Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
83. Meminta Maaf


__ADS_3

Semua orang membantu membereskan kekacauan yang terjadi, meski mereka baru memasuki pintu depan, namun kekacauan nya cukup parah. Beberapa pengawal dan pelayan ikut terluka. Meski tidak ada korban jiwa namun dokter-dokter keluarga didatangkan untuk memeriksa mereka semua, termasuk Lois untuk memeriksa Albern.


“Bagaimana kondisinya?” Tanya Sora yang khawatir.


Saat ini Sora mengenakan pakaian Tradisional Khas China, terlihat sangat cantik dan anggun, membuat Lois memandangnya agak lama. Albern menyadari pandangan Lois langsung mendangnya.


“Jaga mata mu.” Ucapnya.


Lois langsung terkejut dan sadar.


“Seperti yang kau lihat, dia bisa menendangku berarti dia baik-baik saja.” Ucap Lois sedikit meledek. Membuat Sora tersenyum dan Albern melirik Lois dengan tajam.


“Aku akan memeriksa yang lain, dan membantu mereka.” Lois pergi meninggalkan keluarga Kim yang berkumpul diruang utama tersebut.


Setelah melihat Albern baik-baik saja, Sora langsung berbalik dan menatap semua orang.


“Aku ingin meminta maaf kepada semuanya, karena diri ku nyawa kalian terancam dan membahayakan yang lain.” Ucap tulus Sora.


Semua hanya dianm dan saling menatap. Tuan Besar Kim membuka mulutnya dan berbicara.


“Kau adalah keluarga kami, sudah sepantasnya kami melindungi mu. Dan itu berlaku kepada semua keluarga. Harus saling melindungi.”


Sora tersenyum dan menatap semua Orang, Nyonya Kim mendekatinya dan memeluk Sora.


“Aku hanya meminta jaga dri kalian, sepertinya ini bukan pertarungan biasa.” Ucapnya.


Sora mengangguk. “Benar bu, dari kekuatan yang dikeluarkan dukun tersebut. Dia bukan orang sembarangan, dan sepertinya aku harus Kembali kekeluarga Yun secepatnya.” Yakin Sora.


“Tidak saat ini, kau baru Kembali,” Albern melarang.


“Tidak, harus sekarang juga. Aku menghawatirkan mereka. Jika dia berani kesini untuk menyerang kalian,. Bisa dipastikan. Paman Chen dan keluarga yang lain dalam bahaya.” Sora berkata dengan tegas.


Albern hanya terdiam mendengar kata-kata Sora. Ada benarnya juga. Tapi dia terlalu merindukan tunangannya ini dan mengkhawatirkannya juga.


“Aku ikut.” Ucapnya duduk dengan tegak.


“tapi luka mu?” Sora Khawatir.


“Hanya luka kecil, sedangkan aku harus melindungi mu. Bukan kah kepala Biksu juga berkata demikian?” ucap Albern dengan tersenyum.


“Pergilah besok pagi, sekarang semuanya beristirahat.”


Sora dan yang lain Kembali kekamar masing-masing.


“Istirahatlah, luka mu cukup dalam. Jika terasa nyeri minum obat mu.” Ucap Sora pada Albern.

__ADS_1


“Kau juga, jangan melakukan hal-hal aneh.” Ucapnya dengan menyentuk hidung mungil Sora dan tersenyum.


Mereka berdua memasuki kamar masing-masing dengan pemikiran yang berkecamuk.


Saat Sora sudah merebahkan badannya diranjang, dia langsung bermimpi sang Ayah mendatanginya.


“Sora sayang.” Ucap Tuan Chang.


“Ayah,” Sora memanggil dengan mata berkaca-kaca.


“Kau hebat nak, sudah mencapai fase ini,” Tuan Chang tersenyum.


“Aku merindukan kalian.” Sora mulai manangis.


“Nak, dengar. Dipundakmu sekarang telah bergantung kehidupan banyak orang. Kau harus kuat dan tegar. Mengerti?” Ucap sang Ayah dengan lembut dan memegang tangan Sora.


“Ayah.” Sora terus meneteskan Air matanya.


“Aku dan ibu mu akan terus melindungi dan mendukung mu, kami tidak akan membiarkan mu kalah. Jadi kau harus yakin.”


“Aku takut Ayah, bagaimana jika aku mengecewakan yang lain dan dirimu?” Ucap Sora dengan terus menangis.


Ayah Sora memeluknya. “ Kau adalah yang terpilih nak, jadi kuatkan hati mu dan terus yakinkan diri bahwa kau mampu.” Hibur sang Ayah.


