Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
46. Menyesal


__ADS_3

Keluarga Kim makan malam Bersama. Dan malam iini sudah ada tambahan Sora dikeluarga mereka. Meski belum resmi menikah, kakek Sora yang sudah mengetahui identitas Sora sendiri merasa dia adalah cucunya juga. Sejak awal dia juga sudah menyukai Sora jadi ini sangat menyenangkan.


Ayah Sora yang sudah Kembalipun ikut makan malam Bersama.


Saat makan malam Ayah Albern menatap Sora. Sora yang ditatap malah menjadi aneh dan kebingungan. Hal ini menjadi perhatian Albern.


“Ayah ada apa?” Tanya Albern.


“Ah, tidak. Sora Ayah dan ibu mu meninggal dimana?,” Tanya Tuan Kim langsung.


“Sayang mengapa kau bertanya seperti itu?” Keluh Nyonya Kim pada suaminya.


“Oh, Maafkan aku jika menyinggung mu Sora.” Dan Tuan Kim langsung melanjutkan makannya.


Albern dan kakeknya hanya saling pandang sesaat. Mereka paham jika ayahnya sudah mengetahui identitas Sora. Dan ingin bertanya banyak tentang Ayah Sora. Tapi sepertinya waktunya tidak tepat.


“Tidak apa-apa, Ayah ku meninggal dikota kelahiran ibu. Ayah dan ibu meninggal dalam kecelakaan mobil. Dihari yang sama nenek mengalami serangan jantung dan menyusul mereka.” Tangan Sora sedikit gemetaran.


Mereka melihat kondisi Sora langsung menghentikan makan malam. Albern yang duduk disampingnya memegang tangan Sora dan menatapnya. “Sudah jangan diceritakan lagi. Bukannya kita akan melihat Leo. Ayo.” Ajak Albern dan langsung bangun dari tempat duduk.


Sora berpamitan dan memberi hormat lalu pergi dengan digandeng Albern.


“Sayang ada apa?” Nyonya Kim yang melihat suaminya seperti ada sesuatu.


Tuan Kim melihat Ayahnya. “Kita bicara diruang kerja ku.” Ajak Tuan besar Kim yang langsung berlalu pergi. Diikuti Ayah dan Ibu Albern.


“Ayah, Apa benar dia anak Chang Yun?” Tanya Ayah Albern dengan terburu-buru.


“Duduk lah dulu, bicara pelan-pelan. Kau sudah tua, bukan anak kecil yang sedang merengek.” Kesal Tuan besar Kim yang mendengar anaknya terburu-buru seperti itu.


“Sayang, duduk lah.” Ajak Nyonya Kim.


Mereka bertiga duduk dengan tenang dan Tuan Kim sudah bisa mengatur emosinya.


“Sampai mana kau mengetahuinya?” Buka Tuan Besar Kim.


“Entah lah, aku mencari tahu tentang ayah Sora. Tapi identitas mereka berbeda. Fotonya juga berbeda.” Jelas Tuan Kim, sedikit kebingungan.

__ADS_1


“Tenang lah.” Nyonya Kim mengusap Pundak suaminya itu karena melihatnya seperti orang yang gelisah.


“Dia memang anak Chang Yun. Chang Yun diusir oleh Yun Tua karena menikah dengan gadis biasa. Jadi Chang Yun mengubah identitas dan jati dirinya. Supaya bisa melindungi keluarganya.” Ungkap Tuan Besar Kim.


“Tetapi sepertinya Yun Tua menyesalinya sebelum kematian dia. Maka dari itu Chen Yun mencari Sora. Mungkin dia juga sudah mengetahui kakaknya sudah tiada dan memeiliki anak.” Lanjutnya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan ayah?” tanya Tuan Kim.


“Sora sudah berada dalam perlindungan kita. Jadi kau tidak perlu khawatir. Tapi ini bukan hal sepele. Aku sudah menyelidiki kecelakaan mereka. Sepertinya bukan kecelakaan biasa.”


“Maksud Ayah?” Tanya Ayah Albern penasaran.


"Aku sudah mendapatkan laporan kecelakaan mereka. Rem blom, dan ada catatan mobil mereka sebelum masuk kejurang sudah ditabrak terlebih dahulu. Karena tidak ada jejak ban yang mengerem.” Terang Tuan Besar Kim lagi.


“Apa Mereka dibunuh?”


