Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
68. Mengingat


__ADS_3

Albern telah kembali dengan kesibukannya diperusahaannya, pagi itu sebelum Keluarga Kim memulai kegiatan, mereka sarapan bersama.


“Aku dan kakak akan bertemu dengan Tuan Chen dinegaranya besok.” Albern memberitahu semua keluarganya termasuk Sora.


“Apa hanya kalian berdua yang berangkat?” Tanya Sang Ibu yang sedikit khawatir.


“Tidak Bu aku membawa Choi dan dan David serta beberapa pengawal.” Jawab Albern dengan tersenyum.


“Apa mereka sudah mengetahui kedatangan kalian?” Tanya sang ayah.


“Aku sudah menghubungi mereka. Dan pertemuan ini dibuat tertutup saja.” Jawab Albern lagi.


Sang kakak hanya dia dan terus melanjutkan sarapannya.


“Kalian harus hati-hati.” Pinta sang ibu.


“Pasti, kakak sudah menyiapkan tenaga yang banyak. Jadi ibu tenang saja.” ucap Albern Seraya melirik kakaknya dengan tersenyum.


Ellard hanya melirik sinis, sebenarnya dia malas pergi dan berurusan mengenai masalah ini. Dia lebih senang berkutat diperusahaan saja. Masalah keluarga seperti ini bukan bidangnya.


“Aku berangkat kekantor dulu,” ucap Albern yang langsung berdiri.


“Aku antar,” Sora juga ikut bangun dari tempat duduknya. Albern tersenyum mengiyakan Sora mengantarnya.


Mereka berdua berjalan meninggalkan keluarganya yang masih dimeja makan.


“Ellard, setelah sarapan ikut aku ke ruang kerja.” Perintah sang Kakek.


“Baik kek.” Jawabnya.


Ayah mereka juga berangkat kekantor pusat dan besok dia ada penerbangan keluar negri, ibu mereka kali ini tidak ikut karena dia akan membuka butik dan toko tas baru untuk dikelola Alyne.


“Kakek,” Sapa Ellard dan mask keruang kerja kakeknya.


“Duduk lah.”


Ellard duduk dikursi Sofa yang ada diruangan itu. Tuan Besar kim yang sedang didepan rak buku lalu ikut duduk berhadapan dengan Ellard.

__ADS_1


“Apa kau keberatan untuk menemani adik mu?” Tanya sang Kakek tanpa basa-basi.


“Ah, soal itu…” Ellard yang bingung mau menjawab apa hanya tergagap.


“Dengar, Aku tahu kau sangat malas berurusan dengan masalah keluarga. Namun ini sangat penting untuk kita.” Jelas sang Kakek.


“Maksudnya?” Ellard merasa bingung.


“Mungkin adik mu hanya berfikir untuk melindungi Sora saja, tapi aku merasa masslah ini tidak sesederhana itu.” Kakek nya mencoba menjelaskan dengan perlahan.


Ellard dengan seksama mendengarkan sang Kakek.


“Apa kau tahu dan ingat Tuan Changmin?” tanya sang kakek.


Ellard mencoba mengingat nama yang disebutkan Kakeknya itu. “Sepertinya aku ingat namun sedikit samar kek.” Ragu Ellard.


“Biar ku coba mengingatkan.”


“Aku dan Ayahmu bertemu dengan Changmin di Inggris saat penobatan Pangeran Philip. Dia tampak berbeda.”


“Berbeda bagaimana kek?” Ellard semakin penasaran.


“Pada dasarnya kami mengingat dia namun kami merasa tidak perlu menegurnya. Yun Tua pun mengatakan jangan sesekali berurusan dengan adik tirinya itu.” Ungkap Tuan Besar Kim.


"Aku dan ayah mu hanya sekedar menyapa dan pergi meninggalkan rombongan mereka, sejak saat itu kami tidak pernah bertemu dengannya lagi. Namun saat Albern melawan para preman yang ingin mencuik Sora waktu itu. Dia melihat tatto para preman itu.”


“Tatto? Tatto apa?” Ellard semakin penasaran.


“Tatto yang dipakai orang-orang yang berhubungan dengan pasar gelap, mereka biasa menjual organ manusia keberbagai negara dan berhubungan langsung pada setiap pimpinan dunia gelap setiap negara.” Ucapnya.