“Ayah, aku akan melidungi keluarga kita. Aku janji.” Ucapnya dengan yakin.


Sora langsung bersiap untuk pergi kekeluarga Yun dan menyatakan bahwa dia adalah Ahli Waris yang Sah.


Tuan Chen juga sudah mendapatkan kabar mengenai kejadian dirumah Utama Kim. langsung saja dia mengumpulkan para tetua.


“Ada apa lagi Tuan Yun?” ucap salah satunya.


“Ahli Waris akan segera tiba. Dan Guangmin telah menyatakan perang. Kita harus waspada.” Ucap Tuan Chen dengan tatapan marah.


“Guangmin? Mengapa dia menyataka perang dengan kita?” tanya salah satunya.


“Dia telah mengetahui rahasia keluarga ini terlebih mengenai SHOUWEI dan ingin merebutnya.” Ucap Tuan Chen lagi.


“Apa? Beraninya penghianat itu mengganggu keluarga Yun dan Ahli Waris?” Marah salah satunya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan?” Tanya mereka lagi.


“Kuatkan pertahanan kalian, sisanya serahkan pada Ahli Waris.” Ucap Tuan Chen yakin dan yang lain hanya mengangguk setuju.


Sora dan Albern sudah tiba di Rumah Utama Yun. Dan disambut oleh Nyonya Yun.

__ADS_1


“Kau telah sampai, bagaimana perjalananmu?” Tanya Nyonya Yun ramah. Sebelumnya mereka telah diberitahu bahwa Sora dan Albern akan datang untuk menginap dirumah Utama. Karena Sora tidak mau membahayakan orang lain dia merasa Rumah Utama Yun lebih aman.


“Bibi,” Sapanya dengan lembut.


“Ayo masuk diluar dingin dan kalian pasti sudah lelah.”Ajak Nyonya Yun dengan Ramah. Disambut senyuman Sora dan Albern.


Jiao Yun melihat mereka datang langsung menunduk malu, karena mengingat kelakuannya waktu itu dan rasa bersalahnya pada Sora tentang apa yang dilakukannya terhadap orang tuanya.


Nyonya Yun melihat Jiao Yun berdiri menunduk langsung memperkenalkannya.


“Ini putra ku, Jiao Yun. Dan aku memiliki seorang putri juga yaitu Fang Yun yang sedang beristirahat dikamar karena sedang sakit.” Jelas Nyonya Yun.


Mereka berjalan duduk ke Sofa rumah tersebut.


“Putri mu sakit apa Bibi?” Tanya Sora.


“Ah, itu. Karena terlalu banyak mengkonsumsi Alkohol menjadikan organ dalamnya bermasalah yang mengharuskan dia terapi sekarang.” Sedih Nyonya Yun.


Tidak lama tiba-tiba Jiao Yun berlutut dihadapan Sora membuat semua orang terkejut.


“Ad-ada apa ini?” Sora merasa bingung dengan tingkah sepupunya itu.


“Tolong maafkan aku Sora, tolong ampuni semua kesalahan ku.” Ucapnya dengan menangis.


Nyonya Yun hanya diam tanpa berkata apa-apa. Dia sudah memperingatkan putranya jika ingin Kembali dianggap oleh ayahnya maka dia harus meminta maaf kepada Sora dan memohon ampunannya atas apa yang telah dia lakukan.


“Memang apa yang kau lakukan? Bahkan kita baru saja bertemu.” Sora semakin bingung dan memegang lengan Albern dengan kuat.


“Tegakkan kepala mu Tuan Muda Jiao Yun. Jika kau menunduk mana bisa kami melihat mu.” Ucap Albern sedikit menyindir. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi, namun sepertinya ini kesalahan besar.


Jiao Yun menegakkan wajahnya dan menatap Sora dengan berlinang air mata.


“Aku…Aku…” saat tergagap tiba-tiba Sang Ayah datang.


“Bicara yang keras dan akuin kesalahan mu.” Bentaknya.


Membuat semua orang terkejut.


“Ada apa ini?” Ucap Sora. Dia baru datang namun ada adegan seperti ini benar-benar membuatnya bingung setengah mati.


“Aku…Aku yang menyebabkan Orang Tua Mu meninggal.” Lugas Jiao Yun dengan menunduk.


“Apa? Katakan sekali lagi?” Sora langsung berdiri mendengar kata-kata Jiao Yun.


“Tolong maafkan Aku, ini semua diluar kendali ku.” Ucap Jiao Yun ketakutan melihat Sora yang marah.

__ADS_1


__ADS_2