
Ellard kembali keruang keluarga dengan komputer jinjingnya dan meletakkan dimeja. Dia membuka beberapa file dan menunjukannya pada Ayah dan Kakeknya. Nyonya Kim bergabung dengan mereka setelah melihat Ellard sedang menunjukan sesuatu.
“Aku sudah mempelajari Skema pemegang saham perusahaan Yun Corporation.” Ellard mulai mejelaskan.
“Rata-rata pemegang saham adalah orang luar, 50 persen saham dipegang oleh orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan keluarga Yun. Dan 50 persen lagi dipegang oleh Keluarga Yun sendiri yang mana itu semua dikendalikan oleh Tuan Chen.”
“Namun anehnya, setelah aku menyelidiki siapa orang-orang ini. Mereka hanya dipakai Namanya saja. Dengan kata lain mereka juga dikendalikan oleh seseorang.” Lanjut Ellard dengan aneh.
“Apa kau sudah mengetahui siapa orang dibalik mereka semua?” Tanya Tuan Besar Kim.
“Sudah kek, benar dugaan kakek. Mereka dikendalikan oleh Guangmin.” Ucap Ellard.
“Sudah ku duga, dia menunggu kesempatan ini untuk menguasai keluarga Yun seutuhnya.” Tuan Besar Kim merasa ini hal mengerikan.
“Tapi mengapa Ayah? Bukannya dia tidak ada hubungannya dengan keluarga Yun lagi? Aku juga sudah menyelidikinya, usaha bisnisnya sekarang berkembang pesat. Meski kebanyakan itu hal Ilegal” Ungkap Tuan Kim.
“Ini tidak sesederhana yang kau kira, keluarga Yun itu bukan keluarga biasa. Meski bisnis mereka hanya dibidang retail dan beberapa usaha kecil. Tapi keluarga mereka tetap kuat dan berpengaruh dinegaranya.” Jelas Tuan Besar Kim.
Tuan Kim terdiam. Memang benar bisnis keluarga Yun tidak besar dan hanya dibeberapa negara saja. Tidak seperti kerajaan bisnis keluarga Kim.
Namun jika urusan kekuatan Keluarga Yun juga tidak bisa diremehkan. Hampir seluruh kerajaan setiap negara bahkan pemerintahan mengenal keluarga mereka namun mereka juga tidak pernah sesumbar.
“Apa ada rahasia dibalik keluarga mereka Ayah?” Tanya Tuan Kim.
Tuan Besar Kim hanya tersenyum dan bangun untuk melangkah pergi meninggalkan mereka.
“Nanti kau akan mengetahuinya. Jangan terburu-buru. Lebih baik sadarkan putra mu itu dari kebucinannya yang aneh itu kepada Sora.” Ucap Tuan besar Kim yang disambut tawa kecil Ellard.
“kau tetap cari tahu apapun yang bisa kau dapatkan. Kemungkinan semua nya akan berguna untuk Sora.” Ucap Tuan Kim pada Ellard.
“Baik Ayah.” Ellard sekarang merasa bersemangat.
Karena semakin banyak rahasia dari apa yang dia cari. Maka akan semakin menantang dan seru.
Tuan Kim dan Istrinya jiga pergi Kembali kekamar.
“Apa Leo makhluk berbeda?” Tanya Alyne.
__ADS_1
Ellard berbalik melihat istrinya saat mau membereskan Komputer. “Ada apa?” Tanya Ellard.
“Tidak hanya saja saat Albern mengatakan Sora akan berlatih mengendalikan Leo. Aku merasa Leo bukan Binatang biasa.” Alyne tersenyum.
“Kau tenang saja. Sora tidak mungkin menyakiti binatang. Kau lihat sendirikan bagaimana dia dengan telaten merawat Leo.” Ucap Ellard yang merasa Alyne masih sangat khawatir dengan Leo.
Alyne hanya tersenyum. Yang dia fikirkan saat ini adalah makhluk apa Leo itu. Karena tidak sengaja dia mendengar Sora pernah mengatakan pada Albern bahwa Leo seperti memiliki keterikatan pada nya. Alyne yang pada dasarnya sangat menentang hewan buas dipelihara secara pribadi merasa alasan apapun itu tidak benar untuk memeliharanya. Apalagi melatih hewan itu untuk menurut pada perintah manusia.
“Ayo kekamar untuk tidur, ini sudah sangat larut.” Ajak Ellard.
“hem, ayo.” Alyne tersenyum dan mengikuti suaminya kekamar.
Tuan Chen sudah memeberikan undangan untuk mengadakan rapat keluarga dengan para Tetua. Saat ini dia dan Asisiten Gong sedang membicarakan masalah perusahaan. Tiba-tiba pintunya diketuk oleh sekretaris nya.
“Presdir. Ada yang ingin bertemu.” Ucap Sekretaris Wanita itu.
“Siapa? Aku sedang tidak membuat janji.” Ucap Tuan Chen denga tegas.
“Tapi ini...” Belum selesai Sekretarisnya berkata orang itu langsung masuk keruangan Tuan Chen.
Tuan Chen menengok dan melihat sosok yang hampir seumuran ayahnya berjalan masuk dengan santai keruang kerjanya. “Guangmin?” Batinnya dengan pandangan benci.