“Preman yang menyerang Sora dan Albern waktu itu memang orang-orang tingkat bawah yang tidak berhubungan langsung pada pemimpin mereka. Namun sampai saat Mansion Albern diserang aku semakin penasaran siapa mereka. Dan Vincent membantu mencari tahunya.”


Tuan Kim meletakkan tumpukan File dimeja yang ada data orang-orang.


“Ini adalah rangka kepemimpinan mereka dan Changmin berada pada urutan ketiga.” Tuan besar Kim sedikit memberi tahu.


Ellard mengambil berkas itu dan membukanya, dia terkejut dengan skema kepemimpinan mereka, sangat tertata rapih dan rata-rata dari mereka orang yang berkerja sehariannya sebagai orang biasa. Siapa sangka mereka penjahat semua.

__ADS_1


Ellard membaca urutan tuan Changmin dan keterangan bio nya. Dia tercatat memiliki perusahaan retail terbesar dichina. Namun tidak berhubungan sama sekali dengan perusahaan tuan Yun. "ini cukup aneh." Batin Ellard.


“Lalu apa yang harus kulakukan kek?” Tanya Ellard.


“Kau Ahli dalam merentas data, cari tahu siapa yang ada dibalik semua ini. Kita harus mencari dalang yang bertanggung jawab.” Ucapan sang kakek sebagai perintah.


“Tapi apa keuntungannya buat kita kek, ini hanya menguntungkan Sora saja kan.” Ellard sedikit malas berurusan dengan hal ini.


“Ellard, jika tidak ada Yun Tua, maka kakek mu ini sudah mati.” Kenang sang kakek yang bangun dan berjalan ke kaca.


“Maksudnya?” Ellard semakin bingung.


“Sudah kerjakan apa yang kusuruh. Jangan banyak tanya lagi. Dan ayah mu sudah mengetahui semuanya diskusikan dengannya saja.” Perintah sang Kakek lagi.


Ellard hanya menghela nafas dan berdiri. "Aku mengerti kek, aku pamit.” Ellard pergi meninggalkan ruang kerja kakeknya.


“Yun, Aku akan mengembalikan cucu mu dan menjaga perusahaan yang kau kembangkan itu. Tenanglah disana.” Ucap Tuan Besar Kim dengan pelan dan menatap langit.


Ellard Kembali kekamar, dan melihat Alyne sedang bersiap.


“Mau pergi?” Ucap Ellard tiba-tiba.


“Ah, kau sudah Kembali?” Alyne yang sedang berdandan langsung berbalik melihat suaminya.


“Ada apa, mengapa kau sepertinya lesu?” Tanya Alyne yang melihat suaminya langsung merebahkan badan dikasur.


“Entahlah, kakek memberi ku tugas dengan teka teki. Aku malas tapi harus kulakukan.” Jelas Ellard pada istrinya itu.


“Hei bangun lah,” Ucap Sang Istri dengan berjalan kearah Ellard. “Dengar, selama ini kau malas berurusan dengan keluarga mu, bahkan kau sedikit jauh dengan mereka. Mungkin ini sudah saat nya kau Kembali pada mereka sayang.” Bujuk sang istri untuk menenangkan suaminya itu.


“hah, kau benar.” Ellard membuang nafas dan menatap istrinya. “Hei mengapa akhir-akhir ini kau terlihat cantik?” Goda Ellard yang melihat Alyne sudah rapih, dia langsung menarik lengan Alyne agar duduk dipangkuannya. Dia menciumin istrinya ini dan membuat risih Alyne.


“Sayang aku sudah berdandan, dan ibu menungguku dibawah, hentikan lah.” Rengek Alyne yang takut riasannya berantakan dan bajunya kusut. Karena kelakuan suaminya ini mulai bertindak nakal.


“Tapi kau membuat ku tergoda, bagaimana jika kau keluar dan banyak yang tergoda oleh mu?” Ellard tak mau kalah dengan merengek juga.


“Ish kau ini.” Alyne langsung bangun dan pergi mengambil tasnya. Dia Kembali kehadapan suaminya lalu mengecup pipinya.

__ADS_1


“Aku pergi, dah…” Alyne langsung meninggalkan suaminya yang memasang wajah kecewa.


"haah... aku semakin terpesona olehnya, " Ucap Ellard yang menrebahkan badan dikasur dengan tersenyum.


__ADS_2