Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
82. Menerobos Masuk


__ADS_3

Saat ini Sora sangat fokus dengan pelatihannya, penyatuan batin dengan Leo sudah berjalan dengan baik, bahkan Leo sudah sangat bisa dikendalikan. Waktu tiga minggu buatnya sangat berarti. Tanpa jeda dia terus berlatih. Bahkan sekarang Sora memiliki kekuatan untuk mengendalikan fikiran orang lain.


Albern mendapatkan laporan jika semua kamera lenyap dan mereka tidak menemukannya, hanya tersisa yang mengarah pada kamar Sora saja.


Mereka juga telah bertanya pada para Biksu namun mereka mengatakan tidak pernah melihat benda itu.


Albern kesal, karena dia jadi tidak bisa melihat kekasihnya sama sekali.


“Kemana dia? Mengapa tidak Kembali kekamar sama sekali?” Pikirnya.


Tuan Chen telah mendapatkan bukti para pemegang saham dari Albern dan Ellard yang mana semuanya orang-orang Guangmin. Dia bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa saham tersebut.


“Guangmin benar-benar ingin memiliki Keluarga Yun, sepertinya dia sudah mengetahui rahasia keluarga ini sangat lama.” Ucap Tuan Chen kepada Gong.


“25 persen saham telah kita ambil alih Tuan, lalu apa yang akan kita lakukan?” Tanya Asisten Gong.


“Mereka benar-benar tidak mau menyerahkan sahamnya kepada kita rupanya.”


“Sepertinya saham itu juga bukan milik mereka Tuan,” Asisten Gong memberikan data kepada Tuan Chen.


“Semua saham sudah dipindahkan kepada Tuan Guangmin beberapa minggu yang lalu, sepertinya dia tahu jika kita akan mengambil alih dengan cepat.” Jelas Gong.


“Brak!” Tuan Chen menggebrak meja dengan marah.


“Beraninya dia ingin mengacau dikeluarga ku. Dia belum tahu keluarga Yun seperti apa.” Marahnya dengan tatapan tajam kedepan, bahkan Asisten Gong saja ngeri melihat tatapannya.


“Benar-benar jiwa seorang kaisar.” Batin Gong.


“Gong bagaimana dengan keluarga Kim?”


“Guangmin ingin menemui mereka Tuan, aku melihat daftar penerbangannya kemarin.”


“Heh, dia memasuki kandang macan rupanya. Biarkan keluarga Kim yang akan menyelesaikannya.” Ucap Tuan Chen.


Keluarga Kim tidak kemana-mana hari ini, mereka hanya melakukan kegiatan didalam Rumah Utama yang sangat besar itu. Albern selalu dikamarnya karena terus mengawasi kamera di Kuil yang tersisa hanya satu-satunya.

__ADS_1


Tidak lama Guangmin telah sampai digerbang utama Rumah Keluarga Kim.


“Tuan ada tamu.” Ucap Kepala Pelayan kepada Tuan Besar Kim, dia melihat dari kamera pengawas. Mobil hitam yang berjejer ingin memasuki halaman rumah Utama.


“Jangan biarkan mereka masuk.” Perintahnya.


“Baik.” Kepala pelayan langsung pergi dan menjalakan perintahnya.


Tuan Besar Kim duduk di Ruang keluarga dengan yang lain. Dia memanggil semua orang untuk berkumpul.


“Guangmin sudah tiba, meski dia sudah dilarang masuk. Pasti akan tetap membuat keributan. Kalian semua harus bersiap.” Para Asisten dan Sekretaris kepercayaan mereka sudah mengambil posisi masing-masing.


Sepertinya Guangmin menyatakan perang jika memaksa masuk. Benar saja tidak lama terjadi keributan diluar gerbang, semua terlihat dari kamera CCTV rumah tersebut.


Guangmin menatap kamera itu dan melihat dengan tatapan tajam. Dia tahu jika keluarga Kim sedang memperhatikannya. Segera saja dia menembak kamera itu dan gambar mereka langsung hilang.


“Dia benar-benar keterlaluan. Ini sudah tidak bisa ditahan Ayah.” Ucap Tuan Kim.


“Tunggu, aku merasakan sesuatu.” Tuan Kim merasakan ada angin yang berhembus dingin sama seperti waktu dia diselamatkan oleh Yun Muda dulu.


Tidak lama Guangmin sudah ada dipintu utama Rumah Kim, dan langsung mendobraknya.


“Bagaimana dia bisa masuk?” ucap Ellard heran dan semua menjadi siaga melindungi yang lain.


Albern sudah menghadang didepan dengan Choi, sedangkan Ellard melindungi yang lain. Pengawal yang lain serta Asisten mereka juga sudah bersiap didepan untuk melindungi.


