Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
26. Garis Keturunan


__ADS_3

haaaiiii..


tetap dukung karya AUTOR yaa..


jangan lupa like dan komennya..


biar AUTOR makin semangat..


Terima kasiiihhh..


“Kau ini hanya berbelanja saja yang dilakukan, apa kau sama sekali tidak perduli pada ibu mu?” Keluh Nyonya Chen pada anak Gadisnya.


“Ibuu.. ada apa, Apa kau bertengkar lagi dengan ayah?” Tanya Fang Yun karena tahu kebiasaan mereka yang hanya bertengkar saja.


“Ayah mu itu sungguh keterlaluan, dia ingin mencari anak dari Paman kalian,” Kesal Nyonya Chen.


“Anak Paman? tapi bukankah kita tidak pernah tahu mereka ada dimana?” Tanya Fang Yun.


“Entah lah aku juga tidak tahu, tapi ayah mu sungguh yakin jika telah menemukan mereka.” Ucap Nyonya Chen.


“Apa yang ibu ucapkan benar?” Tiba-tiba Jiao Yun datang.


“Kakak?” Teriak Fang Yun. langsung merangkul lengan kakaknya itu.

__ADS_1


“Kau sudah pulang? Bagaimana liburan mu? Oleh-oleh ku mana?” Lanjut Fang Yun.


“Kau ini hanya itu saja yang ada diotak mu, ” Kesal Jiao ke adiknya.


“Hei, kalian bisa tidak serius sedikit,” Kesal Ibu mereka.


“Ibu mengapa kau marah-marah terus? Jika begini kerutan diwajahmu akan semakin banyak,” Goda Jiao Yun.


“Ish.. kalian tidak tahu apa yang terjadi. jika ayah kalian menemukan anak itu, maka posisi mu akan terancam,” Jelas Nyonya Yun Khawatir terutama kepada Jiao.


“Ibu... kau tenang saja,aku akan cari cara supaya anak itu tidak dapat ditemukan ayah,” Dengan nada meyakinkan Jiao bicara pada ibu nya.


“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya ibu mereka.


“Kalian tunggu saja kabar dari ku, aku ada banyak kenalan yang bisa mempercepat mencari orang,” Yakin Jiao lagi.


Dia juga tidak rela jika ayah nya memberikan hak waris pada anak paman mereka, karena bisa-bisa mereka dimiskin kan mendadak, apalagi dengan semua kemewahan yang mereka terima selama ini.


Sebenarnya Tuan Chen bukan tidak memperdulikan mereka, hanya saja kurang memperhatikan pola kehidupan dan Pendidikan anaknya, karena dia terlalu sibuk mengurus perusahaan dan yang lainnya.


Dia mempercayakan semua kepada istrinya, tetapi semua harapannya sirna ketika dia mengetahui kelakuan dua anaknya yang sangat diluar moral dan sudah sangat kelewatan.


Saat dia mengetahui kelakuan dua anak nya, langsung saja dia menyalahkan Nyonya Chen. namun Nyonya Chen tidak terima. karena menurutnya wajar memanjakan anak-anak mereka. Pada dasarnya, mereka juga bisa memberikan segala apa yang mereka mau.

__ADS_1


Nyonya juga menyalahkan suaminya. Selama ini Suaminya hanya tau bekerja saja tanpa bisa menghabiskan waktu dengan mereka layaknya keluarga.


Sejak kematian ayahnya, Tuan Chen jarang sekali pulang. dia banyak menghabiskan waktunya diperusahaan. Karena banyak investor yang mengundurkan diri semenjak kematian ayahnya. Sampai dia lupa akan pulang.


Para investor merasa Tuan Chen tidak mampu untuk memegang perusahaan, para pemegang saham juga banyak yang mau menjual sahamnya. Karena merasa berbahaya jika mempercayakan perusahaan kepadanya.


Semua itu karena Ayah tuan chen terlalu berlalut dalam penyesalan sejak kakaknya pergi. Ayahnya tahu tuan Chen tidak berminat pada perusahaan, dia memiliki jiwa seni. Ayahnya tidak pernah memaksakan Tuan Chen untuk memegang perusahaan, dia juga tahu kemampuan anaknya, tapi di akhir hayat ayahnya berpesan.


“Cari kakak mu, maka kau bisa melanjutkan hidup mu dengan baik, ” Lirih ayahnya.


Sejak saat itu dia terus mencari kakak nya, namun tidak pernah menemukan mereka. Hingga pada enam Tahun Lalu dia melihat rekan bisnisnya berfoto dengan kakaknya itu, dan mencari tahu dimana keberadaan mereka.


Tetapi semua terlambat karena mereka lebih dulu mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Dia sudah putus asa hingga tidak mencari tahu lebih, ternyata kakaknya memiliki seorang anak perempuan. Dan Ketika dia mau menemui anak perempuan kakaknya itu, dia sudah kehilangan jejak lagi.


Tuan Chen tetap mencarinya hingga akhirnya dia menemukan anak perempuan itu, jika memang dia anak keturunan dari kakaknya maka tugasnya berakhir.


Ada tanda jika Sora anak keturunan dari keluarga mereka. Yaitu dari Kalung permata berbentuk kunci dengan ukiran naga dibelakangnya. Sejak dulu, keluarga mereka memberikan kalung itu kepada penerusnya yang memang di percaya untuk memegang kekuasaan keluarga. Sampai kematian mereka tidak boleh diserahkan pada siapa pun. Jika mereka wafat, maka hanya anak keturunannya yang dapat menerima kekuasaan itu.


Dulu yang memberikan kalung itu kepada kakaknya bukanlah ayah mereka, melainkan sang ibu Nyonya besar Yun. Dia juga menyerahkannya pada ibu Sora bukan anaknya, sejujurnya Nyonya besar Yun sangat menyukai ibunya Sora. namun karena bukan dari kalangan bangsawan Tuan Besar Yun menolak dengan keras.


Tuan Chen dan ayahnya tahu tentang kalung itu saat Nyonya Besar Yun akan meninggal dunia. Tuan Besar Yun yang baru mengetahui hal ini marah besar, tapi setelah kematian istrinya dia banyak merenung dan menyesal hingga akhir hayatnya.


Dan jika memang kalung itu ada pada Sora , maka dia dengan suka rela menyerahkan semua ke anak keturunan kakaknya.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR..


__ADS_2