“Bisa Jadi. Ini menyangkut kekuasaan dan hak Ahli Waris. Sora adalah Ahli waris yang sah. Tidak menutup kemungkinan Sora juga diincar bukan. Dulu Yun Tua pernah bicara pada ku, jika dalam keluarga mereka pewaris Utama memiliki kalung yang diberikan turun temurun. Jika memang benar, Sora pasti memilikinya.” Tuan Besar Kim memperkihatkan foto kalung tersebut.


“Dibelakang kalung itu ada ukiran naga.” Ucapnya lagi.



“Jika Sora memilikinya. Maka perlindungan terhadapnya harus ditingkatkan.” Tuan Besar Kim merasa khawatir.


“Aku akan bicara dengan Albern.” Ucap Tuan Kim.


“Anak itu sudah mengetahuinya, kau tenang saja.” Ucap Tuan Besar Kim.


Ayah dan Ibu Albern hanya saling pandang.


“Aku mencarinya selama ini, dia tidak pernah mengabari dan meminta bantuan apapun pada ku. Sampai dia meninggal pun aku tidak tahu.” Sesal Tuan Kim dan menangis.


“Sayang ini bukan salah mu. Dan Sora sekarang sudah berada disini jadi kau tenang saja.” Hibur Nyonya Kim.


“Kau benar. Sora sudah menjadi anak ku juga. Siapa pun yang mau menyakitinya makan akan berhadapan dengan ku.” Dengan tatapan tajam Tuan Kim berbicara.


“Kau istirahat lah. Dan ingat jika ingin bertanya sesuatu pada Sora pelan pelan saja. Kematian orang Tuanya bukan hal baik untuk dibicarakan. Lukanya terlalu dalam.” Terang Tuan Besar Kim.

__ADS_1


“Baik Ayah , aku akan mengingatnya.” Balas Tuan Kim.


Malam itu jadi sedikit haru untuk keluarga Kim. anak serta cucu sahabatnya ada disisi mereka namun bukan dalam keadaan yang baik.


Sementara itu, Albern dan Sora sedang dalam perjalanan ke Mansion Biru milik Albern. Selama perjalanan Sora hanya terdiam. Albern yang mengendarai mobil itu sendiri. Sesekali memandang Sora yang menatap kearah jendela tanpa berbicara sedikit pun.


“Apa kau ingin membeli sesuatu?” tanya albern memecahkan suasana.


“Tidak, aku hanya ingin cepat-cepat melihat Leo.” Ucapnya.


“Baiklah.” Balas Albern.


Selama dalam perjalanan Albern dan Sora benar-benar terdiam sampai mereka tiba dimension.


Kepala pelayan Park menyambut mereka.


“Tuan Nona.” Pelayan Park memberi Hormat.


“Paman,” Sapa Sora. “Tunjukan tempat Leo pada ku paman,” Tanpa basa-Basi Sora mengajak Pelayan Park pergi dan meninggalkan Albern.


Albern melihat itu menjadi kesal. “apa aku harus bersaing dengan seekor Kucing?” ucapnya sinis yang melihat Sora pergi terburu-buru.


Mereka berjalan masuk, Sora langsung menuju kandang Leo tanpa memperdulikan Albern. Leo seperti sudah tahu Sora akan datang langsung berlari menghampirinya.



“Paman buka kandang ini,” Sora meminta kepada Pelayan Park.


Pelayan Park melihat kearah Albern dan Albern memberi anggukan tanda menyetujuinya.


Kandang Leo dibuka dan mereka berpelukan hingga Sora terjatuh Leo langsung mengendus dan menjilat, terlihat mereka berdua sangat bahagia. Meskipun Leo binatang tetapi ketika bersama Sora, Leo terlihat seperti anak kecil yang bertemu dengan ibunya.


Albern melihat interaksi mereka berdua sedikit merasa iri. “bukannya ini terlalu berlebihan ya?” Pikirnya.


Sora langsung menoleh kearah Albern dan mengulurkan tangannya. Tanda memanggil supaya Albern mendekat. Albern memahami itu tapi menggeleng, namun Sora menatapnya tajam pertanda ini adalah perintah. Albern melihat tatapan Sora malah bergidik ngeri. “Kenapa akhir-akhir ini dia sangat mengerikan?” batinnya.


Namun dia tetap berjalan maju mendekati Sora dan Leo.Albern duduk bersimpuh disamping Sora dan berdapan dengan Leo, tangannya tetap memegang tangan Sora.

__ADS_1


“Aku tahu kau tidak menyukai Leo, tapi dia kucing yang baik.” Sora berbicara seraya mengarahkan tangan Albern untuk menyentuh pucuk kepala Leo.


Tiba-tiba Leo menurunkan kepalanya dan bertumpu pada tangannya seperti tiduran.


__ADS_2