“Kim Tua, apa kabar?” Ucap Guangmin dengan santai. Dan dibalas senyum sinis oleh Tuan Besar Kim.


“Sepertinya aku tidak mengundang mu kerumah ini Guangmin.” Ucap Tuan Besar Kim.


“Aku hanya ingin berkunjung kepada teman lama saja. Tapi kau tidak menyambutku dengan baik.” Sosok Wanita paruh baya yang berpakaian dukun disebelahnya sudah membacakan sebuah mantra dan menyerang Albern hingga dia terlembapr jauh.


“Albern,” Teriak Sang Ibu. Dan ditahan Tuan Kim untuk menolong putranya.


“Apa mau mu? Dan mengapa kau menyerang kami.” Tanya Tuan Besar Kim.

__ADS_1


Guangmin tertawa lebar dan menatap tajam.


“Karena kalian menghalangi rencana besar ku, dan melindungi Ahli Waris Utama keluarga Yun. Yang seharusnya sudah kubunuh.” Guangmin semakin menggila.


“Hancurkan mereka dan buat mereka mati menyesal.” Perintahnya pada Dukun tersebut.


Semua orang langsung waspada dan ada ketakutan dimata mereka. Jelas mereka tidak akan bisa melawan kekuatan sihir, selama ini mereka tidak pernah berhadapan dengan orang-orang seperti mereka.


Saat sang Dukun telah selesai membaca mantra dan akan menyerang semua Keluarga Kim tiba-tiba berhembus angin dan ada Cahaya yang datang, dukun itu langsung mengalihkan perhatiannya pada cahaya tersebut dan langsung menyerangnya. Namun justru dukun itu yang terlempar jauh dan terluka.


Cahaya itu meredup dan muncullah binatang besar yang menakutkan membuat semua orang mundur ketakutan, diatas hewan itu terlihat sosok Wanita dengan pakaian gaun china kuno dan perlahan turun. Setelah semua terlihat Jelas, itu adalah Sora dan yang pasti hewan besar mengerikan itu adalah Leo. Dia sudah berhasil dengan pelatihannya.


“Aku tidak mengenal mu Tuan, tapi kau berani menggangu keluarga Ku bahkan melukai tunangan ku.” Tatapan Sora yang tajam seperti ingin membunuh membuat dukun itu ketakutan.


“Tuan, sepertinya ini diluar perkiraan kita. Dia sudah berlatih dengan penjaganya.” Ucap sang dukun kepada Guangmin.


Namun bukannya takut, Guangmin sangat terpesona Oleh Leo. Dia pernah melihat Penjaga milik Yun Tua dan sangat hebat, sehingga dia menjadi terobsesi. Awalnya dia ingin menculik Sora dan melatihnya dibawah kendali Guangmin. Namun rencananya selalu gagal.


Dan setahu Guangmin hanya keturunan laki-laki yang akan memiliki SHOUWEI maka dari itu dia mendekati Jiao Yun, tapi ternyata yang memiliki SHOUWEI justru Sora. Dia terkecoh oleh kendali langit.


“Tuan kita harus pergi,” Desak Sang Dukun.


Namun tidak digubris oleh Guangmin dan malah mendekati Leo. Saat berjalan mendekati Leo, hewan itu langsung menatapnya dan menghembuskan angin yang kencang sehingga Guangmin terlempar keluar pintu Rumah Utama.


Guangmin kesakitan dan menatap Leo, dia tidak marah namun semakin terpesona oleh Leo. Ketika ingin bangun dia langsung dipegang oleh Dukun itu dan tiba-tiba mereka menghilang. Karena Guangmin seperti terhipnotis oleh Leo saat ini.


Melihat Guangmin menghilang dengan dukun itu dan beberapa orang, mereka langsung bertindak menyerang anak buah Guangmin yang tersisa dan menangkapnya.


Sora berbalik dan menghampiri Albern yang terluka.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Sora dengan lembut.


Albern melihat Sora didepannya langsung memeluk dengan erat, rasa khawatir dan takutnya akan Sora semua melebur dalam pelukannya.


Tidak lama Leo menghilang dengan hembusan angin yang dingin dan cahaya yang terang.

__ADS_1


Keadaan rumah utama sudah kacau dengan pertarungan Supranatural tadi, Tuan besar Kim langsung terduduk dikursi. Meski dia pernah melihat sosok seperti Leo dulu yang berada disisi Yun Tua, namun dari ukuran dan jenis nya Leo jauh lebih menyeramkan dibandingkan Dream dulu yang berbentuk persis seperti burung Elang.


__ADS_2