Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
25. Keluarga Yun


__ADS_3

haaiii..


Buat yang masih setia membaca novel ku..


Terima kasiiih..


semakin seru lhoo..


jangan lupa tinggalkan jejak komentar ya..


saran kritik nya bisa membuat aku makin semangat berkarya


jangan lupa like nya juga..


selamat membaca..


Berita dengan cepat semakin berkembang kemana-mana, Pak Choi segera memeberitahu kondisi di kantor pengiriman.


“Sepertinya mereka terlalu santai, tambahkan pekerjaan mereka semua,” Perintah Albern.


“Baik Direktur, ” Hormat Pak Choi yang langsung pergi.


“Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, jika diketahui kakek bisa-bisa aku disuruh menikahi gadis itu,” Guman Albern.


Di tempat lain yaitu kediaman Yun, paman Chen sedang berdiskusi dengan Asistennya tuan Gong.


“Gong jemput dia, kita harus segera menemukannya dan lihat apa benda itu ada padanya,” Ucap Paman Chen.

__ADS_1


"Jika memang benda itu ada padanya apakah Tuan akan menyerahkan semuanya?” Tanya Asisten Gong.


"Aku harus lihat kemampuannya dulu, semua ini tidak bisa diukur dari darah keturunan. tapi juga kemampuan dia,” Khawatir Paman Chen.


Keluarga Yun masih memiliki darah bangsawan Shang, keluarga mereka bergelut didunia bisnis sejak puluhan tahun yang lalu, Orang tua dari Paman Chen dan Ayah Sora sama.


Ayah Sora pergi dari keluarga Yun dan keluar sebagai pewaris utama karena memilih menikah dengan ibu Sora. Wanita berdarah Korea tetapi bukan dari keluarga bangsawan. Ayah mereka menentang ini dan karena marah mengusir ayah Sora. Dan benar saja Ayah Sora dan ibunya pergi meninggalkan China. Dan memilih untuk menghindari mereka kemana pun itu.


Saat itu Sora sudah berusia 2 tahun Ketika mereka memutuskan pergi, mereka tidak langsung tinggal dengan nenek Sora. Namun tinggal berpindah-pindah dan juga mengganti marga mereka. Hingga Sora menginjak usia 8 tahun nenek Sora yang sakit-sakitan memintanya Kembali. Dan mereka menyetujuinya, akhirnya Sora dan keluarganya tinggal didesa hingga akhir hayat mereka.


Sora tidak pernah diberitahu asal usulnya, ayah dan ibunya sengaja menutupi karena memikirkan keselamatannya dan juga takut akan mempengaruhi perkembangan akan pendidikannya.


Ketika Tuan Chen sedang berdikusi tiba-tiba ada yang masuk dengan emosi .


“Apa-apaan ini, kau ingin mencari anak itu? Kau tahu bahwa dia sudah bukan lagi keluarga kita,” Dengan suara yang berteriak Nyonya Chen mengagetkan mereka berdua.


Tuan Chen yang melihat itu merasa murka.


“Apa kau tidak punya sopan santun?” Teriak Tuan Chen.


“Aku tidak perduli, sejak awal kau tidak pernah memperdulikan anak kita, sekarang malah mencari anak orang lain. Aku tidak terima!” Dengan sangat emosi Nyonya chen berteriak terus .


“Diam!” Murka Tuan Chen.


Tuan Gong yang ada diantara pertengkaran mereka jadi bingung, dia tahu Nyonya nya tidak akan setuju dengan hal ini, tapi keputusan mutlak ada ditanya Tuan Chen.


“Jika kau hanya mau ikut campur dan berteriak-teriak disini, sekarang juga kau keluar!” Tuan Chen yang mulai mengatur emosinya.

__ADS_1


“Dengar, aku hanya akan setuju anak ku yang menjadi ahli waris, jika kau masih nekat mencari anak itu. maka aku tidak akan tinggal diam,” Ancam Nyonya chen.


“Berani kau mengancam ku?” Teriak Tuan Chen.


Nyonya Chen tidak memperdulikannya dan pergi begitu saja, emosi Nyonya Chen sudah sangat tidak terbatas, begitu pula Tuan Chen.


Dia merasa istrinya ini sangat penuntut, dia tahu kemampuan anak-anaknya. Jika diserahkan pada mereka maka akan jadi apa semuanya, bisnis yang sudah dibangun keluarganya, dan silsilah keturunannya.


Anak laki-laki Tuan Chen bukan tidak bagus, dia sangat tampan, pintar, dan sangat bersahaja, tapi sejak lulus kuliah dia menjadi semakin sangat tidak nisa diatur. Tidak pernah pulang, hampir setiap bulan ada saja Wanita yang datang untuk meminta pertanggung jawabanya.


Anak perempuannya sama saja, hanya tahu menghabiskan uang dengan berbelanja segala macam, yang membuat seluruh tagihan kartu kreditnya membengkak.


“Bagaimana Tuan? Tanya Asisten Gong.


“Lanjutkan pencarian. kita harus bertemu dengan anak itu secepatnya,” Perintah Tuan Chen.


Sementara Nyanya Chen yang masih dalam emosi .“Aku tidak akan membiarkan anak haram itu datang kekeluarga ini,” Bisik Nyonya Chen.


“Ibuu…” Dengan suara manja Fang Yun langsung memeluk ibunya.


“Ish, apa lagi yang kau beli?” kesal Nyonya chen melihat beberapa tas belanjaan.


“Ah ibu, ini baju dari desainer ternama, dan aku membelinya satu untuk mu,” Rayu Fang Yun.


LIKE DAN KOMENTARNYA JANGAN LUPAAA..


TERUS DUKUNG AUTOR YA.. 💪💪

__ADS_1


__ADS_2