
Tuan Chen kembali kerumah utama lebih awal.
“Kau sudah pulang?” Sapa Istrinya.
“Dimana Fang?” Tanya Tuan Chen.
“Sedang beristirahat, tubuhnya lemah setelah Kembali dari terapi.” Jelas Nyonya Yun.
Tuan Chen berjalan kekamar Putrinya itu dan melihat Fang Yun tertidur dikasur. Tuan Chen mendekati ranjang Putrinya lalu duduk disisi dan memegang tangan anaknya tersebut.
Fang Yun yang merasa tangannya disentuh langsung bangun. “Ayah.” Ucapnya lemah dan ingin bangun.
“Ah, tiduran saja. Tubuhmu sangat lemah.” Ucap Tuan Chen dengan lembut. Fang Yun sudah lama tidak mendengar suara Ayahnya yang lembut itu tiba-tiba langsung menagis.
“Hei, mengapa kau menangis, apa ada yang sakit nak?” Tuan Chen khawatir.
Fang Yun menggeleng, sang Ibu melihat Fang Yun dan Suaminya menggobrol juga meneteskan air mata. Sebenarnya yang mereka butuhkan hanya kehangatan dan perhatian dari Ayah mereka saja.
“Ayah, maafkan aku.” Ucap Fang Yun dengan lembut dan terus menangis.
Tuan Chen yang masih memegang tangan putrinya dengan erat. “Sudah, sudah. Mulai sekarang kau harus fokus pada kesehatan mu. Aku akan menengok dan mendukung mu terus.” Ucap Sang Ayah dengan sangat lembut dan perhatian.
Fang Yun senang mendengar kata-kata sang Ayah dan bangun untuk memeluknya. Tuan Chen menyambut pelukan putriya itu dan menepuk-nepuk pundaknya.
“Sudah, sudah. Ayo Kembali beristirahat. Jika ada apa-apa beritahu Ayah.” Dengan tersenyum Tuan Chen menatap putrinya.
Fang Yun mengangguk dan merebahkan Kembali badannya. Tuan Chen berdiri dan berjalan meninggalkan putrinya untuk beristirahat, saat itu dia melihat Istrinya dipintu.
“Jika Jiao sudah Kembali segera temui aku diruang kerja.” Ucapnya pada Sang Istri.
Nyonya Yun yang mendengar itu menjadi khawatir. Mengapa sepertinya serius sekali.
“Ada apa?” Tanya Nyonya Yun dengan mengikuti Suaminya.
Tuan Chen tidak menjawab pertanyaan sangat istri dan tetap berjalan pergi meninggalkan kamar Putrinya.
Tidak lama, Jiao Yun pulang kerumah dan langsung berjalan menuju ruang kerja Ayahnya. Nyonya Yun melihat putranya yang menunduk berjalan dengan lesu.
“Jiao, ada apa?” Tanya sang Ibu.
__ADS_1
Jiao Yun berbalik menatap ibunya. “ Entahlah bu, aku disuruh Ayah pulang cepat dan menemuinya.” Malas Jiao Yun. Dia sangat Lelah dengan pekerjaannya. Meski dia anak presdir tapi dia dikantor seperti karyawan biasa. Dan dia tidak bisa menentang Ayahnya itu.
“Yasudah, cepat temui Ayah mu. Nanti dia akan marah jika kau terlalu lama.” Perintah sang Ibu.
Jiao Yun hanya mengangguk saja dan pergi menuju Ruang kerja ayahnya.
“Ayah aku datang.” Jiao Yun menyapa dengan membuka pintu ruangan Ayahnya.
Tuan Chen sedang membaca buku silsilah keluarganya yang didapat dari para tetua.
Jiao Yun duduk di Sofa dan melihat Ayahnya yang tidak bergeming dengan kedatangannya. Namun Jiao Yun hanya diam.
“Apa yang kau lakukan selama ini dibelakngku?” Tanya Tuan Chen tiba-tiba.
Jiao Yun mendengar pertanyaan Ayahnya terkejut dan bingung. “Maksud Ayah apa? Bukan kah selama ini aku bekerja dikantor.” Jawabnya.
Tuan Chen meletakkan bukunya dan menatap putra tertuanya itu lalu berjalan untuk medekatinya.
“Nak, jangan kau kira aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan. Dengan siapa kau berhubungan dan dengan siapa kau bertemu.” Tuan Chen duduk dihadapannya dengan santai.
“Ak-aku benar-benar tidak paham maksud Ayah apa.” Jiao Yun mulai gugup.
Joai Yun tergagap dan ketakutan. Dia langsung berlutut dihadapan Ayahnya.
“Ayah ampuni aku. Aku tahu sejak dulu kau melarang kami berhubungan dengannya. Tapi dia yang menemui aku terlebih dahulu.” Ucapnya dengan cepat karena ketakutan.