Asisiten Gong langsung paham dan bergegas pergi dari ruangan dengan skretaris yang tadi.
“Ada urusan apa anda berkunjung kemari Tuan Guangmin?” Ucap Tuan Chen sedikit tegas.
Guangmin mendengar itu tersenyum sinis dan langsung duduk di Sofa ruangan itu.
“Ayolah, kau jangan bersikap seperti itu pada paman mu ini. Kita sudah lama tidak bertemu bukan?” ucap Guangmin dengan santai.
“Aku rasa kita tidak ada urusan untuk bertemu dan bertegur sapa. Apalagi kita tidak ada hubungan apa-apa.” Tuan Chen semakin meremehkannya.
“Chen Yun, jaga ucapan mu. Aku masih paman mu.” Kesal Guangmin.
“Paman? Sejak lahir aku tidak memiliki paman, dan kau hanya orang luar yang dikasihani oleh Ayah ku lalu menjadi tidak tahu diri.” Tuan Chen Semakin memprofokasi.
“Kurang ajar!” Guangmin sangat marah mendengar kata-kata Tuan Chen.
__ADS_1
“Awalnya aku kesini untuk mengajakmu bekerja sama. Namun kau bersikap seperti dewa yang tidak membutuhkan bantuan ku.” Guangmin semakin murka.
“Kerjasama? Guangmin kau jangan bermimpi. Sampai kapan pun Keluarga Yun tidak akan mekerja sama dengan mu dan semua bisnis mu yang haram itu.” Tuan Chen semakin tegas.
“jaga ucapan mu. Kau akan menyesali semuanya.” Ancam Guangmin dan pergi dari ruangan Tuan Chen.
Tuan Chen melihat kepergian Guangmin yang marah dengan tersenyum meremehkan. “Dia sudah berani menemui ku. Berarti ada yang tidak aku ketahui tentang keluarga ini.” Pikirnya.
Asisten Gong masuk. “Percepat pertemuan itu. Ada banyak hal yang harus aku cari tahu.” Tuan Chen memeberi perintah.
Saat ini Sora sedang berlatih dengan keras untuk menyatukan fikiran dan batinnya dengan Leo. Namun sampai saat ini dia masih gagal.
Semenjak memasuki Kuil Tian Tan yang asli. Leo seperti berubah menjadi lebih buas dan sulit untuk dikendalikan. Tidak seperti saat dia masih bersamanya selama ini.
Membuat Sora sedikit kewalahan dengan Leo, bahkan dia hampir masuk jurang saat ingin menunggangi Leo.
“Sora, beristirahatlah.” Ucap kepala Biksu yang melihat Sora seperti memaksakan diri.
“Tapi aku harus terus berlatih. Leo semakin tidak bisa dikendalikan. Dan ini sudah seminggu.” Ucap Sora seperti orang yang tidak sabar.
“Sora, istirahat dulu.” Kepala Bikau masih mengatakan itu dengan lembut, Sora yang mendengarnya menjadi tidak enak. Saat ini dia memang seperti kehabisan tenaga. Karena untuk hanya sekedar menyentuh Leo saja sulit. Bagaimana menakhlukkannya.
Jadi Sora berhenti dan mendekati kepala Biksu.
“Duduk lah.” Kepala Biksu menyuruhnya duduk dibatu yang sedang duduknya juga.
Sora berjalan dan duduk disamping kepala Biksu dengan masih memandangi Leo yang duduk dengan santai. Ukuran Leo sekarang sudah jauh lebih besar dan untuk tubuh Sora yang kecil Leo terlihat seperti raksasa. Jadi dia sedikit ada keraguan dengan makhluk itu.
“Sora, Jika kau masih seperti ini maka kau akan sulit mengendalikan makhluk itu.” Kepala Biksu berbicara dengan lembut seraya memandangi Leo yang duduk dengan manis.
“Maksud anda?” Sora merasa heran dengan kata-kata itu.
Kepala Biksu tersenyum. “Hawa nafsu mu terlalu besar. Ketakutan mu juga besar. Serta kau tidak pernah fokus.” Ucap Kepala Kuil.
"Pengendali Shouwei harus memiliki hati yang suci, tidak ada nafsu membunuh tapi juga tidak boleh memiliki jiwa yang takut. " Kepala Biksu melanjutkan kata-katanya.
Sora terdiam dan mulai berfikir, memang sejak awal ada keraguan dari dirinya. Serta terlalu banyak pertanyaan dibenaknya. Apalagi tiba-tiba dia diperintahkan untuk mengendalikan binatang yang sangat besar dan saat ini malah seperti tidak mengenalinya sama sekali.
__ADS_1
“Menyatukan batin mu dengan nya itu tidak mudah. Tapi kau pasti memiliki sesuatu yang sangat bisa menyentuh hatinya dan dia akan berbalik untuk melindungimu dengan nyawanya.” Ucap Kepala Biksu itu dengan berjalan pergi meninggalkan Sora sendiri.
Sora termenung dengan kata-kata Kepala Kuil dan terus memandangin Leo. “Apa yang membuatmu menjauhi ku Leo?” batin Sora.