
AUTOR MAU KASIH SEDIKIT VISUAL KARAKTER VERSI AUTOR SECARA BERTAHAP..
SEMOGA MENAMBAH IMAJENASI PARA PEMBACA
SORA LEE
Sebelum menunjukan kamar untuk Sora, Nyonya Kim mengajaknya berjalan-jalan sebentar, ke taman favoritnya.
“Pertama kali aku bertemu dengan mu ditaman. Apa kau menyukai bunga?” tanya Nyonya Kim.
“Sedikit, dulu ibu ku suka merawat beberapa bunga dirumah.” Jawab Sora dengan malu-malu.
Nyonya Kim tersenyum, mereka berjalan sembari berbincang seadanya. Sora masih agak kaku dan canggung berbicara dengan Nyonya Kim. Ini pertama kalinya dia benar-benar berada didunia yang jauh berbeda dari biasanya. Orang-orang ini sungguh bukan jangkauannya.
“apa kau lelah Sora?” tanya Nyonya Kim yang melihat Sora banyak diam.
“Ah, sebenarnya saya sedikit malu dengan anda. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan orang seperti anda. Maafkan jika saya tidak sopan." Jawab Sora yang takut Nyonya Kim tersinggung.
“Oh sayang ku, kau manis sekali.” Goda Nyonya kim. “Ayo kita kekamar mu saja agar kau bisa beristirahat.” Ajaknya. Sora hanya mengangguk dan mengikuti. Nyonya Kim terus menggandeng tangan Sora. Dia sangat menyukai gadis ini.
“ini kamar mu, apa kau suka?” tanya Nyonya Kim.
Sora melihat seluruh sudut ruangan kamar nya. Sungguh luas dan sangat cantik. Sora terkagum melihatnya.
“ini sangat luar biasa Nyonya, apa benar aku akan tidur disini?” tanya Sora ragu.
“ya, tentu saja. Oh satu lagi. Sebelah sana kamar Albern. Jadi kalian bisa sering bertemu.” Goda Nyonya Kim lagi. Sora hanya tersenyum aneh.
“Baiklah. Aku akan membiarkan mu beristirahat. Jika kau butuh apa-apa panggil saja pelayan. Oke.” Terangnya kepada Sora.
“Terima Kasih Nyonya, eh Ibu.” Jawab Sora yang kaku. Nyonya Kim pergi dan menutup kamarnya.
Sora sudah sangat lelah dengan kejadian hari ini, rasanya ingin berendam air hangat. Langsung saja dia kekamar mandi dan membersihkan diri. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Sora yang sudah selesai membersihkan diri merasa sangat lapar. Dia ingin keluar dan menanyakan pelayan apa masih bisa meminta makan malam.
Tepat saat keluar kamar Albern melewati pintu kamarnya. Sora terdiam, begitu juga dengan Albern.
“Kenapa kau disini?” tanya Albern heran melihat Sora ada disamping kamarnya.
“Ibu, eh Nyonya Kim yang memberikan kamar ini pada ku.” Jawab Sora.
“Huft, dasar ibu,” dengan mengusap tengkuk lehernya dengan kesal.
__ADS_1
“Mau kemana?” Albern lanjut bertanya yang melihat Sora seperti akan keluar.
“Aku lapar,” keluh Sora sambil mengusap perutnya yang rata.
“Jam segini juru masak sudah tidak ada. Kau ingin makan apa?” Albern bertanya tapi terlihat cuek.
“Apa saja yang jelas bisa ku makan.” Jawab Sora dengan tersenyum.
“Ikut aku.” Mereka berjalan bersama kearah dapur.
Albern membuka rak makanan dan kulkas. Dia melihat bahan-bahan yang ada.
“Mau kumasakan?” Tawar Nya.
“Boleh kah?” tanya Sora tidak yakin.
“Jika kau hanya ingin makan nasi tanpa lauk aku tidak akan memaksa.” Balas Albern dengan ketus.
“Ish, sebenarnya dia baik atau jahat?” batin Sora.
“Aku mau.” Dengan senyum manis kearah Albern. Albern melihat senyum Sora langsung memalingkan wajah dan tersipu.
“Dasar gadis ini, memperlihatkan wajah seperti itu kepada seorang laki-laki. Apa mau diterkam?” pikirnya kesal.
Albern dengan cekatan membuatkan masakan seadanya didapur untuk Sora. Sora yang memperhatikan Albern dengan seksama jadi terpesona. “kenapa dia terlihat seksi saat memasak?” batinya. Sora langsung menggeleng kan kepala dan tersadar, lalu memukul kecil kepalanya.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri. Pergilah.” Perintah Albern tanpa melihat pelayan itu.
Dia mengerti dan memberi hormat pada Albren dan Sora. Sora hanya memperhatikan interaksi Albern kepada pelayannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Ditempat lain Nyonya Kim masuk kekamarnya dengan tersenyum bahagia.
