punggungnya.
“Tenangkan dirimu.” Ucap Albern.
Sora menatapnya lagi. ”Dengar. Apapun keputusan mu aku tetap berada disamping mu.” Albern mencoba menenangkan.
“Sekarang kita kembali kerumah utama terlebih dahulu. Biarkan Tuan Yun juga menenangkan dirinya juga, kalian terlalu emosional saat ini.” Bujuk Albern.
Sora mengangguk dan berjalan kembali kerumah utama bersama Albern. Untuk saat ini mereka tidak mau membahas tentang ahli waris atau apapun itu. Sekretaris Choi yang kembali menemui Asisten Gong.
Dia menyampaikan maksud Tuan Nya itu. Dan Tuan Chen cukup memahami. Maka dari itu mereka sepakat untuk tidak membahas apapun sampai acara pertunangan Sora dan Albern selesai digelar.
"Gong, aku ingin disini sampai acara pertunangan mereka. batalkan semua jadwal. " perintah Tuan Chen.
"Baik tuan. tapi bagaimana dengan Nyonya?" tanya Asisten Gong lagi.
"Biarkan saja. pasti dia akan segera menyusul. jika bertanya aku dimana beritahu saja. biar dia juga bisa melihat Sora". ucap Tuan Chen. Sebenarnya dia mengerti mengapa istrinya seperti itu. Karena mereka juga lah alasan Tuan Chen ingin menyerahkan tanggung jawab kepada Sora.
__ADS_1
Dia ingin lebih banyak waktu dengan anak-anak dan istrinya. serta bisa lebih memperhatikan mereka. Namun sepertinya sang istri salah paham. Akan sulit menjelaskan pada mereka.