“Apa yang dia lakukannya pada mu? Dan apa yang kau ketahui?” tanya Tuan Chen yang mulai mengintrogasi putranya itu.
“Aku…Aku,” Ragu Jiao Yun.
“Kau memilih mendukung orang itu atau mengakui kesalahan mu pada Ayah dan tetap ada dikeluarga ini?” Ucap sang Ayah sedikit mengintimidasi.
Jiao Yun langsung bingung disisi lain dia takut jika diusir dari keluarga Yun. Tapi dia juga takut pada Pamanya itu yang selalu mengancam akan membunuhnya jika tidak menurut dengan dia.
Jiao Yun langsung memohon ampun pada Ayahnya, dia sadar Ayahnya juga orang yang berkuasa, lebih baik mati ditangan Ayahnya dan tetap dengan keluarga Yun. Dari pada mengikuti Guangmin yang pasti dia juga akan tetap mati lalu menjadi penghianat
“Ayah ampuni aku, aku akan mengakui semuanya.” Jiao Yun mulai bercerita awal pertemuannya dengan Guangmin.
Guangmin bertemu dengan Jiao Yun setelah dia lulus kuliah, dan mulai menghasutnya. Dengan Ayahnya yang tidak perhatian dan tidak menggap mereka. Serta Ayahnya mencari Anak dari pamannya itu. Semua nya diberitahu pada Tuan Chen.
__ADS_1
Dan ternyata yang membunuh Ayah dan Ibu Sora adalah Guangmin dia telah mengetahui keberadaan mereka lebih dulu.
Tuan Chen marah mendengar pengakuan Putranya yang keterlaluan. Dia melempar buku wajah putranya.
“Anak kurang ajar. Kau bersekongkol dengan musuh keluarga ini untuk membunuh paman dan bibi mu!” bentak Tuan Chen dan terdengar oleh Nyonya Yun.
“Ada apa ini?” Tanya nya terkejut yang melihat suaminya hampir menghajar putra mereka.
Tuan Chen telah murka pada Putranya dan tidak bisa menahan lagi. “Lihat putra mu, dia melakukan kejahatan yang mencoreng nama baik keluarga kita.” Tuan Chen dengan nada tinggi.
Nyonya Yun melihat Putranya dilantai dan tertunduk menangis ketakutan langsung memeluknya.
“Sayang apa yang terjadi? Mengapa kau membuat Ayah mu marah?” Tanyanya dengan panik, namun Jiao Yun hanya diam dan menangis.
“Putra mu lah yang membunuh kakak dan kakak Ipar.” Suara Tuan Chen tersengal-sengan dan langsung terduduk karena kesal.
Nyonya Yun mendengar itu langsung menutup mulutnya dengan terkejut dan menatap Putranya dengan mata memerah.
“Apa yang diucapkan Ayah mu benar Jiao?” Sang Ibu bertanya dengan gemetaran.
Joai Yun hanya diam dan tangisannya semakin besar.
“Maafkan aku bu, aku.. aku hanya disuruh karena dia bilang jika aku membantunya, maka aku akan menjadi Ahli Waris Utama keluarga ini.” Ucapnya.
“Siapa yang menyuruh mu, jawab?” Nyonya Yun juga semakin kesal dan menangis dan memukul-mukul Putranya.
“Ibu maaf, maafkan aku.” Jiao Yun memohon dengan menangis. Tuan Chen mendengar permohonan maaf Putranya menjadi sangat kecewa.
“Apa kau yang langsung melakukan itu?” Tanya Tuan Chen.
“Tidak Ayah, Aku hanya diperintahkan untuk mencari keberadaan mereka dan menyuruh orang lain untuk melakukannya.” Ucap Jiao Yun dengan sesegukan.
“Siapa yang melakukan semuanya?” Tnya Tuan Chen lagi.
“Anak Buah paman Guangmin.” Jawabnya.
Nyonya Yun mendengar nama Guangmin langsung terkejut. “Kau berhubungan dengan Guangmin? Bagaimana bisa?” kesal nya.
Nyonya Yun mengetahui bahwa Guangmin adalah keluarga yang dibuang, karena memang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka sama sekali. Dan dia bergelut didunia hitam bisnis yang Ilegal. Maka dari itu dulu Tuan Besar Yun yang tidak lain Ayah mertuanya selalu mewanti-wanti mereka untuk menjauhi Guangmin.
__ADS_1
Jiao Yun hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan ibunya. Nyonya Yun benar-benar hancur, Putrinya yang sedang terbaring sakit lalu putranya yang menjadi dalang pembunuhan pamannya sendiri. Semua ini sangat membuatnya hancur.