“Ada apa ini? Mengapa kau tersenyum seperti itu?” tanya Tuan Kim yang sudah siap untuk tidur.
“Kau tahu sayang, aku mendapat laporan dari pelayan. Albern sedang memasak untuk Sora.” Ceritanya dengan bahagia.
Tuan Kim hanya menggelengkan kepala ketika mendengar cerita istrinya. Istrinya ini memang tidak pernah membahas tentang calon istri anak-anaknya. Tetapi dia tahu jika didalam hati istrinya pasti sangat khawatir jika anak-anaknya salah menemukan wanita. Atau bahkan tidak menikah sama sekali.
“Awalnnya aku mencari tahu tentang asal usul gadis itu. Dia dari kalangan keluarga yang biasa saja. Tetapi dengan kejadian hari ini aku jadi berfikir ulang,” jelas Tuan Kim pada istrinya.
“Maksud mu?” tanya sang istri penasaran.
“Saat aku melihat wajahnya secara langsung tadi. Aku merasa dia mirip sekali dengan seseorang.” Ucap Tuan Kim dengan gaya mengingat.
__ADS_1
“Siapa?”
Tuan Kim terdiam. Dan seperti mengenang sesuatu.
“Ah, sudahlah. Aku juga belum terlalu yakin. Jika nanti sudah mendapatkan informasi yang valid aku akan memberitahu mu.” Jawab Tuan Kim tersenyum sembari memeluk istrinya dan bersiap untuk tidur.
“Tapi aku melihat Sora adalah gadis yang baik dan tepat untuk anak kita.” Ucap nyonya Kim sembari menutup mata.
Albern telah selesai memasak. Dia membuat dua porsi Spaghetti Carbonara. Dengan isian jamur dan daging. Tidak lupa Saus krim kental. Dari baunya saja sudah menggugah selera. Sora melihat penampakan Spaghetti yang disajikan Albern langsung tergiur.
“Wah, aromanya enak sekali,” dengan mata berbinar.
“Cepat dimakan bukan hanya tipandangi saja.” Ucap Albern.
Mereka makan malam bersama tanpa suara sama sekali. Sora sangat menikmati masakan Albern.
“Masakan buatannya ini sungguh berbeda dengan sikapnya.” Pikir Sora dengan tertawa kecil.
Setelah selesai makan Sora berinisiatif untuk mencuci nya. “Biar aku yang membereskan.” Ucapnya yang langsung berdiri mengambil piring dan gelas yang ada. Karena terburu-buru gelas yang ditangan Sora terjatuh pas didekat kakinya.
“Astaga.” Sora terkejut.
Albern yang langsung menengok dan melihat Sora yang mau mengambil pecahan gelas itu langsung berdiri dan menggapai tangannya. “Biar aku yang membereskan.” Tegasnya.
“Tapi nanti anda terluka,” ucap Sora bersikeras.
Karena mendengar ucapan Sora Albern langsung memegang pinggangnya yang ramping dan mengangkat kemeja dapur untuk duduk. “Diam disini.” Tatap Albern tajam..
Sora langsung terdiam seperti patung tidak berani menjawab. Albern mencari sapu dan membereskan pecahan gelas itu lalu membuang nya. Setelah beres dia melihat Sora yang ingin turun dari meja tetapi langsung dihampiri dan ditahan olehnya.
Sora terdiam melihat Albern sudah dihadapannya dengan tangan mengunci dirinya yang masih terduduk diatas meja. “Tu…Tuan, anda mau apa?” ucap Sora yang terkejut dengan tatapan Albern.
“Apa kau tidak mau mengucapkan terima kasih atas masakan ku?” tanya Albern yang memandangi wajah Sora. Sekarang wajah mereka saling berdekatan, hingga nafas masing-masing pun sangat terasa. Sora memegang dadanya yang berdegup kencang. Posisinya ini membuatnya gugup dan takut. Apa yang akan dilakukan Albern padanya.
“A..Aku berterima kasih atas masakan anda. Bisa tolong menyingkir?” ucap Sora yang sudag mulai merinding dan jantungnya terasa mau meledak.
“Aku meminta imbalan.” Jawab Albern dengan memandangi bibir Sora yang kecil tipis dan berwarna merah muda itu.
“Hah?” Sora bingung dengan ucapan Albern.
Tiba-tiba Albern mencium bibir Sora dengan lembut. hal itu membuat Sora terkejut dan diam seperti patung. Albern melepas ciumannya perlahan dan kembali menatap Sora.
__ADS_1
“Ingat, mulai sekarang kau adalah milik ku. Jangan harap untuk bisa lari.” Ucap Albern yang langsung pergi berlalu meninggalkan Sora sendiri yang terdiam seperti patung.
Sora hanya terdiam dengan masih memegangi dadanya dan menyentuh bibirnya. “Apa yang terjadi?” sembari menatap kepergian Albern yang menghilang dengan cepat.